Mengharapkan pertemuan

1963 Kata

Sudah berminggu-minggu lalu Rayyan keluar dari kamar perawatan. Sakit pada raganya memang sudah sembuh tak berbekas. Tapi tidak dengan sakit di jiwanya. Luka itu bahkan semakin terbuka lebar, tanpa tau obat apa yang bisa ia usahakan. Ia sangat merindukan Tiara. Ia merindukan kekasihnya. Satu hal yang membuat pemuda itu sedikit lega adalah pesan notifikasi yang masuk ke ponselnya saat masih dirumah sakit. Sebuah Notifikasi berasal dari informasi Banking mengenai transaksi penarikan dari kartu yang ia berikan kepada Tiara di kala itu. Ternyata itu bukan notifikasi pertama yang masuk keponsel Rayyan. Ada notifikasi sebelumnya di malam hilangnya Sang Kekasih. Dan ia tidak menyadarinya sama sekali. Mungkin karena terlalu fokus mencari yang hilang malam itu. Tapi hal buruknya, Rayyan masih b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN