Pov Tisya. Mobil berhenti di halaman rumah orang tuaku, terlihat Bapak sedang berbincang dengan seseorang. Matanya langsung menyipit saat mobilku terparkir di halaman rumahnya. Bapak langsung bangkit dan berjalan kearahku. "Asalamuallaikum ..." ucapku sambil mengulurkan tangan. "Wa'alaikumsalam," sahut Bapak sambil menyambut uluran tangan ini. Aku langsung mencium tangan laki-laki yang selalu menjagaku ini dengan takzim. "Eh ... cucu Bapak, sini ganteng," Bapak meraih tubuh Arshad dari gendongan Bik Darsih, lalu menimangnya dengan gemas. "Eh ... si cantik, sini sayang." Bapak meraih Keysa lalu mencium pipinya sekilas. "Duh ... wangi banget cucu Bapak," seloroh Bapak, sambil menuntun Keysa dan menggendong Arshad ke dalam rumah. Dari dulu, Bapak membiasakan cucunya memanggil dia dengan

