Tiga Tahun Kemudian

1248 Kata

"Luka ... !" panggil Bunga dengan suara yang serak. Namun bisikan itu tak terdengar, karena terhempas oleh suara gemuruh, di balik awan hitam. "Luke!" "Iya, Ma?" Luke yang tengah memanaskan air di tungku kayu, langsung berlari menuju sang mama. Bunga menatap Luke yang semakin tumbuh dewasa, dan cantik. Meskipun diselimuti kekacauan. "Kakakmu belum pulang, Nak?" "Belum, Ma." Luke membuka kotak kardus yang menjadi jendela rumah mereka, untuk mengintip. "Padahal, sebentar lagi akan turun hujan," gumamnya yang langsung tertunduk. Lampu minyak yang menjadi penerangan, menari cepat, dan tampak hampir padam. Dengan sigap, Luke menutup kembali jendela seadanya tersebut, agar di dalam tetap bercahaya. Mata Bunga berkaca-kaca. "Kakakmu berjuang begitu keras untuk kita," bisik Bunga di dalam ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN