Keesokan harinya. Luka kembali bersiap untuk mempertaruhkan raganya. Pekerjaan kasar apa saja, akan ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil ini. Hari ini, ia harus membawa uang cukup banyak. Sebab, tagihan sekolah Luke, dan obat mamanya harus segera di tuntaskan. Jika tidak, ia akan sulit untuk tersenyum. Beberapa bulan yang lalu, Luka pernah tidak mampu untuk membeli obat bagi mamanya. Ketika dua hari hidup tanpa obat-obatan, sang mama tampak lemas, dan kesakitan. Malamnya, sang mama mengatakan kepada putranya bahwa ia mampu menahan rasa sakit ini, dan Luka tidak perlu khawatir. Namun, kasih sayang terhadap mamanya, lebih besar dari pada nyalinya. Untuk itu, Luka bersumpah, tidak akan membiarkan mamanya lebih menderita lagi. "Eh, Bocah!" panggil juragan kayu, ketika Lu

