Keesokan harinya. Kelopak mata Bunga kembali merekah. Ia yang bingung, hanya memperhatikan sekitar tanpa bertanya. Hingga seorang perawat muncul, dan mengatakan kepada dokter bahwa pasien pasca operasi patah tulang telah siuman. Bunga yang mendengar ucapan itu, langsung terbayang kembali akan kejadian naas yang menimpa dirinya, dan putranya. Ketika bayangan wajah Luka menghampiri dirinya, jantung Bunga memompa sangat cepat. "Dokter! Ritme jantungnya," kata perawat yang melihat Bunga hampir kejang. "Tenanglah, Bu!" kata perawat yang lainnya. Sementara seorang berikutnya langsung berlari keluar untuk menyambangi si kembar. Bukan tanpa alasan, sebagai seorang perawat, ia tahu bahwa kondisi Luka sempat buruk ketika datang ke rumah sakit ini. Sebagai seorang ibu, ia pun sadar bahwa Bunga mu

