Luka kembali ke rumah sakit dengan membawa segepok uang pemberian bu lurah yang sebelumnya diperuntukkan untuk kehancuran Bunga. Namun pada kenyataannya, uang ini dapat menyelamatkan napas Bunga, sesaat. "Sus, apa ini cukup?" tanya Luka sambil menyerahkan uangnya. "Untuk operasinya cukup, tapi kalau perawatannya ... saya sanksi." "Sus, tolong. Kami cuma punya mama saja. Bisa tidak kalau uang ini dulu? Nanti, Luka akan memikirkan caranya." "Iya, mengerti." Perawat yang semula menemani Luke, langsung beranjak pergi untuk mengurus keperluan operasi Bunga. "Kak!" "Tenang saja!" kata Luka sambil memegang kepala adiknya yang terlihat ketakutan. Luke menatap Luka yang tampak pucat. "Kakak bagaimana?" tanyanya sambil melihat ke arah perban yang melingkari kepala saudaranya. "Sudah baikan k

