Sepuluh

2396 Kata

kuharap, besok aku tidak melihat wajahmu lagi disini, kalimat tersebut seolah sebuah mantra yang membuat kepala Sean berdenyut sakit. Apa yang Stephani ucapkan menjadi pertanda buruk bagi hubungan Sean dan Stephani yang memang sedang buruk. Apa yang dapat diharapkan dari semakin memburuknya hubungan yang telah buruk. Kehancuran? Itu kemungkinan terbesar, tapi dengan egois Sean menentang itu dalam pikirannya. Sean duduk termangu, hanya melihat lantai seolah itu objek menarik. Otaknya menolak bekerja karena kalimat Stephani yang terus berputar di kepalanya. Hubungannya dengan Stephani belum mengalami perubahan yang baik, tapi kini Stephani telah menolak kehadirannya. Tamatlah riwayatmu Sean. “Sean, sudah jangan dipikirkan lagi” ucap Julia dengan lembutnya. Sedari tadi, Julia memang tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN