POV Author Satu hal yang membuat Attar geram selain panik karena Annisa jatuh pingsan. Darah? Saat itu juga praduga yang menghantui kepalanya membuat Attar emosi. Kurang ajar! Attar akui, tak pernah dia temui lelaki tak seberadab adiknya! b******a dengan istri kedua di ranjang istri pertama? Bukankah itu gila? Jika Hamza memang kesal, Annisa lebih memilih ikut bersama Attar ke rumah sakit daripada mendengar penjelasannya, seharusnya Hamza tidak selancang itu, b******a di ranjang istri pertama sebagai bentuk penghinaan. Apalagi adiknya dan adik ipar keduanya itu tidak ada di rumah. Dimana mereka? Mengabaikan rasa herannya, Attar membaringkan Annisa yang jatuh pingsan. Bodo amat jika nanti Annisa marah karena Attar kembali melakukan kontak fisik, toh bagi Attar ini kondisi darurat, dan s

