POV Author "Bagaimana bisa?" Hamza mengerang kencang, mendelik nyalang ke arah Aina yang menutupi tubuh bagian depannya dengan selimut tebal. Hamza mencekram kedua bahu Aina dan mengguncangnya, "kamu sengaja menjebakku 'kan? Hah, Aina!" Pekikan kesalnya, tangan Hamza terangkat. Nyaris menampar pipi Aina saat wanita itu ketakutan. Hamza mengurungkan niat untuk melakukan kekerasan, bibirnya mengucap istighfar sambil menggeram samar. Gerakan spontan barusan di luar kehendaknya. "Untuk apa kamu melakukan ini?" Nada suara Hamza pelan. Berusaha ditahannya emosi, tak disangkanya Aina nekat untuk melanggar perjanjian. Apakah Aina lupa nominal uang yang Hamza tawarkan untuk wanita itu? Bagaimana bisa Aina berbuat curang. "Aku hanya menuntut hakku ...." Suara lirih Aina yang menjawab, sengaja ter

