Adrenalin kemarahan Hamza memuncak saat dia pulang didapatinya Kakaknya sendiri tertinggal berdua di kamar Annisa, Annisa tak sadarkan diri, pingsan dengan mata tertutup, dan Kakaknya menungguinya di tepi ranjang. Seisi kepala Hamza dipenuhi prasangka yang pastinya dominan buruk, tidak mungkin Attar bisa menahan diri saat berdua saja dengan istrinya? Setidaknya, tangan atau bibir istrinya, sudah terjamah oleh lelaki lain! BUGH! Hamza menerjang kepala Attar. Attar mendesis saat kepalanya pening, seperti berputar. Ditolehnya tubuh Annisa, karena ditendang Hamza tubuh Attar terpelanting di atas tubuh Annisa. Attar tersenyum sinis saat Hamza menarik kerah bajunya, merenggutnya dan nyaris menghempaskannya. "Ingat, aku ini adikmu! Dan perempuan ini ...." Hamza menunjuk Annisa yang masih tak s

