|16| Nyawa Annisa yang Dipercayakan

1568 Kata

Hamza merasa bersalah, di setiap jengkal kulit panas Annisa yang dia usap, Hamza merasa begitu bersalah saat menyentuhnya. Annisa-nya masih demam, dalam keadaan tak sadarkan diri, pingsan karena kelakuannya, dan jika benih itu tumbuh subur, Hamza sama saja memendekkan umur istrinya sendiri. Mendadak Hamza tidak sanggup kembali merapatkan diri, mata dan hidungnya memerah, menangis dan berusaha menahan segukan tangis. Hamza menggusar rambut, mencekram setiap akar rambutnya dan akhirnya berhenti. Tubuhnya menjauh, pautannya tak diselesaikan. Hamza memakai kembali pakaiannya, melirik tubuh Annisa yang polos, Hamza menenggelamkan pantatnya ke atas sofa setelah menyelimuti tubuh Annisa, istrinya masih tak sadarkan diri dengan setiap jengkal kulit yang terasa begitu panas. Di atas sofa Hamza me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN