“Dari mana saja kamu, Ivanka?” Ivanka yang baru menampakkan kaki di ruang utama pun langsung menghentikan langkah. Dia mendongakkan kepala, menatap ke arah Kenzo berada. Pria itu sedang duduk tepat di depannya, memasang raut wajah penuh kesombongan. Hal yang membuat Ivanka langsung mengepalkan kedua tangan. Dia kesal karena Kenzo yang semena-mena dan hidupnya yang mulai hancur karena pria itu. “Aku sedang bertanya denganmu, Ivanka.” Kenzo kembali menegaskan dengan suara penuh penekanan. “Kenapa aku bisa pulang sampai sore ini, aku rasa kamu perlu bertanya dengan kekasihmu.” Kali ini Ivanka yang berkata dengan penuh penekanan. “Kekasih? Bukannya kekasihku itu kamu?” Kenzo kembali menatap dengan raut wajah mengejek. “Sudah cukup, Kenzo. Aku memang pernah berkata kalau aku siap menjad

