“Kenapa kamu ada di sini, Atlas?” Atlas yang ditanya pun langsung tertawa kecil. Keduanya sudah duduk di restoran yang terletak di seberang kampus Ivanka. Atlas menatap ke arah Kenzo yang tampak begitu dingin sembari menahan senyum, takut kalau sahabatnya itu akan marah. “Aku bertanya denganmu, Atlas.” Kenzo kembali membuka suara, menatap tajam ke arah sahabatnya berada. Sebenarnya sejak tadi Atlas ingin tertawa karena melihat ekspresi Kenzo yang begitu berbeda. Padahal beberapa menit yang lalu pria itu masih menunjukkan sedikit kepedulian, tetapi sekarang Kenzo tampak begitu mematikan. Atlas yang tidak ingin membuat sahabatnya semakin marah pun berdehem kecil, mencoba menormalkan suara. “Sebenarnya aku tidak sengaja datang ke kampus ini. Awalnya aku mau ke kantormu, tapi saat melih

