“Bagaimana makanannya, apa kamu suka?” tanya Rey setelah selesai menyantap hidangan. Ivanka yang ditanya pun langsung menganggukkan kepala. Dia menjawab, “Enak.” “Syukurlah kalau memang enak. Itu berarti aku tidak salah mengajakmu datang ke sini.” Ivanka menganggukan kepala. Manik matanya menatap sekeliling. Restoran itu sangat besar, tetapi desain yang diberikan begitu sederhana. Meski begitu, Ivanka malah merasa senang. Desain yang diberikan membuatnya cukup nyaman. “Kakak sering ke sini?” tanya Ivanka. Mendengar itu, Rey tertawa kecil. Sembari menahan senyum dia menjawab, “Restoran ini milikku, Ivanka.” “Apa?” Ivanka langsung melebarkan kedua mata, merasa terkejut dengan hal itu. Dia tidak menyangka kalau selain menjadi dosen, Rey juga memiliki sebuah restoran yang cukup ramai.

