“Selamat pagi.” Ivanka yang mendapat sapaan disertai kecupan itu pun tersenyum lebar. Tubuhnya masih ditutupi selimut. Manik matanya menatap lekat ke arah Kenzo berada. Dalam hidup, dia tidak pernah membayangkan akan ada hari seperti hari ini, dimana Kenzo bersikap lembut dan penuh cinta terhadaapnya. “Kamu mau sarapan apa pagi ini?” tanya Kenzo lagi. Namun, Ivanka masih diam. Dia fokus dengan Kenzo, tidak berpaling sama sekali. Sekarang dia bahkan menjadikan tangan sebagai bantalannya. “Ivanka,” panggil Kenzo. Ivanka yang sejak tadi melamun pun tersentak kaget. Dia tersenyum kecil, merasa malu karena ketahuan tidak fokus dan hanya memperhatikan Kenzo saja. “Kamu melamun?” tanya Kenzo. “Aku benar-benar seperti tidak percaya kalau kamu menyatakan perasaan denganku, Kenzo. Aku takut k

