ATHAR PoV Pulang dari kantor aku disambut oleh Zyana bersama kucingnya yang dia beri nama Bobo, nama yang cukup lucu dan sangat cocok untuk kucing menggemaskan itu. Melihat kucing itu terkadang membuatku ingin tertawa karena dengan polosnya Zyana percaya bahwa aku menemukannya di jalan. Dengan bulu yang bersih dan bagus, apa Zyana tidak curiga aku berbohong? Dia polos atau bodoh? Mungkin juga dia tidak pernah berbohong sehingga mengira orang lain tidak mungkin berbohong. Biasanya begitulah cara berpikir seseorang, bukan? “Mbak Rania tadi ke sini, Mas,” katanya yang hanya kujawab dengan gumaman. Rania sudah memberi tahuku bahwa dia mengajak Zyana belanja dan makan. Jujur saja, itu membuatku sangat senang karena kedua istriku memiliki hubungan yang baik. Aku berharap hubungan baik itu ter

