Gladys coba menahan diri setengah mati untuk tidak melihat ke arah dimana Alb dan Stella sedang berduaan. Meski kini hatinya serasa terbakar, tapi ia tak boleh menampakkannya ke mereka. Terumata di depan Stella, jika ia menampakkan kecemburuan maka perempuan itu akan merasa menang. Gladys masih memiliki pride dalam dirinya, ia pantang untuk menunjukkan lukanya pada siapapun. Sekalipun ia sedang sekarat, tak boleh ada orang yang tahu. Cukup hanya dirinya yang tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Cukup hanya dia yang tahu bahwa telah terbit rasa sesal setelah semuanya berhasil ia hancurkan. Detik demi detik terasa berjalan begitu lambat bagi Gladys. Ia terus melirik ke arah jam yang terpampang di layar ponselnya. Mungkin ia memang datang terlalu awal, sehingga ia harus menunggu para

