Stella berdiri di depan jendela besar ruang kantor Alb di lantai dua sambil menikmati pemandangan air yang jatuh menempel di kaca. Hujan mengguyur sejak setengah jam yang lalu. Mendinginkan kota yang beberapa hari ini dilanda hawa panas yang membuat gerah. Sedangkan Alb sibuk di depan meja kerjanya, berkutat dengan beberapa bendel kertas hasil print laporan invoice. "Lihatin apaan sih?" tanya Alb sambil melirik perempuan yang mengenakan celana denim dan blus pink itu. Stella menoleh sambil tersenyum, "liatin hujan," kekehnya. "Kenapa? Pengen ujan-ujanan?" tanya Alb. Stella kemudian berjalan menuju ke arah Albern. Lalu duduk di kursi kosong yang berada di depan lelaki itu. "Buat aku hujan itu menenangkan, hmmm ... kamu tahu petrikor?" tanya Stella. Alb mengangguk, "bau hujan? Hmmm

