Sayang yang tak bisa dibeli

1044 Kata

Gedung bertingkat empat puluh lantai milik Dharmawangsa group, berdiri megah di tengah pusat kota. Kini Albern sudah ada di depan bangunan tersebut. Matanya memandang nyalang pada bangunan besar itu. Setelah memantapkan hati, ia gegas berjalan menuju tempat itu. Entah apakah hasilnya nanti ia bisa bertemu langsung dengan Gibran ataupun tidak, yang jelas ia sedang mengusahakan. Bukan tentang Gladys, ia mengusahakan sesuatu tentang Jasmine, putri yang ia cintai. "Maaf, mau mencari siapa, Mas?" tanya si security berseragam coklat itu. "Saya ingin bertemu bos anda, Gibran Dharmawangsa," jelasnya. Si security mengerutkan dahi, tentu saja ia bingung bercampur heran. "Apakah Mas sudah membuat janji?" tanyanya. Dengan mudahnya, Albern menjawab dengan sebuah gelengan ringan, tanda kalau ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN