bc

Cinta Setelah menikah

book_age18+
10
IKUTI
1K
BACA
HE
heir/heiress
bxg
lighthearted
affair
substitute
like
intro-logo
Uraian

Mimpinya seketika hancur, saat di hari pernikahan yang dia impikan ternyata menjadi hari yang paling menyedihkan. Dimana sang kekasih justru meninggalkannya.Demi menyelamatkan nama besar keluarganya, dia rela menerima pinangan dari pria yang tidak lain adik dari kekasihnya sendiri.Bagaimana kisah keduanya?Mampukah cinta hadir di antara mereka atau mahligai pernikahan itu harus berakhir?

chap-preview
Pratinjau gratis
Pernikahan
Seorang gadis cantik sudah tampak anggun dengan balutan gaun pengantin, semakin memancarkan kecantikan yang dia miliki. Jelita Andrian. Begitu sangat bahagia di hari pernikahannya, tentu hari yang sudah lama ia impikan apalagi sebentar lagi dia akan menjadi istri dari pria yang sudah lama menjadi pujaan hatinya. "Kamu cantik sekali sayang," ucap Mia. "Makasih Mami," jawab Jelita sambil tersenyum "Ternyata kamu sudah dewasa, bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang istri," ucap Mia. dengan mata berkaca-kaca, dia masih belum percaya bahwa sebentar lagi putri satu-satunya akan menjadi seorang istri. Jelita melihat wajah Maminya begitu tampak sedih, dia lalu membalikkan badan hingga keduanya saling berhadapan. "Mami tidak bahagia melihat aku menikah?" tanya Jelita seraya meraih kedua tangan Mia. Mia kaget saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jelita. "Mami sangat bahagia sayang, hanya saja Mami sedih karena masih tidak menyangka bahwa secepat ini kamu menikah, dan sebentar lagi meninggalkan kami," sahut Mia. "Mami jangan bicara seperti itu," pinta Jelita. Dia merasa sedih saat mendengar ucapan Maminya. "Iya sayang," jawab Mia. Jelita langsung tersenyum, karena dengan menikah bukan berarti dia akan meninggalkan kedua orang tuanya. Hanya saja kelak dirinya harus ikut dengan Riko. "Tanggung jawab Mami dan Papi sebagai orang tua sudah selesai, karena kamu sebentar lagi akan menjadi tanggung jawab Riko. Dan ingat pesan Mami setelah menjadi seorang istri kamu harus berbakti kepada suamimu," ucap Mia sambil mengusap wajah Jelita. "Jelita akan ingat pesan Mami," jawab Jelita. Dia berusaha menahan kesedihan di hadapan Maminya. Namun, tak kuasa hingga air mata terjatuh di ujung matanya. "Udah jangan menangis, nanti make-up nya rusak," ucap Mia. Jelita langsung mengusap air matanya. ~~~~~~~ Semua orang terlihat panik saat mengetahui bahwa calon pengantin prianya telah menghilang, kedua orang tua Riko sungguh sangat bingung menghadapi kenyataan seperti ini. "Papa bagaimana ini?" tanya Lina dengan raut wajah panik, ketika mendapati Riko menghilang tepat di hari pernikahannya. "Anak itu sudah buat kita malu," jawab Tio. Dia tidak bisa membendung amarahnya, ketika tahu bahwa putra mereka telah lari di hari yang sangat penting. Bahkan mereka kini bingung bagaimana cara menjelaskan semua ini kepada calon besan mereka. "Aku akan coba cari Kak Riko," ucap Dimas. "Kita tidak punya waktu lagi untuk mencari kakak kamu," jawab Tio sambil melihat kearah Dimas. "Tidak ada salahnya mencoba dulu, biar aku bicara kepada Om Hendra. "Kamu sudah gila? kalau mereka tahu. Mau ditaruh dimana muka kita," jawab Tio. "Gak ada salahnya kan Pa, kita membicarakan hal ini terlebih dahulu kepada mereka. Aku yakin bisa menemukan Kak Riko," bujuk Dimas. Dia masih berpikir positif bahwa bisa menemukan Kakaknya sebelum waktu pernikahan, tetapi kedua orang tuanya tidak yakin akan hal itu. Terlebih ponsel Riko sudah tidak aktif. "Dimana kamu akan mencarinya? bahkan ponselnya sudah tidak aktif," ucap Tio. "Mami setuju dengan usul Dimas, kita harus membicarakan ini kepada keluarga Jelita," sahut Lina. "Maksud Mama? kita harus mengatakan bahwa Riko melarikan diri. Apa mereka akan terima dengan kenyataan ini?" tanya Tio. Yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran istri serta anaknya itu. "Tidak ada jalan lain Papa," jawab Dimas. Tio segera berdiri sambil melihat kearah anak keduanya, tentu apa yang dikatakan Dimas ada benarnya. Tetapi dia masih memikirkan reaksi keluarga Jelita saat mengetahui kebenaran itu. Bahkan dia tidak bisa membayangkan rasa malu saat semua tamu tahu bahwa putra sulungnya telah melarikan diri. "Dimas yang akan menggantikan Riko," ucap Tio. Entah mengapa dia memiliki ide seperti itu. Dimas terdiam menatap tidak percaya mendengar perkataan yang baru saja dia dengar, bagaimana mungkin dia menggantikan Riko untuk menikah, bahkan dirinya belum siap akan yang namanya pernikahan. "Dimas tidak mau," tolak Dimas. "Apa kamu punya solusi tentang semua ini?" tanya Tio. "Benar Pa, aku setuju dengan Dimas," sambung Lina. "Kita bisa mengatak semuanya kepada keluarga Jelita, dan aku yakin mereka akan mengerti," ucap Dimas. "Mama setuju Pa, apa kata orang-orang jika Dimas yang menikahi Jelita bukannya Riko," jawab Lina. "Tidak ada pilihan lain Ma, dari pada harus menanggung malu akibat ulah anak kurang ajar itu. Lebih baik Dimas yang menikah setidaknya keluarga kita dan keluarga Hendra tidak akan malu," tutur Tio. Lina terdiam karena memang benar mereka tidak punya pilihan lain. Namun, haruskah Dimas yang berkorban demi nama baik keluarga mereka, Lina tidak bisa membayangkan bagaimana rumah tangga yang akan di jalan Dimas kelak dengan pernikahan yang di paksakan. Dimas terhenyak tidak percaya dengan keputusan Papanya, terlebih dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia menikahi calon Kakak iparnya sediri. Di sisi lain dia juga tidak punya pilihan terlebih menyangkut nama baik keluarga mereka. "Baik aku bersedia," ucap Dimas. Walau dengan berat hati dia menerima permintaan Papanya. "Papa minta maaf, karena kamu harus berkorban agar keluarga kita tidak menanggung malu akibat ulah Riko," ungkap Tio. Dia sebenarnya tidak tega harus membiarkan Dimas menanggung akibat dari perbuatan Riko, tetapi dirinya tidak punya pilihan lain selain memintanya mengantikan Riko untuk menikahi Jelita. Setelah mendapat persetujuan dari Tio segera pergi menemui Hendra, Lina langsung menghampiri Dimas yang duduk termenung setelah menyetujui hal itu. Tentu dia tau apa yang dirasakan putranya saat ini. "Bisa kita bicara sebentar?" tanya Tio. setelah sampai di hadapan Hendra. "Apa ada masalah? Mengapa kamu terlihat khawatir?" jawab Hendra. "Kita bicara di tempat lain saja," pinta Tio. Tentu saja dia tidak mungkin membicarakan hal seperti ini di tengah para tamu, Hendra langsung setuju dan segera mengajak Tio menuju ruang kerjanya yang tidak jauh dari mereka berada. "Silahkan duduk," ucap Hendra. Tio segera duduk tepat di Hendra, dia sejenak terdiam sambil menarik napas panjang. Tentu saja dia bingung harus memulainya dari mana terlebih menyangkut Riko yang telah lari dari pernikahan, Hendra yang sejak tadi memerhatikan raut wajah Tio terlihat begitu gusar. "Hendra sebelumnya aku minta maaf, tapi yang akan menikah bukan Riko melainkan Dimas," ucap Tio. "Maksud kamu apa? Jangan becanda Tio. sebentar lagi acara akan segera dilaksanakan," jawab Hendra. "Aku tidak becanda, Riko telah menghilang dan kami sudah mencarinya. Namun, semua sia-sia," ucap Tio sambil menundukkan wajahnya, Hendra tidak pernah menyangka bahwa calon menantunya telah melarikan diri, dan yang lebih membuatnya kaget ketika mengetahui kalau niat calon besarnya menikahkan putra kedua mereka dengan Jelita. “bagaimana kamu bisa memutuskan semua ini sendiri? dan tanpa meminta persetujuan keluargaku,” ucap Hendra. Dia begitu marah saat mengetahui kebenaran itu, terlebih lagi bagaimana mungkin menikahkan putrinya dengan Dimas. pasti para tamu akan membicarakan tentang kejadian itu. “Aku tahu ini tidak benar. Namun, kita tak mungkin membatalkan acara pernikahan ini. terlebih para tamu dan kolega sudah berdatangan," ucap Tio. dia berusaha menyakinkan Hendra. “Apa kamu sudah memikirkan? pandangan mereka jika yang menikah bukan Riko melainkan Dimas?” tanya Hendra. “Aku bisa mengerti dengan kekhawatiran yang kamu rasakan, tetapi tidak ada pilihan lain lagi," jawab Tio. Tio begitu sangat memahami semuanya hingga dia tahu apa yang akan terjadi jika pernikahan ini tetap berlanjut. Namun, dengan berjalannya waktu pasti semua orang akan melupakan kejadian itu, karena saat ini yang terpenting adalah menutupi rasa malu kedua keluarga mereka. Hendra mendengar penjelas Tio tanpa pikir panjang langsung setuju, terlebih dia juga tidak ingin nama baik keluarganya tercoreng karena kejadian ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook