Bab 25: Revisian Te—s—tis

1096 Kata

"Anindya kamu boleh nafas." Azura melirik Ocean sinis. Menggeser tubuhnya lebih jauh sampai Azura berakhir di ujung tempat tidur. Memberikan space yang sangat luas dengan Ocean mengingat ukuran tempat tidur di kamar utama ini sangat luas. Suasana di kamar utama ini sangat hening dan nyaris canggung setelah mereka selesai mandi. Tentu saja mereka mandi bergantian walaupun Ocean terus menggoda Azura berulang kali sampai Azura tantrum. Azura merasa setiap gerakannya di awasi oleh Ocean sejak tadi namun kenyataannya pria itu sedang sibuk bergulat dengan pekerjaan sambil menyandarkan tubuhnya ke headboard. Azura tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Tidak terbiasa berbagi ruang dengan seseorang apalagi seorang pria. Rasanya sangat asing berbagi kamar dengan seseorang yang tidak ia kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN