Bimo baru saja sampai di café tempat dia dan Reno janjian makan siang bersama, setelah dua bulan kepulangannya dari Paris. Di pojok café, dekat dengan jendela bagian depan Reno sedang menikmati jus melonnya. “Sori telat,” ujar Bimo, kemudian memanggil pelayan dan memesan makan siangnya. Bimo memeriksa kembali email melalui ponselnya sesaat, lalu kembali fokus pada Reno yang menatapnya sambil memainkan sedotan. “Lo mau ngasih surat penahanan gue?” kekeh Bimo. Reno tersenyum kecut. “Lo bisa-bisanya bercanda soal beginian. Gila lo!” ujarnya, kemudian menggeleng. “Berapa lama lagi gue mesti nunggu? Kakek lo belum kelar juga ngurusnya? Tinggal laporin gue aja, loh.” “Lo santai banget kayaknya mau masuk penjara.” “Gue ada pilihan lain emangnya?” “Ada, tapi lo yang ngga mau ambil pi

