Mobil yang mereka tumpangi berhenti. Sebelum Kevin membuka pintu mobil, Ian sudah menyuruh Kevin untuk pergi lebih dulu karena dia masih ada urusan dengan Bella. Kevin yang mengerti lantas pergi. Ian mengelusi kepala dan punggung Bella, guna memenangkan Bella. Bella yang mulai tenang lantas bangkit dan duduk dipangkuan Ian dengan posisi tegak. Dengan bibir cemberut Bella menatap Ian. Ian tersenyum kecil, dia memegang pipi Bella dan mengecup bibir Bella. “Maafin aku ya. Jangan nangis lagi, aku tahu aku salah!” Kini Ian mencium kedua mata Bella. “Kita pergi yuk, kamu pasti laper.” “Pulang,” pinta Bella. “Bentar aja. Sayang banget kalau kita enggak menikmati malam ini. Aku udah buat acara khusus untuk kamu. Kamu mau lihat sebentar, juga tidak apa-apa.” Bella menghapus air matanya,

