Kebenaran

1056 Kata

Pagi-pagi sekali, Ian mengunjungi Julian. Sebelum pergi ke kantor, Ian sengaja menemui Julian terlebih dahulu. Mengetahui kedatangan Ian, Julian lantas mengajak Ian untuk berbincang di ruangannya saja. Dan disinilah Ian sekarang, duduk termenung di dalam ruangan Julian. Julian menatap Ian dengan alis terangkat. “Kenapa lagi lo?” tanya Julian menatap wajah penuh beban yang Ian tunjukkan. “Abang, gue ngerasa takut juga khawatir.” “Soal?” “Hubungan gue sama Bella.” Julian menyilangkan kedua tangannya. “Lo datang pas ada susahnya. Giliran lagi seneng, kemana lo?” Ian tersenyum kecil, mau bagaimana lagi, dia hanya bisa mengutarakan masalahnya kepada Julian saja. “Terus, apa yang lo khawatirkan soal hubungan lo sama Bella. Kalian baik-baik aja, kan?” “Kita baik-baik aja. Tapi, ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN