PART 28 MENGINAP

1012 Kata
Regan hanya duduk menatap Thalia yang sedang mengerjakan tugas nya dengan serius,terkadang Regan merasa lucu sendiri melihat ekspresi Thalia yang terlihat kesal sendiri.DIa ingin membantu Thalia tapi Thalia tidak memperbolehkan nya,setelah dia makan bubur tadi Thalia langsung meminta nya untuk beristirahat di atas tempat tidur tapi Regan bersikeras untuk duduk di samping Thalia.Jika di ingat wajah pasrah Thalia saat dia bersikeras tadi sangat lah menggemaskan. “Kamu belum dapat jurnal nya?” Tanya Regan,Thalia mengacak rambut nya kesal lalu menggeleng.Belum lagi dering telpon nya yang sedari tadi berbunyi,dia tahu itu pasti dari Michel tapi Thalia sedang sibuk dia tidak ingin di ganggu. “Mau ku bantu?” Tawar Regan lagi,Thalia mengangguk lemah,dia sudah berusaha mencari tapi tetap tidak mendapatkan jurnal yang pas.Regan tersenyum tipis lalu bangkit dia mengambil laptop nya lalu mencari jurnal yang di cari Thalia. Tidak butuh lama untuk nya untuk bisa mendapatkan jurnal yang pas,mencari jurnal adalah pekerjaan nya setiap hari tidak ada tugas yang tidak menggunakan jurnal sebagai sumber nya. “Aku kirim ke kamu lewat chat ya” “Eh kamu sudah dapat?” Tanya Thalia terkejut,dia meletakkan laptop nya lalu berjalan mendekati Regan,dia mencek jurnal yang Regan pilih ternyata jurnal yang Regan dapatkan sangat sesuai dengan yang dia cari. “Kamu gimana bisa nemuin secepat itu?” Thalia menatap Regan dengan penasaran,mata nya menatap Regan dengan lebar,melihat itu Regan tersenyum tipis lalu mencubit pipi Thalia. “Kamu kenapa sangat menggemaskan seperti ini sih” Ucap nya,tangan nya mencubit pipi Thalia dengan keras,Thalia melepaskan tangan Regan yang mencubit pipi nya dengan kesal. “Jangan mulai deh Re,aku ingin cepat selesai” Thalia bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju tempat duduk nya semula,dia Kembali mengerjakan tugas nya dengan serius. Regan melirik handphone nya yang berbunyi,ada nomor tidak di kenal Regan tebak jika itu berasal dari Michel,bukan nya Regan tidak tahu jika Michel sedari tadi mencoba menghubungi Thalia tapi tidak di angkat oleh Thalia. Regan mengambil handphone nya dan berjalan menjauh,Thalia memperhatikan Regan yang berjalan menjauh dengan tatapan penasaran tapi dia tidak ingin bertanya. Regan berjalan menuju balkon dan menerima telpon nya. “Sialan kamu” Baru saja Regan mengucapkan kata halo tapi dia sudah mendapatkan kalimat umpatan. “Ada apa?” tanya Regan,dia sudah tahu siapa pemilik nomor ini tanpa bertanya. “mana Thalia? Dia tidak kamu apa apain kan!” Regan menghela nafas nya,Michel benar benar protektif terhadap Thalia. “Lia sedang mengerjakan tugas nya,dan kamu tenang saja aku bukan pria b******k yang memanfaatkan keadaan” jawab Regan,terdengar helaan nafas di seberang. “Gara gara kamu dia harus mendapat tugas” “Aku tahu” ucap Regan datar. “Sial,aku tidak mengerti kenapa Thalia masih betah dengan pria b******k seperti kamu” Kali ini Regan lah yang menghela nafas nya,mulut Michel benar benar ingin di lakban. “Thalia nya mana? Bisa kamu berikan ke dia” Regan berjalan menuju Thalia dan memberikan handphone nya,Thalia mengangkat wajah nya dan berkerut bingung. “Dari Michel” Seolah tahu dengan pikiran Thalia,Thalia mengambil handphone nya. “Iya Chel” “Thalia kamu di mana? Kirim lokasi kamu sekarang biar aku jemput!” Thalia menjauhkan telinga nya dari handphone karena teriakan Michel,Thalia yakin tidak dengan loudspeaker pun suara Michel bisa terdengar jelas. “Aku di Apartemen Regan sedang mengerjakan tugas” Thalia mengedarkan pandangan nya mencari jam dinding,”Kamu tidak usah jemput,aku akan menginap di sini dulu karena Regan masih sakit” lanjut nya,Regan tersenyum tipis mendengar kata menginap. “Kamu gila Thalia? Apa kamu mau di cincang habis ibu setelah ini?” “cuman semalam Chel,lagipula kami tidak melakukan hal yang macam macam disini” melas Thalia,sudah jam 12 malam dia tidak tega meminta Michel untuk menjemput nya selarut ini. “Tidak! Aku jemput!” kekeh nya,Thalia menghela nafas nya dia ingin berbicara tapi handphone nya di ambil Regan. “eh-“ Thalia menatap Regan dengan bingung saat handphone nya di ambil,Regan hanya tersenyum lalu berjalan menjauh dari Thalia. Regan berjalan menuju balkon nya lagi,”Biarkan Thalia menginap di sini dulu” ucap Regan. “Tidak! Aku tidak bisa  membiarkan Thalia bersama pria yang telah menyakiti hati nya” Michel benar benar kesal,Regan bisa mengetahui nya dari nada suara pria itu. “Thalia akan baik baik saja disini,aku jamin itu” “Kamu tidak akan melakukan hal gila kan?” Regan tersenyum tipis,Michel terlihat sangat kekanakan. “just kiss” “Sial! Jangan berani kamu se-“ Regan langsung memutus sambungan nya sebelum Michel mengeluarkan semua umpatan nya. Ting Regan mengambil handphone nya dan melihat sebuah pesan masuk,dia membuka dan membaca nya. “Besok antarkan dia ke kampus jam 8 kurang,dia ada praktikum dan lagi awas kamu berani menyentuh nya!” Regan tertawa geli membaca pesan itu,dia menolehkan pandangan nya ke belakang dan melihat Thalia yang masih sibuk mengerjakan tugas,Regan masuk dan duduk di seberang Thalia. “Kamu belum mau tidur? Besok kamu ada praktikum kan” Tanya Regan,Thalia menggeleng. “Kamu bisa tidur lebih dulu,nanti aku tidur di sofa” Mata Thalia masih terfokus ke layar laptop nya. “aku akan menunggu mu” putus Regan dan merebahkan badan nya di sofa. ** “Akhirnya selesai” Thalia meregangkan tangan nya,dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi,waktu tidur nya hanya tersisa 4 jam,Thalia menolehkan kepala nya ke Regan yang sudah tertidur di atas sofa. Thalia bangkit dan menggoyangkan badan Regan,badan Regan masih panas tapi pria itu dengan keras kepala tidur di sofa. “Regan,pindah ke kamar” Thalia terus menggoyangkan badan Regan,sebenarnya Thalia tidak tega tapi tidak mungkin dia menggendong badan Regan ke kamar. Regan membuka mata nya perlahan lalu menggeleng perlahan,”Tidak kamu saja yang ke kamar,aku disini” ucap nya lalu memejamkan mata nya. “Tapi kamu masih sakit,yang ada kamu tambah sakit” Regan mengulurkan tangan nya lalu menarik tangan Thalia untuk duduk di samping nya,”Mata ku sangat mengantuk,biar aku tidur disini ya” ucap nya serak,Thalia menghembuskan nafas nya lalu bangkit dia mengambil selimut di kamar Regan dan menyelimuti badan Regan dan duduk di samping nya,perlahan mata nya menjadi berat juga lalu tertidur di sebelah Regan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN