Regan membuka mata nya,dia menegakkan kepala nya dan melihat selimut yang terlampir di badan nya,Regan menolehkan lagi kepala nya ke samping dan melihat Thalia yang tertidur di samping nya dengan posisi duduk,kepala Thalia pasti akan sakit karena tidur dengan posisi itu.
Regan mengangkat badan nya menggosok mata nya lalu melihat jam yang menunjukkan pukul 7 pagi,Michel meminta nya mengantar Thalia sebelum jam 8 dengan cepat Regan menggoyangkan badan Thalia.
“Lia,bangun.Kamu hari ini ada praktikum kan?”
Thalia membuka mata nya lalu memegang kepala yang pusing,semalaman dia tidur dengan posisi duduk dan membuat leher dan kepala nya sakit.
“Jam berapa?” tanya mengantuk,rasanya baru tidur 1 jam
“Jam 7 pagi”
“APA?! Aku terlambat” Thalia panik,tidak mungkin untuk nya pulang ke kos nya untuk berganti pakaian,dia akan terlambat jika melakukan itu.
“Di dalam lemari ku ada pakaian Wanita jika kamu ingin memakai nya” Thalia berhenti dan memandang Regan dengan heran,dari mana ada pria itu dapatkan?
“Punya siapa?”
“Aku baru membeli nya online malam tadi,saat kamu mengatakan ingin menginap.”Jelas Regan,Thalia bernafas lega dia lalu mengangguk mengikuti Regan menuju kamar pria itu.Regan membuka lemari nya dan benar saja sepasang pakaian yang sangat pas di badan Thalia,dari penampakan nya seperti nya masih baru dan segel nya pun masih terpasang.
“Kamu mandi duluan,nanti aku antar ke kampus”
“Jangan” Tolak Thalia cepat,”Aku bisa sendiri” lanjut nya.
Regan menatap Thalia lekat,”Kamu ingin aku di bunuh Michel setelah ini? Dia mengatakan jika aku harus mengantar kamu besok”
Thalia menghembuskan nafas jengah,sudah pasti Michel tidak akan membiarkan nya berangkat menggunakan taksi.
**
Thalia mengarahkan pandangan nya ke luar jendela sedari tadi,baik Regan atau diri nya tidak ada yang memulai percakapan bahkan saat Regan sudah sampai di dalam kampus mereka,Thalia menepuk jidat nya dia mengapa dia tidak meminta Regan untuk menurunkan nya di depan saja.
“Ayo Lia” Regan melepas sabuk pengaman nya dan memandang Thalia yang nampak ragu.
“Kenapa?” lanjut nya
“Hmm bisa aku keluar lebih dulu baru kamu Re?”
Regan mengerutkan kening nya,”Kenapa nggak sama sama aja?”
Thalia meringis,iya untuk Regan tidak apa apa tapi tidak untuk diri nya,di luar saja sudah ada fans Regan yang setia menunggu pria itu,apa jadi nya Thalia jika dia terlihat keluar bersama Regan.
Regan menatap Thalia lekat,dia tahu jika Thalia takut untuk keluar.Dia mengamit tangan Thalia dan mengenggam nya,Thalia memadang Regan dengan bingung.
“Jangan takut,kamu adalah pacar ku.Sudah seharus nya mereka tahu jika kamu adalah pacarku” Regan menatap Thalia dengan dalam,ada keraguan di hati Thalia tapi dia diam saja bahkan saat Regan keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Thalia.
“Ayo Lia,kamu tidak ingin terlambat kan?” Tanya Regan,Thalia memandang Regan ragu sekali lagi.
“Kamu yakin?” Tanya Thalia,Regan tersenyum tipis.
“Apa yang harus aku sembunyikan? Aku memiliki seorang pacar yang sangat cantik dan semua orang harus tahu itu” Thalia terdiam,dia melirik jam tangan nya yang menunjukkan pukul 08.50,10 menit lagi dia akan masuk praktikum.
Thalia menguatkan hati nya,lalu keluar dari mobil Regan.Dapat dia rasa jika perhatian seluruh orang di sekitar nya sedang menatap ke arah mereka,Regan yang melihat Thalia nampak gugup mengamit tangan Thalia,dia mendekatkan wajah nya dan berbisik ke Thalia.
“Jangan takut,mereka hanya penyuka ku tapi pemilik hati ku adalah kamu”
Wajah Thalia memerah mendengar perkataan Regan,sepanjang perjalanan Regan mengamit tangan nya dengan erat bahkan Regan mengantarkan Thalia pergi ke fakultas farmasi.
Thalia tidak mengerti padahal dia tidak menjawab apapun dari permintaan Regan untuk menjadi pacar nya,tapi pria itu sudah mengklaim jika Thalia adalah pacar nya.Bahkan pria itu seakan lupa apa yang pernah terjadi,tujuan dari Regan pun Thalia masih tidak mengetahui nya.
“Ciee yang bakal terkenal satu universitas” Kyla berbisik di dekat Thalia saat Thalia mendekati nya,Thalia menolehkan kepala nya kebelakang dan melihat Regan yang tersenyum.
“Diam,aku pasti mendapat terror lebih banyak setelah ini” ucap nya lesu,tapi mau bagaimana lagi Regan bersikeras ingin mengantar nya sampai fakultas nya.
**
Thalia tersenyum lebar sambil mengelus tangan nya,dia menundukkan kepala nya sedangkan Michel bersedekap menatap Thalia.Setelah pulang dari kampus Thalia langsung pergi ke Apartemen Michel untuk membujuk pria itu,sepanjang perjalanan Michel mengantar Thalia ke kos Michel hanya diam dan itu yang membuat Thalia tidak enak hati.
“Maaf ya Chel,janji setelah ini aku akan mengangkat telpon dari kamu terus” Thalia mengucapkan nya dengan manja,dia memeluk sebelah tangan Michel.
Michel menatap Thalia lalu mendengus,”Ada 3 kesalahan yang sudah kamu lakuin,pertama tidak mengangkat telpon dari aku,kedua menginap di rumah Regan dan ketiga kenapa kamu masih bisa menyukai Regan!?”
Thalia meringis dia menggaruk kepala nya,untuk pertanyaan ke 3 dia tidak memiliki jawaban pasti untuk itu,dan lagi kenapa dia harus menyukai Regan bahkan setelah Regan menolak nya?
“Aku minta maaf” ucap Thalia sedih,Michel mengarahkan pandangan nya ke Thalia tidak tega lalu mengusap kepala Thalia.
“Its okay,itu pilihan kamu” ucap nya,Michel berjalan menuju sofa nya lalu duduk,di iringi Thalia yang juga ikut duduk di samping nya.
“Chel,kamu tidak suka aku dekat dengan Regan?” tanya Thalia,Michel menolehkan pandangan nya menatap Thalia lalu tersenyum.
“Aku bukan nya tidak suka kamu dekat dengan Regan,tapi aku masih curiga alasan dia mendekati kamu untuk apa” Michel menarik nafas lalu menghembuskan nya,”Aku hanya takut jika kamu hanya sebagai pelarian atau di jadikan mainan sama Regan”
Thalia terdiam,Michel benar alasan Regan untuk mendekati nya pun tidak jelas,dia mengatakan jika dia mencintai Thalia,tapi apakah itu bisa di percaya setelah dia pernah menolak Thalia?
“Kamu ingatkan dia pernah menolak kamu waktu itu dan sekarang dia malah dengan mudah nya mengklaim jika kamu adalah pacar nya” lanjut Michel,lagi lagi Michel benar,Regan bertingkah seolah dia mencintai Thalia tapi kita tidak tahu apakah hal itu benar benar tulus di lakukan oleh Regan.
“Jadi aku harus bagaimana?” Thalia sangat bingung sekarang,Michel memadang Thalia lekat,sudah hampir seluruh hidup nya di habiskan bersama Thalia sejak kecil,Thalia bagai diri nya yang lain tentu dia tidak ingin Thalia tersakiti karena itu akan menyakiti hati nya juga.
“Kamu masih mencintai Regan?”
Thalia hanya diam tidak menjawab pertanyaan Michel.
“sudah aku tebak jika kamu masih mencintai Regan,aku hanya tidak ingin kamu harus tersakiti untuk dua kali nya,tapi aku juga tidak bisa melarang kamu untuk dekat dengan Regan” Michel berhenti sejenak menarik nafas.”Berhati hati lah untuk sekarang,kamu tidak akan pernah tahu Regan itu seperti apa”