PART 30 ALEX

1092 Kata
“Lia kamu sudah selesai?” Thalia menolehkan pandangan nya ke samping dan terkejut saat melihat Regan sudah menunggu di depan kelas nya,pria itu terlihat kusut dengan jas lab yang masih terpasang dan laporan yang menumpuk di tangan nya. “Ah Re,kamu disini?” Regan mengangguk lalu tersenyum dia ingin menarik tangan Thalia tapi terhenti saat mendengar suara Alex dari belakang. “Thalia,ayo kita pergi ke ka-“ Ucapan Alex terhenti saat melihat Regan di depan nya,pria itu menatap Regan dengan bingung begitu juga dengan Regan yang menatap Alex dengan bingung. “Kamu satu kelas dengan Alex?” Regan mengalihkan pandangan nya dan menatap Thalia. Thalia mengangguk,dia mengambil mata kuliah atas jadi tidak heran jika dia satu kelas dengan Alex. “Aku ngambil mata kuliah atas” jawab Thalia,telapak tangan Regan mengepal tapi wajah nya tetap datar menatap Alex. “Kami mau ke kantin,kamu ikut Re?” Tanya Alex santai,Regan menatap Thalia yang hanya diam lalu mengangguk. Alex dan Thalia berjalanan beriringan sedangkan Regan berjalan di belakang mereka,Alex dan Thalia terlihat sangat dekat satu sama lain Thalia bahkan bisa tertawa lepas bersama Alex tidak seperti saat bersama nya. “Ka,kamu tahu saat ibu Rizka nanya tadi.Tangan aku gemetaran” Thalia bercerita kepada Alex saat mereka kelas tadi,Thalia yang saat itu sedang sibuk mencatat semua materi ibu Rizka tiba tiba di tanya pertanyaan yang tidak dapat Thalia jawab. Alex mengangguk geli,dia ingat bagaimana wajah cengo Thalia tadi,”Untung saja ada aku tadi,kalau tidak bisa di minta cari jurnal kamu” Jawab Alex,Thalia mengangguk dia sangat bersyukur saat dia kebingungan tadi ada Alex yang membantu nya menjawab,jika tidak Thalia tidak bisa membayangkan nasib nya sekarang. “ehmm” Thalia tersentak,dia dan Alex menolehkan badan nya ke belakang,di belakang Regan hanya diam sambil menampilkan wajah datar dan dingin nya. “Re,sorry aku lupa ada kamu” canda Alex,tapi Regan hanya diam tidak menanggapi. “Turnamen nanti kamu ikut?” Regan menggeleng,”Tidak,aku ada penelitian minggu” “Wow,baru semester awal kamu sudah di ajak penelitian?” Alex kagum kepada Regan,biasanya para dosen akan mengajak mahasiswa semester 4 atau 5 ke atas untuk penelitian tapi Regan baru semester 2 tapi dia sudah di ajak untuk ikut penelitan.Suatu pencapaian yang sangat bagus. Thalia memakan makanan nya dengan canggung,dia hanya sendirian di sini yang perempuan sisa nya penuh dengan pria pria yang nongkrong di kanting.Di depan nya Regan yang memakan makanan nya dengan tenang sedangkan di samping nya ada Alex yang juga memakan makanan nya. “Thalia,setelah selesai kelas mau menemani aku untuk pergi beli buku?” Thalia menolehkan pandangan nya ke Alex,”Bole-“ “Thalia sudah janji untuk menemani aku penelitian” potong Regan langsung,Thalia melototkan mata nya sejak kapan dia berjanji ke Regan seperti itu? “Benar itu Thalia?” Alex mengarahkan pandangan nya ke Thalia,sedangkan Thalia menatap lurus Regan yang memandang nya dingin. Thalia menghembuskan nafas nya lalu mengangguk,”Iya Ka” Regan tersenyum tipis mendengar perkataan Thalia. ** “Kamu sudah dapat belum obat nya?” Thalia menolehkan pandangan nya ke Kyla,dia sudah hampir menyerah untuk menerjemahkan resep yang di berikan. “Sudah dong” Kyla berkata dengan angkuh nya,dia mengambil catatan dan memperlihatkan semua nya ke Thalia,Thalia berdecak kagum Kyla sudah 4 resep sedangkan dia sama sekali belum. “Eh ajarin dong” Thalia menyerahkan resep nya kepada Kyla,Kyla langsung mengambil resep itu,mengamati nya sebentar lalu menulis di buku catatan nya. “nih” Dia menyerahkan catatan nya kepada Thalia lagi. “Loh,kamu tahu dari mana kalau ini paracetamol?” Tanya Thalia bingung,dia sudah mengamati resep itu 1 jam lama nya tapi tidak tahu jika itu paracetamol,”Bukan nya itu paraf dokter?” Lanjut nya. Kyla menghela nafas nya lalu menoyor kepala Thalia gemas,”Ini paracetamol bego,kalau ini paraf dokter nya” Kyla mengambil pulpen dan menandai paraf dokter yang dia maksud. Thalia terdiam dia mengamati lagi tulisan di resep itu,dan masing bingung bagaimana bisa itu di terjemahkan dalam obat paracetamol. “Paracetamol nya dari mana coba?”tanya Thalia masih bingung,Kyla menggelengkan kepala nya lalu mengambil pulpen nya. “Ini tulisan nya pct,p” Kyla menunjuk beberapa bagian huruf yang tidak tertulis dengan pas. “C terus T.Kepanjangan dari Pct apa?” “Paracetamol” Jawab Thalia dengan polos. “nah itu kamu tahu” Kyla hampir melemparkan pulpen nya kesal. “Tapi bagaimana kamu bisa membaca resep ini?” “Sebenarnya mudah sih,kunci nya kita harus tahu singkatan dari obat itu apa terus tinggal menebak nya saja” jelas Kyla,Thalia mengangguk pelan walau sebenarnya belum terlalu paham tapi dia akan berusaha lain kali. Ting Thalia mengambil handphone nya yang bergetar,ada notifikasi dari Regan. “Aku di laboratorium Anatomi,setelah selesai kelas kamu bisa langsung kesini” Thalia menghela nafas nya,dia mengutuki mengapa diri nya mengiyakan perkataan Regan,dan sekarang pria itu serius meminta nya menemani nya penelitian. ** Thalia berjalan masuk ke lab anatomi,tidak ada orang disini selain diri nya karena memang lantai 4 ini penuh dengan laboratorium dan praktikum akan selesai di jam 5 sore sedangkan sekarang adalah jam 6 sore,dia memasang jas lab nya dan masuk. Di dalam sudah ada Regan yang terlihat sibuk membedah mayat,Thalia tidak tahu penelitian apa yang di lakukan Regan tapi dia merinding melihat Regan membedah mayat beserta seorang dosen. Regan menolehkan badan nya ke belakang dan tersenyum melihat Thalia yang sudah duduk manis di pojok sambil memainkan handphone nya,dia melepas sarung tangan dan penutup kepala nya dan berjalan menuju Thalia. “Lia,sudah datang?” Sapa nya,Thalia mengangkat kepala nya dan langsung menutup hidung nya dengan erat. “Kenapa?” Tanya Regan bingung,Thalia menggeleng dan meminta Regan menjauh dengan tangan nya. “Badan kamu bau formalin” pekik Thalia,dia tidak tahan dengan bau formalin dan itu juga yang membuat nya tidak suka masuk ke lab Anatomi. Regan tersenyum dia berjalan mendekat dan membuat Thalia panik,dia ingin bangkit tapi tangan nya malah di tahan oleh Regan,Regan langsung memeluk badan Thalia dan membuat Thalia berontak. “Regan!,lepas nanti badan ku bau formalin” kesal Thalia,dia memukul lengan Regan berulang kali hingga pria itu melepaskan pelukan nya. Regan tertawa puas saat melihat wajah kesal Thalia,”Tunggu sebentar ya sayang,sebentar lagi akan selesai” ucap nya lalu pergi meninggalkan Thalia yang masih sangat kesal. Thalia mencium baju lab nya dan mengumpat kesal,karena Regan yang tiba tiba memeluk nya membuat jas lab nya bau formalin.Sedangkan Regan hanya tertawa geli. “Pacar kamu?” Dosen yang membimbing Regan penelitian itu bertanya,dia melihat bagaimana Regan menjahili perempuan yang baru masuk itu. Regan mengangguk malu,”Iya pak,dia pacar aku” dosen itu tersenyum mendengar perkataan Regan.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN