PART 31 APARTEMEN MICHEL

1002 Kata
Regan melepas jas lab dan sarung tangan nya setelah berkutat hampir 3 jam lama nya akhirnya dia selesai untuk hari ini. “terimakasih ya Regan untuk bantuan nya hari ini” Regan mengangguk sopan kepada dosen nya. “Regan pulang lebih dulu ya pak” pamit nya,Dosen nya pun mengangguk.Regan membalikkan badan nya dan berjalan menuju Thalia yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu. “Mengerjakan apa?” Thalia mengangkat kepala nya dan terkejut melihat Regan yang sudah berdiri di depan nya sambil menatap nya penasaran.”Kamu mengagetkan ku Re” Dia merapikan kertas yang berserakan,”Sudah selesai?” Regan mengangguk,dia memperhatikan pekerjaan yang Thalia kerjakan tadi,”ada tugas?” Thalia mengangguk lesu,”Cuma di minta untuk membaca resep aja sih” Regan mengambil kertas resep lalu membaca nya. “Kamu di minta untuk menerjemahkan ini?” “Tidak,tapi Cuma ingin belajar saja” Jawab Thalia,dia malu juga tidak bisa menjawab pertanyaan tentang resep obat seperti ini. “Kami kedokteran sudah di izinkan untuk menggunakan tulisan seperti ini,ini tidak di perbolehkan karena bisa menyebabkan kesalahan dalam pemberian obat” “Eh serius?” tanya Thalia semangat,Regan mengangguk. “untuk menanggulangi kesalahan dalam pemberian obat jadi kami tidak di perbolehkan lagi” Thalia menghela nafas lega mendengar nya,jadi dia tidak perlu belajar begitu keras jika begitu. “Ayo kita pulang” Regan mengamit tangan Thalia dan mereka berjalan keluar kampus bersamaan. “Eh Re,kenapa di situ rame banget?” Thalia mengarahkan telunjuk nya ke kumpulan mahasiswa yang sedang berkumpul di tengah api unggun. “seperti nya lagi ada kegiatan UKM lain” jawab nya,Thalia mengangguk.DIa memperhatikan para mahasiswa yang berdiri dengan riang di pinggir api unggun,Thalia ingin ikut tapi UKM nya tidak mengadakan acara seperti itu. “Kita makan dulu ya” Thalia hanya mengangguk,dia menyandarkan badan nya di kursi.Tubuh nya sangat Lelah belum lagi dia harus menghapal beberapa singkatan untuk resep.Kuliah di jurusan farmasi tidak semudah di pikiran nya,dia kira kuliah nya bisa lebih santai sedikit tapi dia salah setiap hari jadwal nya sangat padat belum lagi laporan yang terus menumpuk. ** Regan membawa Thalia ke rumah makan nasi padang,sebenarnya Regan ingin membawa Thalia ke tempat yang lebih bagus tapi Wanita itu menolak dengan beralasan mahal. “Mau apa?” Tanya Regan,Thalia melihat menu makan nya lalu menujuk ayam gulai kesukaan nya,Thalia sudah lama tidak memakan ayam gulai karena dilarang oleh Michel,Michel bilang jika makan itu tidak baik untuk Kesehatan nya jika keseringan.Jadi Thalia mencoba mengurangi nya. Regan memandang cara Thalia makan,tidak ada kata jaim untuk Thalia Wanita itu makan terlihat apa ada nya,dan itu yang membuat Regan suka dari Thalia.Mereka berbicara ringan dan sesekali Thalia tertawa lepas karena candaan dari Regan.Regan tersenyum ada kemajuan,sekarang Thalia bisa tertawa lepas bersama nya. “Mau langsung pulang habis ini?” Thalia mengangguk,setelah menghabiskan makanan nya mata menjadi sangat mengantuk.Setelah pergi membayar mereka keluar dari rumah makan. “Kos kamu di mana?” “Hmm antarkan aku ke Apartemen Michel aja Re” “Apartemen Michel?” Regan mengerutkan kening mendengar nya. “Iya,Michel minta aku untuk menginap di Apartemen” “Kamu bawa baju ganti?” Thalia menggeleng,buat apa dia membawa jika pakaian nya lebih banyak di APartemen Michel daripada di kos nya sendiri. “Baju aku di Apartemen Michel” Regan hanya diam,dia merasa heran bearti Thalia sering menginap di Apartemen Michel,sial mengapa dia harus cemburu akan hal ini? Setelah 25 menit Regan sampai di Apartemen Michel,Regan memperhatikan Apartemen Michel.Itu adalah Apartemen yang cukup bagus tidak heran jika Michel pergi ke kampus menggunakan mobil setiap hari nya.Tapi jika Michel tinggal di Apartemen bagus seperti ini kenapa Thalia tidak tinggal di sini juga? Regan mencoba menahan kecemburan nya,dia baru saja mendapat kemajuan dia tidak ingin membuat Thalia marah dengan melarang nya pergi ke APartemen Michel untuk sekarang ini. “Terimakasih ya Re” Thalia turun dari mobil Regan lalu melambaikan tangan nya kepada Regan dan di balas oleh Regan,setelah Regan menjauh barulah Thalia masuk ke Apartemen Michel. Michel menchat dia untuk membawakan makanan,Michel tahu jika dia pulang dengan Regan dan karena itu juga Michel meminta nya untuk membawakan nya makanan. Thalia memasukkan password Apartemen yang sudah di hapal di luar kepala nya,dia masuk ke dalam dan melihat Michel yang sedang duduk di depan layar laptop nya. “Makanan ku mana?” Tanya nya tanpa mengalihkan pandangan nya.e Thalia meletakkan makanan di atas meja,lalu menjatuhkan badan nya di sofa empuk Michel. “kamu lagi belajar apa?” “Farmakokinetik” Michel bangkit dari duduk nya dan mengambil makanan nya,Thalia menegakkan badan nya dan memandang Michel heran. “Untuk?” tanya nya polos,tidak biasa nya Michel belajar. “besok ujian,jangan bilang kamu lupa?!” Thalia melebarkan mata nya,sial dia baru ingat jika mereka memiliki ujian besok.Matilah dia besok jika tidak belajar. “Pinjam catatan kamu dong Chel” Michel mendengus,benar tebakan nya jika Thalia belum belajar.”Di atas meja” Thalia tersenyum lebar lalu berjalan mengambil buku catatan Michel,untung saja dia pergi ke Apartemen Michel malam ini. *** Thalia tersenyum lebar,dia sudah selesai ujian dan dia berhasil menjawab seluruh soal tadi. “Ke cafetaria yuk” Ajak Kyla. “Kamu duluan aja,aku ke toilet dulu nanti nyusul” Kyla mengangguk lalu pergi lebih dulu,Thalia berjalan menuju toilet dia merapikan riasan wajah nya lalu mencuci tangan nya. Brakk Thalia terkejut,dia langsung membalikkan badan nya terlihat 2 orang Wanita yang Thalia tebak itu adalah kaka tingkat nya yang berjalan ke arah Thalia dengan angkuh nya. “Kamu Thalia kan?” Tanya nya angkuh,Thalia mengangguk.wanita itu lalu tersenyum sinis lalu langsung menarik badan Thalia ke dalam toilet. Brak Thalia meringis saat punggung menabrak dinding toilet,dia melihat tangan nya yang terbentur membiru. “Lepas!” Thalia melepaskan cengkraman tangan Wanita itu di pakaian nya,tapi tangan nya tidak sebanding karena mereka berdua mengunci badan Thalia. Thalia memperhatikan wajah Wanita itu dan dia mengenali nya,salah satu nya adalah Tasya kaka tingkat saat mereka pergi mendaki gunung. Tasya tersenyum sinis,dia menaikkan tangan nya lalu mencengkram dagu Thalia sedangkan Wanita satu nya mengambil pisau kecil dan menggoreskan nya di tangan Thalia.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN