PART 32 GORESAN

1228 Kata
Thalia menutup mata nya menahan perih karena goresan mata nya,dia mendelik dan melihat darah yang mencucur dari tangan nya. “Mau kamu apa?” tany Thalia tersendat,Tasya hanya tersenyum lalu mengeratkan lagi cengkaraman nya. “Jauhi Regan!” Ucap nya penuh penekanan. Dia tersenyum lagi,”Aku tidak mengerti mengapa Wanita seperti kamu bisa di dekati oleh 2 pria terkenal di kampus sekaligus,untuk cantik pun kamu tidak terlalu cantik” Jawab nya angkuh,Tasya merasa sangat puas melihat Thalia yang tidak bisa melawan. “Pertama kamu mendekati Michel,setelah dekat kamu Kembali mendekati Regan.Katakan berapa harga kamu menjual diri ke mereka?!” Thalia hanya diam,hati nya benar benar sakit saat mendengar perkataan diri nya menjual diri kepada Michel dan Regan. “Aku tidak melakukan itu” jawab Thalia,dia sudah biasa di terror oleh mahasiswi lain.Tapi mendapat perlakuan seperti ini baru pertama kali. “Kamu kira aku percaya?” Tanya nya marah,Tasya mengambil pisau kecil yang di gunakan untuk menyayat tangan Thalia tadi,dia Kembali menggores pisau itu di tangan Thalia.Thalia menutup mata nya menahan perih,belum kering da rah di tangan nya sekarang dia mendapat luka goresan lagi. “Aku peringatkan kamu sekali lagi untuk menjauhi Regan,Regan hanya punya ku dan tidak seorang pun bisa mendapatkan nya! Aku dia akan segan segan melakukan hal yang lebih dari ini jika kamu masih mendekati Regan.” Tasya melepaskan cengkaraman nya di dagu Thalia lalu pergi begitu saja. Thalia menegakkan tubuh nya,dia membilas darah yang terus keluar dari tangan nya.Dia mencoba menahan tangis nya dan pergi keluar toilet. “Thalia kamu tidak apa apa?” Kyla dan Michel berlari menghampiri diri nya,Kyla yang lebih dulu pergi ke cafetaria bertemu dengan Michel mereka berbicara tapi karena Thalia yang terlalu lama tidak menyusul mereka memutuskan untuk pergi. Michel menarik tangan Thalia dan terbelalak kaget saat meliat luka goresan di tangan Wanita itu,sedangkan wajah Thalia hanya datar. “katakan siapa yang melakukan ini?” Tanya nya khawatir,Thalia mengarahkan pandangan nya ke Michel lalu melepas tangan Michel di tangan nya. “Aku ingin sendiri” ucap nya,lalu pergi berlari.Thalia pergi berlari menuju Lorong di ujung dia sudah berusaha menahan tangisan nya di depan Michel. Regan mendelikkan mata nya saat melihat Thalia yang berlari menuju Lorong,kening nya mengerut lalu berjalan mengejar Thalia.Regan memang pergi ke fakultas farmasi untuk mengajak Thalia makan siang dan mata nya malah melihat Thalia yang sedang berlari menuju Lorong ujung. Regan mengedarkan pandangan nya ke samping dan melihat Thalia yang hanya berdiri dengan tatapan kosong di tepi tangga. “Lia,kamu kenapa?” Regan menjadi khawatir saat melihat tatapan dingin Thalia,tatapan Wanita itu selalu hangat tapi tidak sekarang. Thalia hanya menatap Regan dengan dingin,dia tidak menghiraukan perkataan Regan.Regan mengamati Thalia lalu melihat darah yang merembes dari tangan Wanita itu,Regan menjadi panik lalu mengambil tas nya dan mengeluarkan penutup luka. Saat Regan ingin meletakakn penutup luka itu di luka nya Thalia menarik tangan nya dengan keras. “Jangan sentuh aku” ucap Thalia dingin,Regan menatap Thalia bingung. “Lia ada apa? Aku pacar kamu” “Kamu bukan pacar ku!” Thalia berteriak di depan Regan,nafas Wanita itu tersengal menatap Regan. “Aku tidak pernah menyetujui atau meiyakan atas hubungan kita.Kamu lah yang memaksa aku” ucap nya,Thalia menatap Regan berang setelah itu dia langsung pergi menaiki tangga ke lantai atas. Regan yang melihat itu ingin mengejar tapi dia urungkan,dia tidak tahu penyebab Thalia marah kepada nya,Wanita itu terlihat sangat marah tapi Regan tidak tahu penyebab nya. ** Thalia berlari menuju lantai 5 yang kebetulan sepi,dia menyandarkan badan nya di dinding lalu melihat luka goresan di tangan nya yang menitikkan darah,dia menghela nafas nya di bandingkan dengan luka goresan ini luka di hati nya lebih perih dari ini,nafas nya terasa sesak sekarang dia ingin menangis tapi dia tidak bisa melakukan nya. Thalia tidak mengerti mengapa diri nya harus selalu yang terkena hal seperti ini,bukan keinginan nya untuk mencintai Regan,hati nya tidak bisa memilih.Dia hanya ingin hidup normal dengan tenang seperti biasanya tidak seperti ini. “Lia” Thalia mengangkat kepala nya dan melihat Regan yang mendekati nya dengan khawatir,”kamu kenapa?” Tanya Regan lagi,dia benar benar khawatir melihat Thalia yang menghindari nya. Regan berjalan mendekati Thalia dan memegang bahu Thalia,kali ini Wanita itu tidak menghindar seperti tadi. “Lia” Ucap Regan lagi,Thalia hanya menundukkan kepala nya menatap sepatu nya. “Aku ingin pulang Re” Thalia mengucapkan nya sangat pelan bahkan jika Regan tidak berada dekat dengan Thalia dia tidak bisa mendengar suara Wanita itu. “Aku antar” Regan ingin mengamit tangan Thalia lagi tapi Thalia Kembali melepas genggaman nya,Regan membalikkan badan nya dan menatap Thalia bingung. “Aku tidak bisa lewat depan” Lirih nya,Regan terdiam sejenak lalu mengangguk. “Baiklah kita lewat belakang aja ya” Regan tidak menggandeng tangan Thalia seperti awal tadi,Regan tidak ingin Thalia menolak nya seperti tadi.Regan mengeluarkan penutup luka dari tas nya. “Kita obati ini dulu” Regan menarik tangan Thalia pelan,dia mengamati luka nya,itu adalah luka gores seperti pisau kecil atau gunting yang di sayatkan di tangan dengan sengaja. “Siapa yang melakukan ini?” Thalia hanya diam menatap Regan dengan datar,Regan menghela nafas nya baiklah seperti nya Thalia tidak ingin menceritakan nya sekarang. Thalia hanya diam sepanjang jalan,kepala nya dia sandarkan di jendela mobil dengan mata terpejam sedangkan Regan hanya diam sesekali mengamati Thalia yang memejamkan mata nya. Regan melirik handphone nya yang berbunyi itu dari Michel,dia menolak panggilan dari Michel dan mengirimi pesan dengan satu tangan nya. “Aku mengantar Thalia pulang” tulis Regan lalu meletakkan Kembali handphone nya,dia menghela nafas lagi.Baru saja kemarin ada kemajuan di hubungan mereka tapi kenapa Thalia terlihat ingin menghindari dia lagi sebenarnya apa yang terjadi kepada Thalia? ** sudah setengah jam Michel berlutut di depan Thalia,tapi Thalia hanya diam tidak memperdulikan pertanyaan Michel.Dia malah sibuk melepas penutup luka yang di berikan Regan tadi dan membersihkan nya. “Thalia,siapa yang melakukan ini?” Michel hampir menyerah sekarang,kaki nya sudah terasa kebas berlutut di hadapan Thalia sedangkan si empu hanya diam. “kamu marah sama aku?” Thalia menggeleng,Michel ternganga nah sekarang Thalia menjawab pertanyaan nya tapi kenapa pertanyaan tadi tidak di jawab nya? “Lalu kenapa tangan kamu luka? Kamu tidak mencoba bunuh diri kan?” Thalia mendelik marah menatap Michel,dia lalu memukul kepala pria itu. “Aku masih ingin hidup bodoh!” “Lalu kenapa kamu menggores tangan kamu sampai luka seperti itu?” Ya mungkin saja kan Thalia putus asa lalu memutuskan untuk menggores tangan nya. Thalia diam dia menatap Michel sebentar lalu menundukkan kepala nya lagi,Michel menghela nafas frustasi mau sampai kapan Thalia diam seperti itu. “Ini bukan luka besar,tidak usah khawatir” ucap Thalia akhirnya,dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Michel.Pria itu akan marah besar jika mengetahui nya. “Tapi aku benar benar khawatir,apalagi saat kamu keluar dari toilet dengan tatapan yang dingin,pasti ada sesuatu yang terjadi tadi” Thalia menarik nafas nya lalu menatap Michel,”Tidak ada yang terjadi” kekeh Thalia,Michel diam lalu menatap Thalia.Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Thalia dan Michel bisa merasakan nya. “Kamu tidak di ganggu sama geng Tasya itu kan?” “Hah?” tanya Thalia terkejut,bagaimana Michel bisa kenal dengan Tasya. Michel mengangkat kedua bahu nya,”Ya aku Cuma menebak,Tasya menyukai Regan dan hampir semua orang tahu hal itu.Mungkin saja kan dia mengancam kamu karena dekat dengan Regan” Tebak Michel,Thalia terdiam sial bagaimana Michel bisa menebak nya dengan benar?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN