PART 33 JARAK

1142 Kata
“Jangan pernah dekati Regan,jika sekali saja aku melihat mu mendekati Regan kamu akan mendapat balasan nya” Baru saja Thalia Thalia meletakkan tas nya,dia sudah mendapatkan pesan dari seorang yang tidak di kenal,Thalia mengeriyitkan dahi nya seperti nya dia tahu siapa yang mengirim pesan ini,sial bagaimana Tasya mendapatkan kontak nya? “Hai,tumben datang pagi” Alex tersenyum kepada Thalia,dia meletakkan tas nya di samping Thalia,Thalia balas tersenyum. “Kebetulan Michel ada yang di kerjakan ka,jadi datang nya agak cepat” Balas Thalia,dia melirik jam tangan nya yang menujukkan pukul 9 pagi,1 jam lebih sampai kelas nya di mulai.Kebetulan ini adalah kelas mata kuliah atas jadi tidak ada Kyla dan Michel. “Hmm boleh aku bertanya sesuatu?” Alex menatap Thalia dengan serius,Thalia mengangguk. “Sebenarnya hubungan kamu dengan Michel apa? Aku hanya penasaran karena kalian sering berangkat dan pulang bersama” Alex benar benar penasaran dengan hubungan Michel dan Thalia,sering dia lihat Michel selalu berada di samping Thalia. “Dia pacar kamu?” Tanya Alex lagi dan membuat Thalia tertawa.Alex mengerutkan kening nya melihat Thalia yang tertawa. “Dia bukan pacar aku ka,tapi sepupu” Alex membuka mulut nya lebar,dia tidak menyangka jika Thalia dan Michel ternyata sepupu. “Jadi dia bukan pacar kamu?” Thalia menggeleng,terdengar helaan nafas lega dari Alex. “Banyak yang mengira kami memiliki hubungan tapi sebenarnya tidak” “Tapi kenapa kamu tidak bilang ke orang lain jika kalian keluarga?” Thalia mengangkat kedua bahu nya,buat apa dia memberitahu ke orang lain tentang hubungan nya dengan Michel.Biarlah orang menebak hal itu sendiri. ** Kyla mengambil coffe nya,dia mengusap mata nya berkali kali.Malam tadi dia hanya tidur 1 jam karena menonton film kesukaan nya dan sekarang dia sangat mengantuk.Kyla membayar coffe nya lalu duduk di kursi yang di sediakan,dia mengambil handphone nya dan mulai memainkan nya dengan serius. “Eh gimana berhasil kemarin?” “Berhasil dong puas banget kemarin,tangan nya aku sayat sayat buat ancaman” Kyla awal nya tidak tertarik dengan pembicaraan orang di sebelah nya ini,tapi setelah mendengar kata sayatan dia teringat dengan Thalia yang tangan nya juga terdapat sayatan kemarin.Dia memalingkan wajah nya dan melihat Tasya kaka tingkat nya sedang asik berbicara dengan teman nya. “terus gimana dia nangis?” “Hampir,untung aja aku masih punya hati Nurani kalau tidak sudah habis ku habisi” ucap nya dengan sombong,Kyla perlahan mendekati mereka untuk mendengar lebih jelas. “Wah mantap,tapi Thalia memang perlu di beri pelajaran.Bisa bisa nya dia setelah mendekati Michel lalu mendekati Regan,jala ng banget” ucap seorang teman nya,Kyla menutup mulut nya terkejut jadi yang mereka bicarkan sedari tadi adalah Thalia,sialan. “Ceritain dong kisah lengkap nya” Desak satu teman nya lagi,Tasya tersenyum lalu menaikkan dagu nya. “ya biasa aja sih,aku seret dia ke toilet lalu beri ancaman untuk jauhi Regan.Masih Awal lah ya belum terlalu seru” Ucap nya,dia mengatakan nya dengan santai,Kyla meremas tangan nya kesal mendengar cerita Tasya.Wanita itu tidak merasa sedikit pun karena melakukan itu pada Thalia. Kyla bangkit dari duduk nya,dia mengambil coffe nya lalu berjalan mendekati Tasya dan teman teman nya.Dia membalikkan semua isi coffe nya ke kepala Tasya. “Ups maaf nggak sengaja” ucap nya santai,semua orang yang di cafetaria menatap mereka. Brak “Maksud kamu apa sih!” Tasya bangkit dari duduk nya,dia tidak terima kepala nya di guyur dengan coffe panas. “nggak apa apa,aku Cuma numpahin coffe ini nggak sengaja” “Tapi kenapa di kepala aku!” Kyla menatap Tasya yang murka dengan santai,dia lalu menaikkan sudut bibir nya. “Kenapa? Kalau coffe nya ingin tumpah di sana bagaimana aku bisa mengelak nya?” Tasya melebarkan mata nya,dia mengangkat tangan nya ingin menampar Kyla. “Kenapa nggak di tampar? Kamu takut?” Tantang Kyla lagi,Tasya hanya diam lalu menurukan tangan nya dengan kesal,Kyla tersenyum melihat itu dia lalu pergi begitu saja meninggalkan Tasya begitu saja. Kyla tahu Tasya tidak akan berani untuk menampar nya balik,Tasya hanya tong kosong nyaring bunyi nya.Dia akan menindas siapapun yang takut kepada nya. ** Alex dan Thalia berjalan beriringan sambil tertawa kecil,Alex baru saja menceritakan sebuah cerita konyol kepada nya dan itu yang membuat Thalia tertawa lepas. “Setelah kejadian itu aku tidak ingin naik sepeda lagi” Tutur nya,Thalia tertawa mendengar nya Alex benar benar tidak pernah gagal untuk menghibur nya. “Setelah kelas ini,aku mau ke club.Kamu ikut?” Ajak Alex,Thalia terdiam sebentar lalu mengangguk. Mereka berjalan menuju tempat club tenis karena kebetulan Thalia juga tidak mempunyai kelas habis ini,dan daripada dia bosan setengah mati menunggu Michel menyelesaikan pekerjaan nya akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan Alex. Thalia masuk ke dalam ruangan nya dan terkejut saat melihat keberadaan Regan,pria itu terlihat sedang memilih bola tenis untuk main,Regan menaikkan pandangan nya dan bertatapan dengan Thalia.Dia memperhatikan orang yang di samping Thalia yang ternyata Alex dan memandang nya datar,bahkan saat Thalia dan Alex melewati nya pun Regan hanya diam lalu pergi. Thalia mengintip dari ruangan untuk melihat permainan tenis Regan,Regan terlihat sangat tampan dengan keringat yang berucucuran di tambah sinar matahari membuat pria itu terlihat mencolok dengan kulit putih nya. “Permainan selesai” Lawan main Regan memberhentikan permainan nya dan bersalaman dengan Regan,setelah menyelesaikan permainan nya Regan meneguk air minum nya dan berjalan menuju ruangan club.Thalia yang melihat itu dengan cepat membalikkan badan nya dan pura pura memainkan handphone nya. Regan masuk ke dalam ruangan dan melirik Thalia yang sedang sibuk bermain handphone nya,dia tersenyum lalu meletakkan peralatan main nya.Regan berjalan Kembali mendekati Thalia dan duduk di samping Wanita itu,Thalia terkejut dia ingin menjauh tapi tapi badan nya lebih dulu di kurung oleh Regan. “Apa sih Re lepas” Thalia berusaha melepaskan lilitan tangan Regan di pinggang nya. “Saat aku main,kamu memperhatikan ku terus tapi saat aku disini kamu seakan tidak peduli” Ucap nya pelan,bukan nya melepaskan lilitan tangan nya Regan justru memperkuat nya. “Lepas Regan,aku ingin keluar” Thalia tidak memperdulikan perkataan Regan,dia ingin cepat cepat menjauh dari Regan walau di ruangan ini hanya ada mereka berdua,tapi tetap saja seseorang bisa masuk dan salah paham akan posisi mereka. Regan menggeleng keras,dia tersenyum melihat pemberontakan Thalia.”Kemarin kita baik baik saja,tapi kenapa sekarang kamu ingin menjauhi ku hm?” Thalia menghela nafas nya Lelah,dia tidak lagi berusaha melepaskan lilitan tangan Regan dan membiarkan pria itu memeluk pinggang nya. “Tangan kamu sudah pulih” Regan menarik tangan Thalia lembut dan melihat luka goresan nya,seperti nya sudah mulai memulih walau masih ada beberapa bekas. “setelah ini kita pergi nonton,kamu mau?” ajak Regan,Thalia menggeleng dengan cepat. “Aku ada janji dengan ka Alex” bohong nya “Tapi-“ “Tidak ada tapi Re,ingat kamu bukan siapa siapa ku dan kamu tidak berhak untuk mengatur aku” setelah mengatakan itu Thalia melepaskan tangan Regan,kali ini Regan membiarkan Thalia pergi.Regan menatap kepergian Thalia lalu menghela nafas. Ya seperti nya Thalia mulai menerapkan jarak lagi untuk mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN