PART 34 NONTON

2066 Kata
Thalia dan Alex benar benar pergi untuk menonton film bersama di bioskop,setelah Alex menyelesaikan pekerjaan nya tadi mereka langsung pergi tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Regan. “aku beli popcorn dulu ya” Alex pergi meninggalkan Thalia,mereka sedang menunggu film nya untuk di putar,Thalia meluruskan pandangan nya dan pandangan nya jatuh kepada Regan yang sedang bersama Tasya,mata nya membulat dengan cepat dia mengalihkan pandangan nya dari sana. “Aku beli nya popcorn caramel,kamu suka kan?” Thalia mengangguk pelan sambil menerima popcorn pemberian Alex,mereka berjalan beriringan masuk ke dalam studio. “Hey,Tasya kamu pergi dengan Regan?” Langkah Thalia terhenti saat Alex menyapa mereka,dia mengutuk kesal dalam hati,kenapa di saat seperti ini Alex harus menegur mereka? Thalia beringsut di belakang badan Alex,tidak berani menatap Tasya.Regan mengalihkan pandangan nya ke Thalia dan menyeringit heran saat Thalia yang terlihat ketakutan di balik badan Alex. “Regan mengajak ku untuk menonton bersama,aku tidak mungkin menolak tawaran nya.Kamu sendiri bagaimana? Sudah ada stok” ucap nya dengan nada penekanan,dia menatap Thalia yang terlihat menghindari tatapan nya. Alex hanya tertawa renyah mendengar sindiran Tasya,dia menarik tangan Thalia dengan lembut dan mengenggam nya. “Untuk Wanita secantik dan sebaik Thalia tidak mungkin hanya ku jadikan stok saja,dia tidak pantas” ucap nya,Thalia hanya meringis mendengar nya apalagi saat pandangan nya tadi bertatapan langsung dengan Regan yang sedang menatap nya tajam. “Kami pergi dulu,sebentar lagi film kami mulai” Alex dan Thalia ingin membalikkan badan nya mereka,tapi tangan Thalia di tahan oleh Regan.Thalia membalikkan badan nya dengan cepat dan menatap Regan dengan bingung. Pria itu hanya diam sambil menatap Thalia tajam,genggaman nya tidak lepas dari lengan Thalia. “Tasya,maaf seperti nya aku tidak bisa menemani kamu nonton sekarang,ada yang harus aku lakukan.” Setelah mengucapkan Regan Kembali menarik tangan Thalia dengan paksa. “Regan,lepas!” “Diam” Hardik Regan dan membuat Thalia menciut,setelah membentak Thalia tadi dia Kembali menarik tangan Thalia hingga melepaskan genggaman tangan Alex. Regan menyeret tangan Thalia,Thalia sudah berontak berulang kali tapi tenaga nya kalah kuat dengan Regan. “Kamu duduk di sini sebentar” ucap nya datar,Thalia hanya diam sambil memperhatikan Regan yang pergi ke bagian pembelian tiket lagi,dia menyeringit heran saat melihat Regan yang membeli tiket nonton lagi. Setelah selesai mengantri Regan berjalan ke tempat Thalia dan duduk di samping nya,”Maaf,aku terlalu kasar tadi.” Sesal nya,Thalia memalingkan wajah nya dia kesal dengan Regan.Dia harus mengatakan apa saat bertemu dengan Alex nanti? “Aku membeli tiket film yang kamu mau nonton waktu itu” Regan memperlihatkan 2 tiket,Thalia memalingkan wajah nya Kembali dan memperhatikan nya.Beberapa hari lalu dia berbicara dengan Michel jika dia ingin menonton film yang sudah lama dia tunggu tapi saat dia pergi dengan Alex tadi pria itu memilih film yang lain. “Lagipula kamu takut kan nonton film horror? Aku lihat kalian ingin menonton film itu tadi” lanjut nya,Thalia hanya diam mendengarkan,Regan benar benar ingat jika dia tidak suka menonton film horror di bioskop. “Maaf,seharus nya aku tidak membentak kamu seperti tadi,tapi aku benar benar cemburu melihat kamu pergi berdua dengan Alex” Regan ingin menarik tangan Thalia untuk di genggam tapi dengan cepat di lepas oleh Thalia. “Lalu bagaimana dengan kamu yang pergi dengan ka Tasya tadi?” Sindir Thalia,tapi Regan malah tersenyum,dia mencubit pipi Thalia dengan gemas. “Kamu cemburu?” Tanya gemas,Thalia menurunkan tangan Regan yang mencubit pipi nya. “Buat apa aku cemburu?” “Tasya yang meminta aku untuk nonton dengan dia,kebetulan kamu juga nonton jadi aku terima ajakan nya” “Tapi kata dia kamu yang mengajak?” Thalia mengangkat wajah nya menatap Regan. Regan menggeleng,”TIdak,dia yang mengajak aku.kamu mau lihat chat nya?” Regan mengambil handphone nya dan memperlihatkan chat dari Tasya.Sekilas Thalia membaca nya,Regan tidak berbohong Tasya lah yang mengajak Regan untuk pergi menonton bersama. “Tapi kamu dengan enak nya membatalkan menonton dengan dia” Thalia menundukkan kepala nya,”Dia akan marah nanti” ucap nya pelan. Regan hanya tersenyum simpul,”Tidak masalah,aku tidak peduli dengan dia yang marah.Aku lebih peduli dengan kamu yang nonton dengan pria lain selain aku” Thalia diam,Tasya tidak akan marah dengan Regan tapi dengan diri nya lah.Thalia tidak tahu apa yang akan di lakukan Tasya setelah ini,Wanita itu pasti benar benar marah saat Regan membatalkan nya begitu saja. ** Regan mengajak Thalia untuk menonton film yang sudah lama Thalia tunggu,perlahan lahan senyuman Thalia mengembang bersamaan dengan film itu di mulai.Dia sudah menunggu film ini tapi belum kesampaian karena tidak ada teman tapi sekarang Regan lah yang menemani nya. Film yang Thalia tunggu begenre romantis,walau bergenre romantis tapi Thalia sungguh menunggu ini karena ini dari penulis favorit nya,Thalia yakin jika Regan tidak suka dengan film seperti ini tapi pria itu hanya diam sambil memperhatikan film yang sedang di putar. “Jika kamu mengantuk tidur saja” Thalia menolehkan pandangan nya ke samping dan melihat Regan yang menguap. “Ah tidak,aku hanya sedikit mengantuk.Mungkin karena suhu yang dingin” Kilah nya,Thalia diam dia memperhatikan wajah Regan,terlihat dengan jelas jika pria itu kelelahan.Regan baru saja selesai ujian praktikum beberapa hari lalu dan pasti nya pria itu tidak tidur sama sekali untuk belajar. Thalia memalingkan wajah nya lagi menatap layar,dia Kembali menonton film nya. Tuk Thalia mengerjap terkejut saat Regan memeluk lengan nya,kepala pria itu dia sandarkan di bahu Thalia. “Sebentar saja,aku sangat mengantuk” ucap Regan pelan,dia menyandarkan kepala nya di bahu Thalia sambil memeluk lengan Thalia,Thalia melirik ke samping melihat Regan yang mulai tertidur,perlahan sudut bibir Thalia terangkat,Regan benar benar menggemaskan jika tidur seperti ini. Ting Thalia mengambil handphone nya yang berbunyi dan melihat pesan dari Alex. “Kamu baik baik saja? Di mana kamu sekarang?” Tulis nya di pesan itu,Thalia menjadi tidak enak karena dia meninggalkan Alex begitu saja,padahal dia sudah berjanji untuk menemani Alex menonton film. “Kamu sering chat an dengan Alex?” Tubuh Thalia terjingkat saat mendengar suara Regan di samping nya,pria itu terbangun karena flash lampu handphone,dia melihat chat Thalia dengan Alex tadi. “Ah,tidak juga.Ka Alex hanya khawatir karena aku pergi gitu saja” Regan menghela nafas nya mendengar penuturan Thalia,dia semakin merapatkan tubuh nya,”Syukurlah,aku tidak suka melihat kamu dekat dengan pria lain” Thalia hanya diam menanggapi perkataan Regan,dia pura pura fokus ke film yang sedang tayang. “Aku serius saat mengatakan jika aku mencintai kamu Thalia,aku tahu mungkin dulu aku terlalu bodoh tapi sekarang aku sadar” Lanjut nya,tubuh Thalia membeku seketika,Regan sudah sering mengatakan hal bodoh seperti ini tapi tetap saja dia tidak terbiasa. “Aku masih ragu jika perkataan kamu itu benar” jujur Thalia,jujur saja Thalia masih bingung setelah penolakan Regan waktu itu,tiba tiba saja pria itu datang mendekati nya dan mengatakan jika dia mencintai Thalia.Bukan kah ini lelucon? Regan mengangkat kepala nya menatap Thalia tidak terima,”Tapi apa yang membuat kamu tidak percaya?” nada suara nya sedikit meninggi,Regan sedikit tidak terima dengan perkataan Thalia tadi. Thalia balik menatap Regan,”Harus banget kita membahas ini di bioskop? Orang orang sedang fokus dengan film dan aku pun ingin begitu juga,jadi please membahas ini nanti saja” Nada Thalia merendah,dia agak malu dengan perkataan Regan yang agak meninggi tadi,dia takut membuat orang di sekitar nya terganggu. ** Tidak ada percakapan antara Regan dan Thalia lagi setelah itu,bahkan saat Regan mengantarkan Thalia pulang ke kos pun mereka tidak bicara sama sekali,hanya sekali saat Thalia memberitahukan alamat kos nya kepada Regan. “Terimakasih,Re” Thalia ingin keluar dari mobil Regan tapi tangan nya di tahan oleh Regan,Thalia menolehkan badan nya ke samping dan menatap Regan yang menatap nya dengan serius. “Kita harus membicarakan hal yang tadi” ucap nya datar,Thalia menghembuskan nafas nya Lelah,dia sudah sengaja menghindari Regan untuk membahas hal ini tapi seperti nya pria itu tidak menyerah. “Baiklah” Badan Thalia yang sudah setengah keluar dari mobil Kembali masuk ke dalam mobil,Thalia menutup pintu mobil Kembali yang tadi sempat terbuka. “Kenapa kamu ragu dengan perkataan ku?” Thalia terdiam menatap Regan yang juga menatap nya,dia meneguk air liur nya.Kenapa saat saat seperti ini Regan benar benar terlihat tampan? Astaga Thalia dengan cepat menggelengkan kepala nya,bisa bisa nya dia berpikir seperti ini. “Tidak ada orang yang tiba tiba datang dan mengatakan perkataan cinta setelah sebelum nya menolak nya” Thalia mengatakan nya dengan datar,tapi hati nya serasa teriris,dia seperti membuka luka lama lagi. Regan terdiam,dia tidak bisa membalas perkataan Thalia. “Apa yang harus aku lakukan supaya kamu yakin jika aku benar benar mencintai kamu?” “Buktikan dan biar waktu yang menjawab nya,jika takdir mengingingkan kita bersama kita akan bersama” Setelah mengatakan itu Thalia langsung keluar dari mobil Regan,dia langsung pergi ke kamar nya tanpa menengok ke belakang,jantung berdebar dengan kencang sekarang. “Ahhh kenapa aku harus katakan itu sih” Thalia merutuki perkataan nya tadi,bukan kah kalimat nya tadi terdengar jika sebenarnya Thalia mengharapkan Regan juga? ** Regan hanya bisa ternganga mendengar perkataan Thalia,bahkan saat Wanita itu pergi pun Regan tidak bisa berkata kata,dia baru sadar saat mendengar nada dering di handphone nya. Regan mengambil handphone nya dan melihat nama Tasya lah yang menelpon nya,Regan menghela nafas nya dia malas untuk menanggapi Tasya sebenarnya tapi karena dia memiliki beberapa urusan dengan Tasya,Regan tidak bisa menolak Wanita itu. “Kamu di mana Re?” baru saja Regan mengangakat telpon nya,suara Tasya sudah terdengar. “Aku baru pulang dari kos Thalia,kenapa?” “Aku mengkhawatirkan kamu,seharus nya kamu nonton dengan aku tapi kamu malah pergi dengan dia” “Maafkan aku,ada hal penting yang harus aku lakukan dengan Thalia tadi” Regan tidak berbohong kan? Dia benar benar memiliki hal penting yang harus dia lakukan dengan Thalia,yaitu nonton. Terdengar helaan nafas dari seberang sana,”Baiklah,tadi Rachel menelpon aku,dia bilang untuk memberitahu kamu tentang materi ujian besok” Regan terdiam,ah dia baru ingat jika dia besok memiliki ujian praktek langsung pantas saja Rachel menghubungi nya. “Oke,aku akan ke rumah Rachel langsung setelah ini” Regan mematikan sambungan nya dan langsung pergi menuju rumah Rachel,jam 7 pagi ujian nya di mulai dan sekarang sudah jam 12 malam sedangkan diri nya sama sekali belum belajar! ** Thalia berjalan keluar dari kelas nya,huh hari ini pelajaran farmakoterapi dan itu benar benar menguras otak nya untuk menghapal beberapa golongan obat. “Aku mau ke kantin,kamu ikut?” Kyla menolehkan pandangan nya ke Thalia,yang sedari tadi celingak celinguk ke kanan dan kiri. “Thalia” “Eh maaf,kamu mau ke kantin? Aku ikut” Jawab nya gelagapan,Thalia mengikuti Langkah Kyla menuju kantin sesekali dia menoleh ke samping mencari keberadaan Regan,biasa nya pria itu akan menunggu nya habis kelas untuk sekedar mengajak makan siang bersama. “Pelajaran farmakoterapi tadi susah banget ya” Kyla menelungkupkan kepala nya di atas meja sambil menunggu makanan mereka datang,tenaga nya benar benar terkuras habis karena mata kuliah tadi. “Gila,aku nggak nyangka satu penyakit aja memiliki begitu banyak golongan obat”  lanjut nya Thalia tertawa kecil mendengar nya,yang di katakan Kyla itu benar otak nya saja hampir pecah saat pelajaran tadi,bagaimana tidak untuk satu penyakit hipertensi saja ada beberapa golongan seperti beta blocker dan diuretik yang di gunakan untuk penyakit itu,itu hanya golongan nya saja belum lagi nama obat yang beredar di pasaran. Fyuh jika tahu Farmasi akan seberat ini,Thalia mungkin tidak akan memilih nya.Dia akan ganti cita cita saja jika tahu seberat ini. “pertanyaan ibu nun tadi kamu jawab apa?” Thalia mulai memakan bakso nya,bakso di fakultas nya adalah yang terbaik. “normal” Uhuk Thalia langsung tersedak saat mendengar jawaban Kyla,dia mengangkat tangan nya dan menoyor kepala nya sahabat nya itu. “Bego,itu jawaban nya hipertensi” kesal Thalia,itu pertanyaan nya yang mudah tapi Kyla malah salah menjawab nya. “wait,hipertensi? Bukan nya normal?” Kyla masih tidak percaya,dia kekeh dengan jawaban nya. “Pasien itu memiliki tekanan darah 140 itu sudah termasuk hipertensi” “Tapi umur pasien nya nggak di ketahui” “Di resep nya di tuliskan umur pasien nya yang baru 20 tahun” Thalia tertawa puas saat melihat wajah syok dari Kyla,Kyla menepuk jidat nya dengan keras,sial dia tidak memperhatikan umur yang tertera di resep tadi. “Siap siap ngulang tahun depan” Ucap Thalia puas,ibu nun termasuk dosen killer yang di takuti oleh mahasiswa di fakultas nya,siapapun yang salah menjawab pertanyaan dari beliau maka siap siap saja nilai nya akan D. “Kampret” Kyla mengambil tisu dan melempar nya ke Thalia dengan kesal,sedangkan Thalia tertawa puas bisa menggoda Kyla.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN