Regan menyandarkan diri nya di dinding,dia baru saja menyelesaikan ujian OSCE dan baru selesai sekarang.
“Bagaimana ujian tadi?” Rachel berjalan mendekati Regan,dia tertawa kecil melihat muka pucat Regan bahkan setelah selesai ujian.
“Gila,dosen tadi galak banget.Masa baru nanya keluhan pasien aja sudah kena semprot” Regan berjalan menuju kursi Panjang yang tersedia,dia mengambil handphone nya dan menepuk jidat nya.Dia baru sadar beberapa hari ini diri nya menghilang bahkan tidak menemui Thalia sama sekali.
Sial,seperti nya Alex beberapa hari ini bisa dengan bebas mendekati Thalia tanpa pengawasan nya.
“Anak anak yang lain pada mau pesta malam ini,kamu ikut?”
Regan mengerutkan kening nya dan menatap Rachel,”pesta? Siapa ngadain?”
“Biasa geng Willa,mereka buat nya Cuma buat party santai aja”
Regan menganggukan kepala nya paham,”hmm baiklah,jika aku tidak sibuk aku akan datang”
Rachel tersenyum menatap Regan,dia bangkit dan menepuk bahu Regan,”Great,kamu tahu kan biasa nya mereka bawa pasangan?,jangan lupa untuk bawa pasangan juga” Setelah mengatakan itu Rachel berjalan menjauh,Regan terdiam pasangan? Jika dia mengajak Thalia untuk datang apakah Wanita itu mau?
Regan bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju fakultas Thalia,dia ingin mengajak Thalia untuk ikut dengan nya mala mini.
**
“Sudah berapa hari ini muka kamu di tekuk terus,lagi galau?” Kyla tiba tiba datang dari belakang,dia mengejutkan Thalia yang sempat melamun tadi.
“Bukan,aku lagi mikirin tugas bu nun susah banget cari jurnal nya” kilah Thalia,Kyla menatap Thalia sambil menyipitkan mata nya dia tidak percaya dengan perkataan Thalia.
“bilang aja kamu lagi galau,gara gara Regan nggak nemuin kamu kan?” Kyla mendorong bahu Thalia dengan bahu nya juga pelan.
“Ih nggak ya,buat apa juga.Justru aku senang nggak lihat muka dia”
Kyla menyipitkan mata nya curiga,dia tidak percaya dengan perkataan Thalia saat mata Wanita itu tidak bisa berbohong.
“Oh ya? Lalu siapa tuh di depan pintu kelas lagi nyari kamu?”
Thalia dengan cepat mengangkat pandangan nya,dan membeku saat melihat Regan yang berdiri di depan kelas nya berjalan mendekati mereka.Apa Regan gila? Diri nya menjadi pusat perhatiaan teman sekelas nya sekarang.
“Hai,Lia maaf aku beberapa hari ini tidak menemui kamu.” Ucap nya pelan sambil tersenyum manis,Thalia bersumpah jika sekarang senyum Regan sangat lah indah.
Regan mengambil kursi yang tidak jauh dari diri nya dan meletakkan nya di depan Thalia,”Aku ada ujian OSCE beberapa hari ini,kamu nggak marah kan?” Lanjut nya,Thalia hanya terdiam menatap Regan.Sial mengapa sekarang jantung berdebar dengan kencang hanya dengan melihat senyuman dan wajah Regan?
“heii,Lia” lanjut nya dengan lembut,sedangkan Kyla yang berada di samping Thalia hampir berteriak histeris,sungguh jika Regan ada dua sudah pasti Kyla akan merebut satu nya,bagaimana mungkin sifat pria dingin incaran satu kampus itu malah tersenyum manis kepada Thalia sambil mengucap kata maaf hanya karena dia sibuk ujian beberapa hari terakhir ini?
“Sayang,kamu nggak marah kan?” Regan mengamit tangan Thalia dan mengelus nya,perbuatan itu tentu saja membuat teman satu kelas Thalia histeris tidak terkecuali Kyla,dia hampir pingsan saat melihat perlakuan lembut Regan sekarang.
“Ehemm,seperti nya aku ingin mengerjakan tugas lebih dulu.Kalau kalian ingin bicara lebih baik keluar sana,nggak baik untuk yang jomblo” Sindir Kyla,dia menarik tangan Thalia,dia merasa gemas dengan Thalia yang hanya diam sedari tadi,jika saja diri nya menjadi Thalia sudah pasti dia akan tersenyum kesenangan karena di perlakukan seperti tadi.
“Eh eh Kyla” Thalia merasa bingung saat Kyla mendorong diri nya keluar kelas dengan Regan.
“Keluar lah jika kamu tidak ingin jadi pusat perhatian teman satu kelas kita” bisik Kyla,lalu dia masuk Kembali ke dalam kelas meninggalkan Thalia dengan Regan berdua di Lorong.
“hmm kamu lapar? Mau pergi ke kantin?” Seakan tersadar dengan yang terjadi,Thalia mengarahkan pandangan nya ke Regan lalu melihat jam di tangan nya.
“Seperti nya nggak sempat kalau ke kantin,kita di cafet aja” Regan mengangguk,mereka berjalan beriringan menuju cafetaria,walau suasana cukup ramai di sini tapi untung nya tidak seramai di kantin,mereka masih bisa menemukan kursi kosong untuk makan.
“Kamu Cuma makan itu?” Regan melirik Thalia dengan bingung karena Wanita itu hanya mengambil satu onigiri untuk makan siang.
Thalia mengangguk,”Aku sedang diet dan hanya makan ini”
Regan menggelengkan kepala nya,dia bangkit dari kursi nya dan membeli beberapa makanan lagi untuk Thalia.
“Kamu harus makan banyak,jika kamu hanya makan onigiri bagaimana kamu bisa kenyang?” Regan meletakkan beberapa makanan yang dia beli tadi,Thalia mengangkat wajah nya menatap Regan bingung.
“Kamu berlebihan Re,aku makan onigiri saja sudah kenyang”
Regan tetap menggelengkan kepala nya,dia membuka sushi box dan menyuapkan nya ke Thalia,Thalia menggelengkan kepala nya dia sedang diet jika dia makan sushi sekarang,sama saja usaha nya beberapa hari ini sia sia.
“Makan ini Lia,kamu harus banyak makan” Regan masih berusaha menyuapkan sushi ke dalam mulut Thalia,Thalia menghela nafas nya dan menatap Regan kesal dia membuka mulut nya dan menerima suapan dari Regan.
“Sudah puas kan?” Regan hanya tersenyum lalu mengangguk,dia membuka makanan nya dan mulai memakan makanan nya,sesekali melirik Thalia yang sedang mengomel pelan di depan nya.Jika Thalia sedang mengomel seperti ini entah mengapa Wanita itu terlihat sangat cantik di mata Regan.
“Teman teman aku ngadain pesta malam ini,kamu mau menemani aku kan?” Thalia menghentikan kunyahan makan nya dan menatap Regan.
“Kamu ngajak aku?” Tanya Thalia memastikan,Regan mengangguk dengan semangat.
“Biasa nya mereka bakal bawa pasangan nya masing masing saat ke pesta”
Thalia terdiam,jadi Regan menganggap diri nya pasangan Regan? Ahh Thalia tidak bisa menyembunyikan pipi nya yang memerah karena hal ini.
“Mau ya? Aku sudah beberapa kali nggak ikut”
Thalia hanya diam,dia masih menimbang ikut dengan Regan atau tidak.
“Kalau kamu nggak jawab,aku anggap setuju”
Thalia melebarkan mata nya,dia belum sempat menjawab tapi Regan sudah lebih dulu mengambil keputusan.
“Aku jemput jam 7 malam di kos kamu ya Lia”
**
Michel berjalan mendekati Kyla,dia tidak ikut kelas pagi ini karena ada urusan sebentar jadi dia bolos kelas.
“Thalia mana?” Michel mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kelas dan tidak melihat keberadaan Thalia,hanya ada Kyla yang duduk di samping tas Thalia.
“Pergi sama Regan tadi” jawab nya acuh bahkan untuk menatap Michel saja tidak.
“What?! Kenapa kamu biarin?” Teriak Michel,Kyla meletakkan pulpen nya dengan keras ke meja dan menatap Michel kesal.
“Ya mau bagaimana lagi,Regan menghampiri kami ke kelas untuk mengajak Thalia makan siang” Kyla menghela nafas nya lalu menundukkan kepala nya lagi,”Lagipula wajah Thalia sudah masam beberapa hari ini,aku nggak tahan lihat wajah galau nya” lanjut nya acuh,Michel menghela nafas nya kesal,bisa bisa nya Thalia meninggalkan nya tanpa mengirim pesan jika dia pergi dengan Regan,jika tahu seperti ini Michel tidak ke kelas.
“Aku mau makan siang,kamu ikut?” Kyla mengangkat wajah nya menatap Michel,lalu menunjuk diri nya sendiri.
“Kamu ngajakin aku?” tanya nya tidak percaya,Michel mengangguk,lalu dia bicara dengan siapa di kelas ini jika bukan dengan Kyla?
Wajah Kyla menjadi merah seketika,dia tidak menyangka jika Michel akan mengajak nya makan siang.
“Jadi ikut nggak?”
“Ikut” Jawab Kyla cepat,dia memasukkan binder dan pulpen nya ke dalam tas kecil nya,lalu bangkit.
“Ayo”
**
“Mau kemana rapi banget?” Michel baru selesai mandi,dia terkejut saat melihat Thalia yang berpakaian rapi dan cantik.
Setelah pulang dari kampus,Thalia nebeng Michel untuk pergi ke Apartemen.Thalia malas jika Regan harus menjemput nya di kos apalagi nanti ibu nya koss nya akan bertanya macam macam tentang Regan.
“Regan ngajak aku untuk pergi ke pesta teman nya”
“Dan kamu mau?”
Thalia mengangguk dengan polos,apa salah nya jika dia ikut?
Michel menghela nafas nya,”aku ikut”
“ehh jangan” Thalia dengan cepat menggelengkan kepala nya,tapi Michel tidak peduli dia tetap mengambil pakaian nya.
“Chel jangan,Regan Cuma ngajak aku” Thalia menjadi tidak enak jika Michel juga ikut,sedangkan pria itu tidak di undang.
Ting..ting…ting
Pertengkaran mereka terhenti saat mendengar suara bel dari luar Apartemen,Thalia menghela nafas nya ingin pergi memeriksa siapa yang datang tapi tangan nya di tahan oleh Michel.
“Aku aja,kamu bersiap sana” ucap nya datar,Senyum Thalia mengembang dia mengangguk dan masuk ke dalam kamar Michel.
Walau ini adalah Apartemen Michel tapi beberapa perlengkapan Thalia juga berada di sini,bahkan pakaian Thalia pun memiliki space khusus di dalam lemari Michel.
Michel berjalan menuju pintu dan membuka nya,terlihat Regan lah yang membunyikan bel nya tadi.
“Masuk lah,Thalia lagi bersiap” Michel mengucapkan nya dengan datar dan tanpa ekspresi sama sekali di wajah nya,Regan mengangguk dia berjalan masuk dan duduk di sofa nya.Mata Regan menyusuri Apartemen Michel,terlihat beberapa perabot bewarna feminim di Apartemen Michel,Regan tebak jika itu milik Thalia.
“Lia sering ke Apartemen ini?”
“hmm” gumam Michel,dia memasang wajah cemberut nya melihat kehadiran Regan.
“Kamu mau ngajak dia ke pesta?” Regan mengangguk,dia meneguk air liur nya gugup,kenapa diri nya sekarang gugup saat bertatapan dengan Michel?
“jangan terlalu malam,ibu nya akan menelpon jam 11 malam usahakan sebelum itu kamu sudah mengantarkan nya ke Apartemen” Michel menatap Regan tajam,dia masih tidak suka dengan pria di hadapan nya ini,Thalia benar benar bodoh setelah di tolak dia tetap menerima Regan.
“Baiklah,aku tahu”
Setelah mengatakan itu Regan dan Michel sama sama terdiam,Michel asik memainkan Handphone nya sedangkan Regan bingung harus melakukan apa.
“Thalia sering menginap di sini?”
“Hmm”
“Dia tidur di mana?”
“Di kamar ku” Michel menunjuk kamar nya dengan dagu.
Regan terkejut saat mendengar nya,”Dan kamu?”
“Ya tidur di kamar itu juga” lanjut Michel,dia mengangkat wajah nya menatap Regan yang terlihat panik.Dia menaikkan satu sudut bibir nya.
“Di kamar aku ada 2 tempat tidur,lagipula dari kecil sudah bersama dan sering tidur bareng.Thalia bagai adik untuk ku.Jangan berpikir macam macam” Seakan tahu dengan pikiran Regan,Regan menghembuskan nafas nya lega,tapi Michel dan Thalia hanya lah sepupu mereka masih bisa menikah kan?
“Tapi jika k-“
“Re,ayo” Perkataan Regan terpotong oleh Thalia,Regan menegakkan pandangan nya dan tertegun melihat penampilan Thalia.Thalia terlihat sangat cantik sekarang.
“Maaf menunggu lama” Thalia berjalan mendekati Regan yang masih tertegun.
“Re,ayo” Thalia mengeriyitkan kening nya melihat Regan yang diam memandang dia.
“Ahh ayo” Regan menggelengkan kepala nya,dia bangkit dari duduk nya.Thalia mengangguk dan berjalan lebih dulu keluar dari Apartemen.
“Antarkan dia sebelum jam 11 malam dan jangan kamu apa apakan dia,jika dia menangis saat pulang siap siap saja” ancam Michel,Regan meneguk air liur nya lalu mengangguk perlahan.Ancaman Michel terdengar menyeramkan.
**
Mereka beriringan masuk ke dalam pesta,Thalia merapatkan diri nya dengan Regan dia tidak mengenal siapa pun di sini selain Regan,sadar dengan itu Regan mengalihkan pandangan nya ke samping dan mengamit tangan Thalia.
Walau pesta untuk perayaan mereka sudah melewati ujian tapi ini tidak bisa di katakan pesta biasa,teman satu kelas Regan berkumpul semua dengan pasangan mereka,pantas saja Regan meminta diri nya untuk menemani nya.
“Wuuu seperti nya prince kita datang malam ini” Mereka bekumpul membudar sambil menikmati cemilan malam.
“Dia siapa Re? kamu tidak pernah memperkenalkan nya dengan kami” teriak teman Regan yang berada di ujung meja,Thalia hanya tersenyum sopan dia tidak nyaman saat perhatian nya tertuju kepada mereka,di tambah Tasya juga ikut dalam pesta ini.
Tasya menatap nya dengan tajam,menambah ketidaknyaman Thalia.Jika bisa dia ingin pergi saja dari sini sekarang.
“Ah aku tahu,anak farmasi.dia pernah ke fakultas kedokteran mencari Regan” Thalia mengedarkan pandangan nya melihat siapa yang berbicara itu,ah dia kenal orang itu teman Regan,dia pernah bertanya tentang keberadaan Regan dengan dia.
“wow seperti nya prince kita berhasil menarik perhatian anak farmasi” semua orang yang berada di sana berseru kecuali Tasya yang menatap nya tajam.
“Sekarang katakan Re,hubungan kalian apa?” Teman Regan perempuan bertanya ke Regan dengan penasaran.
Regan tersenyum dia melirik Thalia yang hanya diam di samping nya,”Kami paca-“
“Kami hanya teman” Thalia dengan cepat memotong perkataan Regan,Regan mengalihkan pandangan nya menatap Thalia heran,tapi Thalia tidak peduli.
Semua orang yang berada di sana terkejut,mereka kira hubungan mereka lebih dari teman tapi ternyata salah,sedangkan Tasya hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Thalia.
“kenapa kamu mengatakan itu?” Regan mendekati Thalia,dia berbisik kepada Wanita itu.
“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya” Balas Thalia acuh,dia mengambil beberapa kentang dan memakan nya.
“aku belum menerima kamu,jadi hubungan kita hanya sekedar teman Re” lanjut Thalia,Regan menghembuskan nafas nya,Thalia selalu mengatakan itu.