Thalia hanya diam sesekali melihat teman teman Regan yang sedang asik bermain,dia tidak ikut karena dia tidak mengenal siapapun di sana,untuk mengajak berkenalan pun Thalia malu karena seperti nya teman teman Regan orang yang pemilih untuk berteman dengan siapa.
“Kamu Lelah?” Regan menatap Thalia khawatir,sedari tadi Wanita itu hanya diam di samping nya.Sejak kedatangan mereka Thalia hanya mengatakan beberapa kata itu pun jika Regan yang bertanya.
Thalia menggeleng,”Tidak”
“Regan,ayo ikut kami” Seorang Wanita berjalan mendekati mereka,dia menarik narik tangan Regan.
“Tidak dulu Ri,aku di sini aja” Wanita yang di panggil Ri oleh Regan itu mengerucutkan bibir nya lalu melirik ke samping,ke arah Thalia menatap nya dari atas ke bawah.
“Ayoklah Re sebentar aja,teman teman yang lain juga ikut.Biarin aja dia di sini nggak bakal kemana mana juga” paksa nya,Regan menoleh ke Thalia meminta izin dengan wajah nya,Thalia mengangguk pelan.
“Pergilah,aku akan duduk di sini saja” Setelah Thalia mengatakan itu,Wanita yang di panggil Ri itu langsung menarik tangan Regan dengan kencang.
Thalia menatap lurus ke mana Regan sedang bersenang senang dengan teman teman nya,dia tidak memiliki teman di sini jadi dia hanya bisa duduk sambil menunggu Regan selesai.
“Hai,teman Regan kan?” Thalia menolehkan kepala nya ke samping,terlihat seorang pria datang menghampiri nya.pria itu duduk di samping Thalia lalu tersenyum manis.
“Thalia kan?” Thalia mengangguk,pria itu Kembali tersenyum dia menyodorkan tangan nya kepada Thalia.
“Revan,teman satu kelas Regan” Thalia memperhatikan tangan itu dan balas menjabat nya sambil tersenyum kaku menatap Revan.
“Regan ternyata memiliki selera yang bagus juga untuk Wanita” Thalia mengerutkan kening nya,dia agak tersinggung dengan perkataan Revan.
“Ah maaf,kamu mungkin tersinggung dengan ucapan aku,tapi aku orang nya tidak sebrengsek itu” Seakan sadar perkataaan nya menyinggung Thalia,dengan cepat Revan meminta maaf.
“omong omong hubungan kalian sebenarnya hanya teman?” Tanya nya lagi,Thalia sedikit menjauhkan badan nya karena Revan yang mendekati nya.
“kenapa?”
“Ya nggak kenapa kenapa sih,soal nya Regan bukan tipe pria yang akan membawa Wanita lain ke acara seperti ini jika bukan memiliki hubungan khusus” Thalia menjilat bibir bawah nya,benar kah yang di katakan Revan?
“Jadi hubungan kalian Cuma teman?” Thalia mengangguk perlahan,dia benar kan?
“yes,seperti nya aku punya kesempatan untuk mendekati kamu” Goda nya sambil tersenyum manis,Thalia membalas senyuman itu dengan kaku.Jika di bandingkan dengan senyuman Regan,senyuman Revan jauh lebih manis tapi Regan memiliki eye smile yang membuat Thalia luluh setiap kali melihat senyuman nya.
“Bagaimana jika kita tukeran kontak?” Tawar nya,Thalia diam dia ragu untuk mengiyakan tapi dia juga tidak tahu bagaimana cara menolak nya.
Revan tersenyum,dia mengambil handphone nya dan menyerahkan nya ke Thalia,”Kamu bisa masukkan kontak kamu lebih dulu” ucap nya,Thalia menghela nafas nya dia mengangkat tangan nya untuk mengambil handphone Revan.
“Hmm,Lia”
Tubuh Thalia tersentak,tangan yang awal nya ingin mengambil hanphone pun Thalia tarik Kembali.Dia menolehkan pandangan nya ke samping dan terlihat Regan yang menatap nya dengan tajam.
“Hampir jam 11 malam,ibu nanti nelpon kamu kan?” Ucap nya lembut penuh penekanan,Regan menarik tangan Thalia untuk bangkit.
“Thalia,kamu belum memberi kontak kamu” Ucap Revan,Regan menghentikan Langkah nya dia berbalik menatap Revan dengan tajam.
“Tidak ada kontak kontak an” ucap Regan marah.
“Regan kamu kenapa? Aku hanya meminta kontak Thalia,lagipula dia hanya teman kamu kan?” Thalia menundukkan kepala nya meringis,dia takut melihat wajah marah Regan.
“Dia bukan teman aku,tapi pacar aku!”
Tubuh Revan tersentak kaget saat mendengar perkataan Regan,”Tunggu pacar? Bukan nya Thalia dia bilang jika kalian hanya teman?”
Thalia semakin menundukkan kepala nya saat Regan menoleh dengan tajam kepada nya,genggaman tangan pria itu di tangan nya semakin erat.
“Jangan pernah berhubungan dengan Thalia lagi jika kamu masih ingin berteman dengan ku!” Ucap nya penuh tekanan,setelah mengatakan itu Regan Kembali menarik tangan Thalia dengan kasar.
Bahkan saat Thalia harus beberapa kali hampir terjatuh pun Regan tetap tidak peduli,dia membuka pintu mobil nya dan memaksa Thalia masuk ke dalam.
Nafas nya tidak beraturan,Regan memegang stir kemudi dengan erat sedangkan Thalia hanya diam,dia takut melihat Regan yang berubah menjadi menyeramkan seperti itu.
“Aku baru meninggalkan kamu setengah jam tapi sudah ada pria lain yang datang” Sindir nya,Thalia hanya mengulum bibir nya,dia tidak membuat pembelaan sama sekali kali ini.
Regan menghela nafas nya Kembali dan mulai menghidupkan mobil nya,tidak ada pembicaraan di antara mereka lagi.Jujur saja Thalia takut dengan hawa dingin yang keluar saat ini.
**
Thalia melepaskan jas lab nya,dia mengambil handphone nya dan melihat pesan dari Regan.
“Hari ini aku tidak bisa menemani kamu makan siang,karena ada pekerjaan lagi.Have a nice day Lia”
Thalia mendengus saat membaca pesan dari Regan,malam tadi pria itu marah dengan dia tapi siang ini pria itu malah mengirimi nya pesan.Thalia berjalan menuju loker untuk mengambil tas nya,dia memasukkan laporan dan jas lab nya.
“Enak ya sudah dapatin Regan sekarang malah dekatin Revan lagi,murahan banget” Thalia segera mengangkat kepala nya dan melihat Tasya yang berjalan mendekati nya dengan tangan yang bersedekap di atas d**a.
“Apa maksud kamu?”
“Jangan sok nggak ngerti deh kamu,kamu kira malam tadi aku nggak lihat Regan dan Revan hampir berkelahi hanya karena kamu?” Tasya berjalan mendekati Thalia,Dia berusaha menyudutkan Thalia di dinding.
“Kamu salah paham,tidak seperti itu”
Tasya tersenyum sinis,dia menatap Thalia dengan tajam.
“Katakan,apa yang kamu berikan ke Regan hingga membuat dia begitu tunduk dengan kamu?”
Tasya menurunkan pandangan nya menatap tubuh Thalia dari atas ke bawah,”Tubuh kamu? Sudah berapa kali kamu mencoba menggoda dia?!”
Plakk
Thalia menatap Tasya marah,d**a nya naik turun menahan amarah yang keluar,belum pernah dia di tuduh sekejam itu,sedangkan Tasya dia terkejut karena Thalia berani menampar wajah nya,dia mengangakat tangan nya dan langsung menjambak rambut Thalia dengan keras.
“Berani ya sekarang kamu?!” Tasya terus menjambak rambut Thalia,hingga membuat Thalia meringis kesakitan,dia tidak bisa teriak karena percuma,Lorong Lorong di laboratorium nya sangat sepi hanya ada mereka berdua sekarang.
“Sudah aku peringatkan berapa kali untuk menjauhi Regan,tapi kamu tetap mendekati dia.Kamu tuli atau bodoh sih!” Tasya berteriak marah di samping telinga Thalia,dia menatap Thalia dengan tajam lalu menurunkan tangan nya setelah melihat Thalia yang sangat kesakitan.
“Aku peringatkan sekali lagi,jika kamu tetap nekat mendekati Regan.Jangan heran kamu akan mendapatkan yang lebih sakit dari ini!” Ancam nya,setelah mengatakan itu Tasya membalikkan badan nya dan pergi begitu saja meninggalkan Thalia.
Thalia hanya diam menatap kepergiaan Tasya,dia merapikan rambut nya lalu melihat pergelangan tangan nya yang sempat di cengkram erat oleh Tasya,pergelangan tangan nya terlihat membiru huh seperti nya dia harus menutupi nya kali ini.
“Dasar wanita gila” umpat Thalia,dia mengambil tas nya dan pergi dari sana.
**
Regan pergi menuju kos Thalia,dia sangat rindu setelah seharian tidak bertemu Thalia.
Tok..tok..tok
“Tunggu sebentar” terdengar teriakan Thalia dari dalam kos,Regan tersenyum dia melirik jam di tangan nya yang menunjukkan pukul 9 malam,untung saja dengan sedikit rayuan ibu koss Thalia mengizinkan nya untuk masuk.
“Regan? Kamu ngapain disini?” Thalia membuka pintu kamar nya dan sangat terkejut melihat kehadiran Regan,dia melirik ke kanan dan kiri takut ibu koss nya melihat.
“Kamu mencari ibu koss kamu? Aku sudah izin”
Thalia mengerutkan kening nya bingung,”Bagaimana bisa?” Tanya nya,walau koss Thalia bebas tapi tetap saja ada beberapa peraturan untuk mahasiswa putri.
Regan tersenyum lebar,dia mendekatkan kepala nya ke Thalia lalu berbisik,”Dengan sedikit rayuan” ucap nya,lalu Kembali menegakkan badan nya.
“Aku membawa makanan untuk kita,boleh aku masuk?”
Thalia ragu untuk mengizinkan Regan masuk,”Aku belum makan seharian ini” lanjut nya,Thalia menghembuskan nafas nya lalu mengangguk,dia memberikan jalan untuk Regan masuk ke dalam koss nya.
Regan memekik senang di dalam hati,dia masuk ke dalam koss Thalia dan mengedarkan pandangan nya.Koss Thalia sangat rapi dan nyaman,mayoritas barang Thalia bewarna pink dan abu abu.
“Tunggu sebentar aku memanaskan makanan ini dulu,kamu duduk saja dulu” Regan mengangguk patuh,dia duduk di kursi sambil mengamati Thalia yang sedang memanaskan makanan mereka di oven.
Tidak berapa lama Thalia Kembali sambil membawa makanan yang di beli Regan tadi,hanya makanan biasa yaitu spaghetti carbonara dan onigiri yang biasa Thalia makan,Regan tahu jika Thalia akan menolak makanan yang dia bawa kecuali onigiri.
“Seharian ini sangat melelahkan” Regan mulai membuka pembicaraan,dia mengamati Thalia yang hanya diam mendengarkan sambil memakan onigiri nya.
“Kamu tahu Rachel,dia harus membuat aku bolak balik kampus sebanyak 3 kali hari ini hanya karena dokumen yang ketinggalan”
“Kamu sudah mau magang?” Tanya Thalia,mereka sudah memasuki semester 5 jadi kampus mereka mengadakan magang di rumah sakit sebelum nanti nya co ass.
Regan mengangguk,”Belum ada pemberitahuan resmi nya kapan tapi kami sedang mencari rumah sakit mana saja yang menerima mahasiswa magang.” Thalia menganggukan kepala nya paham,”Kamu sendiri bagaimana Lia? Sudah mau magang juga?”
“Mungkin semester 6 atau 7 nanti” Regan mengangguk,dia mengamati Thalia lalu mengerutkan kening nya saat melihat pergelangan tangan Wanita itu yang membiru.
“Tunggu,tangan kamu bekas apa?” Regan menarik tangan Thalia dan mengamati nya,bekas biru di tangan Thalia terlihat seperti cengkaraman.
“Ada yang mencengkram tangan kamu tadi?”
Thalia terdiam lalu menggeleng,dia menarik tangan nya Kembali lalu tersenyum,”Tidak ada,ini hanya kepentok sedikit tadi”
Regan tetap tidak percaya dengan perkataan Thalia,dia mengamati wajah Wanita itu dan membuat Thalia risih.
“Kamu yakin?” Thalia mengangguk dengan cepat.
“Aku tahu itu bukan karena benturan Lia,mau cerita itu karena apa?” Thalia membeku,bodoh tentu saja Regan tahu bekas biru di tangan nya ini karena apa.Regan mengamati Thalia yang hanya diam lalu menghembuskan nafas nya,”Baiklah jika kamu tidak mau cerita sekarang”
Regan Kembali mengamit tangan Thalia dan mengelus nya pelan,”Tapi aku akan selalu di samping kamu untuk mendengarkan semua keluhan kamu Lia,jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada ku”
Thalia terdiam dia mengamati wajah Regan dalam,sumpah kenapa perlakuan Regan begitu manis sekarang?
**
Setelah makan di rumah koss Thalia tadi,Regan pun memutuskan untuk pulang sebenarnya dia tidak mau pulang dan ingin menginap dia bahkan menyiapkan pakaian ganti untuk bermalam,tapi Thalia dengan tega nya mengusir diri nya setelah selesai makan dengan alasan ibu koss nya akan marah jika ada pria yang menginap.
Regan memasukkan password Apartemen nya dan masuk ke dalam,dia menghidupkan lampu Apartemen nya dan berencana untuk mandi,seharian ini dia tidak ada istirahat sama sekali.Baru beberapa Langkah dia berjalan menuju kamar mandi Langkah nya harus terhenti saat mendengar suara deringan handphone nya.
Regan berjalan Kembali dan mengerutkan kening nya saat ibu nya lah yang menghubungi nya,”Iya bu” Tanpa basa basi terlebih dahulu kepada ibu nya.
“Ibu akan pergi ke Apartemen kamu besok”
“Untuk apa?” Tanya Regan sinis,dia bahkan tidak sadar saat berucap seperti itu.
“Untuk menengok kamu” Regan memutar kedua bola mata nya bosan saat mendengar alasan ibu nya,ibu nya datang bukan untuk menjenguk diri nya melainkan menilai perkembangan Regan sekarang.
“Aku beberapa hari ini sibuk bu,tidak ada di Apartemen”
“Tapi-“
“Ibu,Regan tutup ya Regan ingin istirahat lebih dulu” Dengan cepat Regan memutuskan sambungan nya sebelum ibu nya akan berbicara lebih banyak lagi,Regan tahu jika yang dia lakukan ini tidak sopan tapi Regan tidak bisa menahan kekesalan nya saat mendengar suara ibu nya.
Ibu nya tidak pernah peduli tentang keadaan nya,ibu nya hanya peduli tentang kemampuan Regan dan bagaimana cara nya membuat Regan menuruti semua keinginan nya.
**