Regan Kembali berjalan menuju kelas Thalia,kali ini dia membawa salad bikinan dia sendiri sebelum berangkat tadi,Thalia sedang diet jadi Regan tidak ingin membawakan makanan berat berat.
“Thalia ada?” Regan bertanya kepada salah satu teman kelas nya Thalia,orang yang di tanya Regan tadi menolehkan kepala nya ke dalam kelas lalu mengangguk.
“Thalia sedang mengerjakan tugas kelompok tapi seperti nya sudah selesai” Regan mengangguk paham,dia berterima kasih lalu masuk ke dalam kelas Thalia.
Terlihat Thalia yang sangat serius dengan tugas nya,Wanita itu bahkan tidak sadar saat Regan duduk di samping nya.
“kalau kasus ini treatment nya apa ya Ky?” Thalia masih tidak sadar dengan kehadiran Regan di samping nya,sedangkan Kyla Wanita itu Sudah pergi keluar untuk istirahat sejak kedatangan Regan,dia tidak ingin menjadi obat nyamuk di sana.
Regan memperhatikan kasus yang sedang Thalia kerjakan,”Kyla,ini bagaimana?” Thalia menepuk nepuk paha Regan berulang kali secara tidak sadar.
“Astaga!” saat Thalia menolehkan kepala nya ke samping,betapa terkejut nya dia saat melihat Regan lah yang duduk di samping nya.
“Kyla mana?” Tanya nya bingung,pipi Thalia memerah malu karena dia kira tadi di samping nya adalah Kyla.
“Dia keluar sebentar”
“Sejak kapan kamu di sini?”
“Sejak kamu yang terus mengeluh tentang tugas itu” Regan menunjuk lembar kasus yang di pegang oleh Thalia dengan dagu nya,Thalia meringis dia mengusap tangan nya malu.
“Maaf seharusnya aku lebih hati hati lagi” dia merasa malu saat mengingat jika dia sempat memukul Regan tepat di paha nya.
Regan hanya tersenyum dia mengambil kertas yang di pegang oleh Thalia dan membaca nya,”Kamu tadi nanya treatment nya bagaimana ya?”
Thalia mengangguk perlahan,dia benar benar bingung dengan pemilihan treatment yang tepat.
“Pasien nya sudah menderita hipertensi selama bertahun tahun tanpa control dan setelah di periksa baru di ketahui jika pasien menderita hipertensi,treatment awal yang di pilih dengan pengubahan pola hidup dan kontrol darah berjangka”
Thalia membulatkan mata nya terkejut,dia kagum dengan kepintaran Regan,”tapi bagaimana kamu tahu ini?”
Regan tersenyum dia mengangkat tangan nya lalu menyentil jidat Thalia pelan.
“Tentu saja aku tahu sayang,pengubahan pola hidup itu treatment paling dasar untuk pasien hipertensi”
Pipi Thalia memerah seketika dia menundukkan kepala nya salah tingkah karena perkataan Regan tadi,apalagi dia menyebut Thalia sayang di sekitar teman kelas nya.
“Aku membawakan kamu salad,aku tahu kamu sedang diet jadi aku Cuma membawakan ini” Regan menundukkan badan nya dan mengambil salad dari dalam tas nya,dia memberikan salad itu ke Thalia.
Thalia menatap Regan lalu mengambil salad nya,”Terimakasih” ucap nya,Regan mengangguk dia Kembali tersenyum lebar memperlihatkan eye smile indah nya.
Thalia membuka kotak makan dan mulai memakan salad pemberian Regan,di suapan pertama dia nampak terdiam,rasa salad nya no bad justru Thalia menyukai ini.
“Mungkin rasa nya agak tidak enak,kamu mau ganti aja Lia?” Regan khawatir saat melihat Thalia yang terdiam sebentar saat suapan pertama nya,Thalia mengangkat tangan nya dan memberi kode tidak perlu.
“Tidak perlu,salad ini enak kok” Thalia tersenyum sambil memakan salad nya,melihat itu Regan tidak bisa menahan senyum nya.Dia mendekatkan badan dan menyandarkan kepala nya di bahu Thalia.
“Syukur lah,aku membuat salad itu sendiri.Karena kamu sedang diet jadi aku hanya membawakan salad” Tubuh Thalia tersentak terkejut,bukan hanya karena Regan yang menyandarkan kepala di bahu nya tapi dia terkejut saat mendengar pria itu membuatkan salad khusus untuk nya.
“Really?”
“yes of course,aku rela bangun pagi untuk buat salad nya”
Thalia tidak bisa menyembunyikan senyum Bahagia nya mendengar itu,”Thanks for this”
“you welcome my world”
Pipi Thalia Kembali memerah dengan cepat dia memalingkan wajah nya dari Regan,sial sudah berapa kali pipi nya memerah hanya karena gombalan Regan?
“Hey jangan berpaling seperti itu,aku suka melihat wajah kamu yang memerah” Regan mengangkat kepala nya,dia memegang dagu Thalia dan mengarahkan wajah Thalia menatap nya.
“Apa sih Re,orang di kelas juga” Thalia langsung melepaskan tangan Regan yang berada di dagu nya,mereka sedang di kelas dan semua teman nya sedang memperhatikan mereka.
“Mau jalan jalan ke taman?” Ajak Regan penuh harap,Thalia diam dia menatap wajah Regan yang penuh harap.
“Baiklah” jawab Thalia,sebagai ucapan terimakasih nya dia akan mengabulkan permintaan Regan.
Regan tersenyum lepas,eye smile nya terlihat dengan sempurna,”Pulang kelas tunggu aku di parkiran ya”
**
Thalia mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Regan,pria itu mengatakan jika dia akan menunggu Thalia di parkiran tapi sampai sekarang Regan tidak terlihat sama sekali.
“Regan kemana sih” Thalia sudah menghubungi Regan berulang kali tapi pria itu tidak mengangkat panggilan nya satupun.Karena Lelah Thalia memutuskan untuk menunggu di taman kecil dekat fakultas nya.
Baru beberapa menit dia duduk di sini,pandangan nya langsung tertuju ke Regan yang terlihat sedang berbicara dengan seorang Wanita,Thalia tersenyum ternyata Regan sedang berbicara dengan orang lain.Thalia bangkit dan berjalan menuju Regan berada.
“Regan?” Sapa Thalia,dia mengedarkan senyum nya tapi badan nya menjadi kaku seketika saat melihat lawan bicara Regan,tunggu bukan kah ini ibu Regan?
Thalia memperhatikan Wanita itu lebih detail,dia yakin jika di depan nya ini adalah ibu Regan,walau mereka sudah lama tidak bertemu tapi Thalia masih bisa mengingat nya.
“Siapa dia Re?” tanya Wanita itu sinis,Regan meringis dia menarik tangan Thalia untuk mendekat dengan lembut.
“Perkenalkan dia Thalia Indira bu” Thalia tersenyum sopan,dia mengulurkan tangan nya untuk bersalaman tapi Ibu Regan hanya menatap sinis Thalia tanpa membalas uluran tangan nya.
“Pacar kamu?” Tanya nya Kembali sinis,dia menatap Regan dengan tajam.Thalia bisa melihat itu.
“Bukan,dia teman Regan Bu” Thalia tercengang dengan kalimat Regan,bukan karena dia berharap jika Regan mengakui jika dia adalah pacar Regan seperti Regan memperkenalkan diri nya ke teman teman Regan tapi kenapa saat bersama ibu nya Regan mengatakan jika mereka hanya teman?
Terlihat senyuman sinis dari ibu nya,dia memandang Thalia dari atas dan bawah lalu Kembali tertawa kecil,”bagus lah jika Wanita ini bukan penghambat kamu” Ibu Regan Kembali menatap Thalia dengan tajam,”lagipula dia terlihat tidak sekelas dengan kita”
Thalia mematung kaku saat ibu Regan mengatakan itu,tunggu apa sekarang ibu Regan sedang menyindir nya?
“Ibu!,sudah aku katakan untuk tidak mengurusi hidupku!” Regan membentak ibu hingga membuat Thalia terkejut.Regan menatap ibu nya tajam tapi tidak ada balasan dari ibu nya sama sekali.
“Kita pergi” ucap Regan lalu menarik tangan Thalia untuk pergi tanpa menghiraukan ibu nya yang menatap mereka dengan tajam.
“Re,itu tadi ibu kamu.Kenapa kamu ninggalin dia gitu aja?” Thalia menyeringit heran saat Regan malah menarik nya menjauh.
Regan menarik nafas dan menghembuskan kasar,dia mengamit tangan Thalia dan mencium nya,”Maaf jika perkataan ibu tadi kasar ke kamu” sesal nya,Thalia menatap Regan dengan bingung ah jadi perkataan tadi untuk menyindir nya?
“Tidak apa apa” dia menarik tangan nya dan memperbaiki posisi duduk nya,Regan Kembali menghembuskan nafas nya dan mulai menghidupkan mobil nya.
Regan mengajak Thalia ke taman kota,dia biasa nya kesini jika sedang suntuk.pemandangan di sini benar benar asri.
“Re are you okay?” Sedari tadi Regan hanya diam sambil memandangi air mancur di depan nya.
“hah? Ah I am okay” Jawab nya sambil tersenyum,dia Kembali mengamit tangan Thalia dan mengenggam nya erat,Thalia mengerutkan kening nya akhir akhir ini Regan sangat suka memegang dan mengelus tangan nya bahkan pria itu lebih sering tersenyum sekarang.
“Jika ada yang menganggu pikiran kamu,kamu bisa cerita” Thalia memperhatikan wajah Regan lekat,walau pria itu mengatakan jika dia baik baik saja tapi pandangan pria itu terlihat kosong.
Regan Kembali tersenyum,dia mengacak rambut Thalia pelan lalu merangkul bahu Thalia,”I am okay,cukup di dekat kamu aku sudah merasa baik”
Thalia menatap Regan tidak percaya lalu menghembuskan nafas nya,mungkin nanti Regan akan menceritakan nya saat pria itu merasa baik.
**
Miche menghentak kaki nya kesal,Regan benar benar membuat nya harus kehabisan kesabaran berkali kali,bagaimana tidak pria itu mengajak Thalia pergi jalan jalan sedangkan Michel ingin meminjam laporan Thalia untuk dia tiru
Ck,jika dia tidak mengerjakan laporan itu sekarang sudah bisa di pastikan jika besok dia tidak bisa ikut praktikum,Michel melirik jam dinding Apartemen nya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam sedangkan Thalia tidak bisa di hubungi dari sore tadi setelah dia mengatakan jika dia pergi dengan Regan.
Michel menompang dagu nya,dia berpikir cara terbaik untuk dia mengejarkan laporan sekarang.
“Bagaimana kalau pinjam ke teman Thalia?” Gumam nya,tiba tiba ide itu muncul di pikiran Michel.Dengan cepat Michel mengambil jaket dan kunci mobil nya,dia akan pergi ke kos Kyla untuk meminjam laporan nya.Untung saja Michel sudah beberapa kali pergi ke kos Kyla untuk menjemput Thalia.
Michel menghentikan mobil nya dan berjalan menuju kos Kyla,tidak seperti kos Thalia yang tidak memperbolehkan tamu datang di atas jam 10,Kos Kyla lebih bebas siapapun bisa datang kapanpun.
Tok..Tok..Tok
Michel mengetuk pintu kos Kyla berulang kali,tapi tidak ada jawaban dari dalam.
“Apa dia sudah tidur?” Michel Kembali mengetuk pintu kos Kyla dan baru terdengar sahutan dari dalam.
“Sebentar” jawab nya,Kyla dengan malas bangkit dari Kasur nya dan berjalan menuju pintu luar,dia menyeringit heran saat ada yang datang di malam hari seperti ini.
“Ada apa?” tanya basa basi Kyla langsung bertanya seperti itu dengan Michel saat dia melihat pria itu lah yang mengetuk pintu nya.
“Mau pinjam laporan kamu buat besok”
Kyla melebarkan mata nya tercengang dengan perkataan Michel,pria itu dengan mudah nya mengatakan jika dia ingin meminjam laporan nya.
“Tidak mau,kamu kerjakan sendiri saja” Kyla ingin menutup pintu kos nya tapi pintu nya terhalang oleh tangan Michel.
“Please,aku nggak paham sama hitungan praktikum minggu kemarin” Mohon nya,tapi Kyla tetap kekeh dia tidak ingin meminjamkan laporan nya pada Michel.
“Tidak,kamu pinjam aja laporan Thalia”
Michel berdecak kesal,”Thalia sedang pergi bersama Regan aku sudah menghubungi nya berulang kali tapi tidak pernah di angkat”
“Ya derita kamu,siapa suruh besok praktikum malam nya baru kerjakan” Sindir Kyla,dia Kembali ingin menutup pintu tapi Michel lebih dulu masuk ke dalam kos nya.
“Kamu?! Keluar!” Kyla mengambil boneka besar nya dan memukul badan Michel berulang kali dengan boneka itu.
“Aku bakal keluar jika kamu meminjamkan laporan kamu”
“Tidak kerjakan sendiri!”
Michel menggeleng dia menarik nafas nya frustasi,Kyla sungguh sulit di bujuk.
“Aku janji bakal traktir kamu selama seminggu jika kamu mau meminjamkan laporan sekarang”
Kyla berhenti dia menyipitkan mata nya menatap Michel dengan curiga,”kamu serius?”
“Iya,aku serius”
Kyla mengangkat dua jari nya menimbang nimbang pilihan yang terbaik,jika dia meminjamkan laporan nya ke Michel maka dia akan mendapat makanan gratis dari Michel selama seminggu,bukankah uang bulanan nya akan lebih hemat?
“Semua makanan yang aku mau?”
Michel mengangguk pasrah,melihat itu Kyla menyunggingkan senyum nya lalu mengulurkan tangan nya.
“Deal,kamu bakal traktir aku makan selama satu minggu.Makanan apapun yang aku mau”
Michel menatap Kyla jengkel,dia mengangkat tangan nya lalu menjabat tangan Kyla dengan tidak rela.Kyla memekik senang dia berbalik ke dalam kamar nya untuk mengambil laporan nya.
“Ini laporan aku,ingat kata kata nya di ubah jangan sama semua”
Michel mengambil laporan Kyla,”Iya iya,sebelum praktikum aku kembalikan”
**
Thalia melambaikan tangan nya saat Regan ingin pergi,dia baru saja sampai di Apartemen Michel jam 11 malam,dia baru ingat jika Michel ingin meminjam laporan nya siang tadi dan karena itu dia meminta Regan untuk mengantar nya ke Apartemen Regan.
Thalia memasukkan password Apartemen Michel dan masuk ke dalam nya,terlihat Michel yang sedang serius di meja belajar nya.
“chel maaf ya aku baru ingat kamu mau pinjam laporan aku siang tadi” Thalia melepaskan tas tangan nya dan berjalan menuju Michel dengan laporan nya.
“Hm” balas Michel singkat,dia merajuk karena Thalia yang melupakan janji nya.
“Jangan marah,aku benar benar lupa siang tadi” Thalia menyeringitkan dahi nya melihat laporan punya orang lain yang sedang Michel tiru.
“Laporan siapa ini?” Thalia mengambil laporan itu dan terkejut melihat nama pemilik laporan itu.
“Kyla? Bagaimana bisa kamu meminjam nya?” Thalia hampir tertawa melihat wajah tertekuk Michel,bisa di pastikan pria itu merajuk dengan nya.
“Aku ke kos nya tadi dan meminta dia meminjam laporan”
“Cuma itu?” Thalia tahu betul Kyla bukan tipe orang yang mudah untuk meminjamkan barang nya apalagi dengan orang yang tidak terlalu dia kenal.
“Aku berjanji akan mentraktir dia makan apapun selama seminggu” See,Thalia benar kan pasti ada udang di balik batu,pantas saja Kyla mau meminjamkan laporan nya kepada Michel.
Thalia menarik satu sudut bibir nya lalu tersenyum licik,dia mendekati Michel dan memegang bahu pria itu,”Kalau begitu aku juga boleh minta makanan apapun dari kamu? Kan aku teman nya Kyla,dia juga contek jawaban nya dari aku”
“Sial” umpat Michel dan membuat Thalia tertawa puas.