Regan merebahkan badan nya di sofa baru beberapa menit dia sampai di Apartemen nya tapi ibu nya sudah menelpon sebanyak 3 kali,bahkan saat bersama Thalia tadi Regan sengaja mematikan handphone nya.
“Dari mana saja kamu?” Ibu nya datang menghampiri Regan,setelah pertemuan mereka di kampus Regan,ibu nya pergi ke Apartemen Regan untuk menginap,karena itu juga Regan malas untuk pulang ke Apartemen nya.
“Dari main bu” jawab nya malas.
“Kamu pergi dengan Wanita tadi? Wanita itu seperti tidak asing”
Regan berdecak ,”Kami hanya pergi sebentar lalu pulang”
“Kamu punya hubungan dengan dia?”
Regan menggeleng,”Tidak bu,hanya teman”
Ibu nya menatap Regan tidak percaya,dia yakin jika hubungan Regan dengan Wanita itu lebih dari teman.Ibu nya menarik nafas Panjang lalu menghembuskan nya,”Bagus lah,kamu jangan dekat dekat dengan wanita,itu tidak baik untuk kamu”
“Why? Kenapa ibu selalu melarang aku untuk mendekati Wanita lain? Di umur ku sudah seharus nya untuk bebas bu bukan di atur atur terus seperti ini!”
“Kamu tidak akan mengerti dengan perkataan ibu ini Regan!” balas ibu nya kencang,Regan menatap Ibu nya tajam.Tidak mengerti? Bagian mana dia tidak mengerti dengan perkataan ibu nya selama ini?
“Kalian selalu mengatur aku untuk melakukan ini dan itu,tanpa memberikan waktu aku untuk bebas sedikitpun” Nafas Regan tersengal,dia menahan amarah nya.Orang tua nya adalah orang tua paling egois yang dia temui.
“Jauhi Wanita itu,dia tidak baik untuk kamu” Ibu nya bangkit berjalan tapi Langkah nya terhenti saat mendengar perkataan Regan.
“Kenapa? Kenapa aku harus menjauhi dia? Wanita itu adalah sumber kebahagiaan ku!” Teriak Regan,ibu nya segera berbalik dia berjalan mendekati Regan dan langsung menampar wajah Regan.
“Sudah aku katakan untuk menjauhi Wanita apapun!” Ibu Regan menarik kemeja pakaian Regan lalu mencengkram nya erat.”Jika kamu tetap mendekati Wanita itu,kamu akan tahu akibat nya!” Ibu Regan melepas cengkraman nya dengan kasar lalu berbalik.
“Katakan apa yang akan kalian lakukan jika aku tetap mendekati Wanita itu?” tantang Regan.
Ibu Regan tersenyum licik,dia menoleh kepada Regan sedikit,”Kamu akan melihat sendiri bagaimana Wanita itu akan hancur di hadapan mata kamu”
“Bahkan jika Wanita itu adalah kebahagiaan ku?”
Ibu Regan tertawa mendengar nya,dia berbalik mendekati Regan Kembali lalu mengelus pipi anak nya itu,”Kebahagiaan? Kamu harus tahu tidak ada kebahagiaan di dunia ini.Semua orang akan mendekati dan memuja kamu jika kamu memiliki segala nya” Tekan nya,setelah mengatakan itu ibu Regan menampar kecil pipi putra nya itu sambil tersenyum,dia berbalik dan meninggalkan Regan yang menatap ibu nya dengan tatapan benci.
Selalu akan berakhir seperti ini,jika dia mencoba melawan orang tua nya mereka pasti akan mengancam mereka,dan itu juga alasan Regan memperkenalkan Thalia sebagai teman saja,Regan takut jika ancaman ibu nya itu benar benar terjadi.
***
Ibu Regan berjalan masuk ke dalam kamar,dia mengenggam tangan nya dengan erat mencoba menahan semua amarah nya,dia berjalan menuju balkon kamar dan mengambil handphone nya.
“Kenapa kamu tidak bilang jika Regan dekat dengan seorang Wanita selama ini!” bentak nya kesal,si penerima telpon itu menjadi gagap seketika.
“maaf kan saya,saya tidak mengawasi tuan Regan dengan benar” ucap penelpon itu,Ibu Regan menghela nafas nya.
“Sekarang kamu selidiki apapun yang berkaitan dengan Wanita yang bersama Regan siang tadi!”
“ba-ik,saya akan mencoba menyelidiki nya”
Setelah itu ibu Regan langsung mematikan sambungan nya,tidak ada seorang pun yang menghambat kesuksesan Regan bahkan jika Wanita itu adalah sumber kebahagiaan putra nya.
**
“Lia” Regan terenyum lebar dia berjalan mendekati Thalia yang sudah menunggu nya di tempat istirahat yang di sediakan khusus kampus mereka untuk mahasiswa bersantai sekedar makan ringan atau ngobrol santai.
“Sudah lama?” Tanya ceria,Thalia mengangkat wajah nya menatap Regan lalu menggeleng.
“Kebetulan aku ingin cari bahan untuk presentasi besok” jawab nya,Regan Kembali tersenyum dia mengambil makanan yang sengaja dia buat pagi tadi untuk Thalia.
“aku membuat pad thai,kamu mau coba?” Regan membuka kotak bekal nya,dia mengambil sedikit makanan dan menyuapkan nya ke Thalia.
“Aaa Lia” Regan memberikan satu suapan penuh untuk Thalia,Thalia menatap Regan ragu lalu memakan makanan Regan.
“Enak?” Thalia mengangguk dengan semangat,masakan Regan benar benar enak,Thalia tidak menyangka jika Regan bisa membuat makanan seenak ini.
“Syukur lah jika kamu suka” ucap nya lega,Regan harus bangun jam 6 pagi demi membuat makanan ini untuk Thalia
“Kamu tidak perlu untuk membawakan makanan setiap hari untuk aku”
Regan mengangkat tangan nya mengelus rambut Thalia pelan,”Tidak apa apa,aku suka kok memasak untuk kamu” jawab nya tulus,Thalia memandang Regan apakah pria itu benar benar tulus mengatakan nya kepada diri nya?
“Re,aku ada pertanyaan untuk kamu”
Regan mengangkat kepala nya menatap Thalia sambil tersenyum,”Ada apa?”
“Kamu benar benar mencintai aku? Maksud ku kamu pernah menolak aku tapi kenapa sekarang kamu mendekati aku?” Thalia mengatakan semua yang dia tanyakan selama ini,dia menarik nafas nya sebentar,”Aku takut kamu hanya menganggap ini Cuma bahan lelucon” lanjut nya.
Regan terdiam menatap Thalia,apa yang harus di katakan sekarang? Regan tidak mungkin mengatakan alasan sebenarnya dia menolak Thalia saat itu.
“Re,katakan saja yang jujur.Jika kamu tidak mencintai aku kita bisa mengakhiri nya sampai ini.Aku tidak mau kamu mendekati aku hanya karena kasihan” Thalia memegang tangan Regan,dia menatap manik mata pria itu.
“Aku benar benar mencintai kamu,setelah kamu pergi meninggalkan ku aku sadar jika aku sebenarnya mencintai kamu”
Thalia masih menatap manik mata Regan saat pria itu berbicara mencari kebohongan di sana.
“Baiklah,terimakasih sudah menjawab nya” jawab Thalia kecewa,Regan memang tidak berbohong tapi tidak ada pancaran kebahagiaan saat Regan mengatakan jika dia mencintai nya.
Regan yang melihat Thalia murung segera menarik tangan Thalia dan mencium nya,”Hey,apa perkataan aku tadi salah?”
Thalia menggeleng,”tidak ada” jawab nya tersenyum menatap Regan.”Aku hanya mer-“
Ting
Perkataan Thalia harus terpotong saat Regan mengambil handphone nya,pria itu membuka pesan yang dia terima di handphone nya.
“Jauhi Wanita itu,ibu tahu kamu sedang bersama nya” Regan melebarkan mata nya,dia mengangakat kepala nya menoleh ke kanan dan kiri,memeriksa apakah dia sedang di mata matai sekarang tapi hasil nya nihil hanya ada mahasiswa lain di sini.
“Hmm Lia,aku harus pergi ke kelas dulu ya”
Thalia menatap Regan bingung lalu mengangguk,Regan tersenyum dia Kembali mengelus rambut Thalia,”Sampai jumpa Lia” ucap nya lalu pergi meninggalkan Thalia sendiri.
Thalia menghembuskan nafas nya menatap tubuh Regan yang menjauh,dia masih tidak bisa percaya jika pria itu tulus mencintai nya tapi hati nya tidak bisa berbohong,jika diri nya masih sangat mencintai pria itu.
**
“Makananan aku mana?” Kyla mengedahkan tangan nya,dia sudah menunggu lama untuk Michel membelikan makanan nya,Michel mendengus lalu memberikan makanan pesanan Kyla.
“Kamu ini cacingan ya? Makan banyak tapi badan tetap kurus gitu” sindir Michel,Kyla melebarkan mata nya lalu memukul kepala Michel dengan penggaris yang berada di dekat nya.
“muka kamu cacingan,aku olahraga setiap hari untuk menjaga berat badan tau” ucap nya kesal,enak saja Michel mengatai nya cacingan,kurang aja memang.
Michel tidak membalas perkataan Kyla,dia mengambil kursi dan duduk di seberang Kyla,Michel mengambil makanan Kyla yang lain memakanan nya.
“Eh eh itu makanan aku”
“Iya tau”
“Terus kenapa kamu makan!” Ucap nya kesal,apalagi itu makanan kesukaan Kyla dia sengaja memakanan nya di akhir.
“Ya karena aku lapar,lagipula makanan kamu masih banyak”
Kyla menatap Michel tidak percaya,dia mengepalkan tangan nya dengan kuat atau tidak wajah Michel yang tampan itu sudah pasti babak belur.
Michel tertawa kecil melihat wajah marah Kyla,dia mengangkat kepala nya menatap Wanita itu,”Kamu cantik” ucap nya.
Kyla menaikkan satu alis nya mendengar pujian dari Michel,”Kamu gila?”
Michel semakin tertawa dia lalu menggeleng,”Tidak kamu cantik jika marah seperti ini”
Kyla tercengang lalu tertawa sumbang,”Tidak heran jika banyak yang mengejar ngejar kamu jika mulut kamu semanis ini” sindir nya,Michel hanya tersenyum.
“Terimakasih,tapi harus kamu tahu aku tidak pernah memberi pujian ke orang lain” goda nya,Kyla terdiam tunggu jika yang di katakan Michel benar,bearti dia salah satu orang beruntung?
**
Thalia merebahkan badan nya di atas tempat tidur Kyla,dia tidak pulang ke koss nya melainkan ke kos Kyla karena ada beberapa tugas yang memang ingin mereka kerjakan bersama.
“Ada apa? Regan ngilang lagi?” Kyla meletakkan minuman dan makanan kecil di atas meja kecil,jika Thalia berkunjung dia selalu menyiapkan makanan kecil karena Thalia akan mencari nya apalagi jika Wanita itu sedang lapar.
“Bukan”
“Terus? Muka kamu di tekuk banget kaya nggak di beri uang bulanan setahun aja”
Thalia menghembuskan nafas Lelah lalu menarik boneka besar milik Kyla dan melemparkan nya,”sialan” umpat nya.Thalia Kembali menggulingkan badan nya.
“ky”
“Hm” jawab Kyla acuh,dia sedang mengerjakan tugas desain nya kemasan obat nya.Mereka di beri tugas untuk mendesain kemasan obat sirup.
“Kamu pernah nggak sih merasa kalau orang yang mengatakan cinta ke kamu itu nggak terlihat tulus”
Kyla mengangkat kepala nya menatap Thalia bingung,”Maksud kamu?”
“Misal nya nih ya,ada pria yang dekatin terus dia bilang cinta ke kamu tapi kamu nya nggak merasa kalau dia tulus mengatakan cinta itu”
“Hmmm terus?”
“Ya apa yang harus kamu lakukan Kyla sayangg?” Thalia gemas kepada teman nya itu yang terlalu lemot.
“ih najis” ucap nya kesal,lalu memadang Thalia lagi,”Ya aku bakal ninggalin dia,simpel”
“Tapi kamu cinta sama pria itu,gimana?”
Kyla terdiam,dia menyipitkan mata nya menatap Thalia curiga,”Jangan bilang kalau orang itu adalah kamu?” Tunjuk nya,Thalia melebarkan mata nya lalu menggeleng cepat,dia menjadi gelagapan seperti orang ketangkap basah.
“Ya nggak lah,kan aku Cuma nanya” kilah nya.
“hmm kalau gitu” Kyla menarik jari telunjuk nya dan memukul kan nya pelan ke dagu nya.
“Ya terima aja,dia bilang cinta ke kamu bukan tidak ada alasan kan? Pasti ada alasan nya,jadi terima aja” Kyla mendekatkan kepala nya kepada Thalia,”Lagipula Regan tampan dan kaya,kamu tidak akan rugi jika menjadi pacar nya” bisik nya sambil menaik turunkan kening nya berulang kali.
“sial” umpat Thalia kesal,dia melemparkan bantal kewajah Kyla dengan keras.”Sudah aku bilang bukan aku!”
Tapi Kyla hanya tertawa,dia tidak percaya jika yang di ceritakan Thalia itu bukan diri nya.
**
Plakk
Regan memegang pipi nya yang terasa kebas karena tamparan dari ibu nya,sedangkan ibu Regan memandang putra nya itu dengan marah.
“Sudah ibu bilang jauhi dia!” Teriak ibu nya di depan wajah Regan,Regan mengatupkan bibir nya menatap ibu nya dengan tajam.
“Sudah aku bilang jika Lia adalah kebahagiaan ku dan kami tidak memiliki hubungan apapun”
Ibu Regan Kembali tertawa mendengar perkataan anak nya,dia mengangkat tangan nya dan mendorong kepala Regan dengan tangan nya,”Sudah aku bilang,tidak ada kebahagiaan seperti itu!”
Regan mengepalkan tangan nya menahan kesal nya,”Jika kamu seperti ini ibu akan menjodohkan kamu dengan Wanita pilihan ibu”
“Apa? Tidak,aku tidak mau menikah dengan Wanita pilihan ibu.Please bu biarkan aku memilih sendiri siapa yang aku nikahi nanti” Regan mengucapkan dengan pasrah,kenapa orang tua nya tidak paham sama sekali dengan diri nya.
“Jika seperti itu jauhi dia,dia bukan wanita yang sederajat dengan kita.Dia tidak akan memberikan manfaat apapun untuk kamu!”
Regan terdiam mendengar nya,kenapa orang tua nya selalu memikirkan harta dan kedudukan,tidak ada sedikitpun di pikiran Regan memikirkan 2 kata laknat itu.
Regan menegakkan badan nya menatap ibu nya dengan tatapan terluka,”Aku ingin ke kamar dulu bu” jawab nya.Regan membalikkan badan nya dengan lesu,setiap hari dia dan ibu nya akan beradu pendapat seperti ini.
“Re,jawab ibu katakan kamu akan menjauhi Wanita itu”
Regan hanya diam,dia terus berjalan menuju kamar nya.
“Kamu akan tahu apa yang di dapatkan Wanita itu jika terus mendekati kamu”
Brammm
Regan menutup pintu kamar nya dengan keras,dia tidak peduli jika nanti ibu nya akan marah.Regan hanya ingin tahu jika diri nya juga marah dengan perkataan ibu nya itu.