PART 39 MINUM

2143 Kata
“Hari ini kami ingin ke club kamu mau ikut?” Kyla datang menghampiri Thalia yang sedang membaca buku nya lalu merangkul bahu Thalia. “Kamu gila? Untuk apa ke club?” Thalia menyeringitkan dahi nya heran,Kyla bukan tipe orang yang suka pergi ke tempat itu. “Hanya fun aja,ayolah Thalia ikut.Nggak seru kalau nggak ada kamu” Kyla mengepalkan kedua tangan nya di depan d**a menatap Thalia dengan tatapan memohon. “Mau ya?” ucap nya lagi,Thalia diam dia khawatir jika Michel akan marah jika dia ikut ke club,pria itu memang sangat proktektif dengan Thalia. “Aku tanya Michel dulu ya,jika dia mau aku ikut” Kyla melebarkan senyum nya,”Kamu tenang saja,Michel juga ikut ke club malam ini” “Apa? Bagaimana bisa?” Thalia terkejut saat Michel juga ikut ke club,biasa nya pria itu akan pergi sendiri tanpa membawa Thalia.Michel selalu bilang jika club itu tempat yang berbahaya untuk orang seperti Thalia,huh sebenarnya itu hanya akal akalan nya saja. Kyla tersenyum misterius,Thalia tidak tahu jika diri nya lah yang membujuk Michel untuk ikut,tentu dengan ancaman sedikit agar pria itu mau. “Jam 8 malam jemput aku ya” “iya,nanti aku minta Michel untuk menjemput kamu” jawab nya malas,Kyla memekik senang,dia duduk di samping Thalia memeluk tangan Thalia dengan erat. “omong omong kamu nggak mau ajak Regan?” “Buat apa?” Kyla menepuk dahi nya,dia lalu menyentil jidat Thalia pelan,”Dia kan pacar kamu,kamu nggak mau ajak dia apa” “ih siapa bilang dia pacar aku?” Kyla Kembali tersenyum sinis,”Bilang aja kalian sudah pacaran,dari malam kamu cerita itu aku sudah nebak hubungan kalian” Thalia mendengus,”Serah deh” mau Thalia bilang tidak beribu kalipun Kyla tetap menuduh nya jika dia sudah pacarana dengan Regan. “Eh eh,pangeran kamu datang tuh” Kyla menunjuk Regan yang sedang berjalan mendekati mereka sambil tersenyum lebar menampilkan eye smile nya yang indah. “Ih apaan sih Ky,lebay banget” pipi Thalia memerah terlebih saat Regan memandang nya dengan lekat. “Hmm aku mau pergi ke cafetaria dulu ya” Kyla melambaikan tangan nya kepada Thalia,”Selamat bermesraan teman ku tersayang muach” Kyla memberikan ciuman dengan tangan nya lalu kabur meninggalkan Thalia yang sudah memerah seperti kepiting rebus,sialan mulut Kyla benar benar membuat nya malu. “Teman kamu tadi lucu ya” Regan duduk di samping Thalia,dia mengambil tas nya dan memberikan makanan yang dia buat pagi tadi. “Kamu buat lagi?” Thalia memandang Regan dengan mata besar nya,sudah 2 minggu ini pria itu selalu membawakan makan siang untuk nya. Regan mengangguk dia menyampirkan tangan nya di bahu Thalia,”Seperti nya sudah menjadi kebiasaan aku memasak untuk kamu” “Re,jangan mulai deh” Thalia melepaskan tangan Regan di bahu nya,orang orang yang lewat akan melihat mereka. “Kenapa? Aku Cuma bilang kenyataan nggak ada niat buat goda kamu,kenapa wajah kamu memerah hm?” Regan mendekatkan wajah nya menatap wajah Thalia yang semakin memerah,dia tersenyum melihat wajah Thalia yang memerah. Thalia menutup muka nya dengan kedua tangan nya,dia malu wajah nya sangat merah sekarang; “Regan!” pekik Thalia kesal dan membuat Regan tertawa puas. “Aku suka wajah kamu yang memerah seperti itu,apalagi itu karena aku” ucap nya lalu mencium pipi Thalia cepat.Thalia melebarkan mata nya terkejut lalu memukul bahu Regan. “Regan,ini tempat umum loh” Kesal nya,seperti nya Thalia harus mencuci pikiran Regan sekarang. “Kenapa? Nggak ada yang lihat juga” Regan merapatkan badan nya ke Thalia lalu menyandarkan kepala nya di bahu Thalia. “Lia,kamu pakai parfum apa sih?” Thalia melebarkan mata nya menatap Regan khawatir,”kamu nggak suka bau nya?” Thalia menundukkan kepala nya menatap Regan yang masih setia menyandarkan kepala nya di bahu Thalia. Regan menggeleng manja,”Bukan,bau nya aku sangat suka.Maka nya aku nanya kamu” Thalia mencibirkan bibir nya,”Rahasia,aku nggak mau bilang” Regan tertawa kecil mendengar nya,”baiklah,cepat atau lambat aku pasti tahu apa itu” ** Thalia memoles lisptik di bibir nya,sedangkan Michel memandang Thalia dengan malas.Dia sudah menunggu selama setengah jam tapi Thalia belum selesai sama sekali. “Masih lama nggak sih” Keluh Michel,dia berjalan mendekati Thalia dan melebarkan mata nya saat melihat pakaian yang di pakai oleh Thalia sekarang.Tunggu kenapa dia tidak melihat belahan kaki nya sangat terbuka. “kamu serius mau pakai gaun ini?” Thalia membalikkan badan nya menatap Regan bingung lalu mengangguk,”Iya kenapa? Cantik kan?” Thalia memutarkan badan nya dia menyampirkan rambut yang tergerai ke samping,lagi lagi Michel melebarkan mata nya terkejut.Selain belahan kaki nya yang tinggi bagian punggung nya juga terbuka,memperlihatkan punggung Thalia yang mulus. “Nggak,ganti gaun sana” Michel menarik tangan Thalia dan mendorong nya menuju lemari pakaian nya. “Ihh apa sih Chel,gaun nya cantik gini kamu sebut jelek” Michel mengusap wajah nya frustasi,gaun nya memang cantik masalah nya adalah gaun itu sangat seksi apalagi yang memakai ini adalah Thalia! “Jelek,ganti gaun sana atau pakai hoodie” Thalia melebarkan mata nya tidak percaya,dia menatap Michel dengan sengit. “Kamu bercanda? Mana ada orang make hoodie ke club.Lagipula ini nggak terlalu sexy banyak yang lebih sexy di club nanti” Thalia tidak mengindahkan perkataan Michel,dia berjalan dengan santai nya keluar,Michel menarik dan menghembuskan nafas nya berulang kali.Jika seperti ini dia tidak bisa menikmati pesta yang ada dia menjaga Thalia nanti. Michel tersenyum,dia mengambil handphone nya dan mengirimkan pesan ke seseorang. “Selesai,setelah ini aku bebas pergi” ucap nya licik,Michel tertawa kecil menatap Thalia setelah ini Wanita itu tidak bisa macam macam lagi. ** “Hey Kyla,you look so hot” Thalia tersenyum lebar saat Kyla masuk ke dalam mobil Michel,teman nya itu terlihat sangat sexy bahkan lebih sexy dari Thalia di tambah warna gaun yang di pakai Kyla adalah Merah darah. Michel menggelengkan kepala saat mendengar 2 orang Wanita itu asik bercerita,sebenarnya mereka ingin pergi ke club atau acara formal sih? Pakaian mereka berdua lebih cocok di pakai untuk pertemuan dengan penjabat tinggi negara. “Kamu mala mini minum?” Tanya Kyla,dia menaik turunkan alis nya menatap Thalia. Thalia tersenyum lalu mengangguk,”Pasti,rugi dong kalau ke club nggak minum” “Nggak ada minum minum!” Potong Michel kesal,enak saja Thalia minum,sedangkan Wanita itu tidak pernah minum minum sekalipun. “Apa sih Chel,aku sudah dewasa.Banyak kok yang lebih muda dari aku sudah minum minum” Kesal Thalia,dia mencebikkan bibir nya kesal,Michel begitu protektif kepada nya bahkan bisa mengalahkan ayah nya sendiri. Masih ingat Thalia saat mereka kecil,sekitar umur 10 tahun Michel hampir ingin menampar wajah teman laki laki nya hanya karena salah paham,waktu itu Thalia menangis karena tanaman yang dia tanam mati lalu teman nya datang untuk menghibur,tapi Michel tiba tiba menarik kerah pakaian teman nya itu dan hampir menampar nya jika tidak di tahan oleh Thalia saat itu. Bayangkan anak 10 tahun sudah hampir membuat orang lain babak belur hanya karena salah paham. “Tapi kamu nggak akan kuat Thalia,kalau kamu mabuk nanti siapa yang jagain?” “Ya aku jaga diri aku sendiri lah” “pokok nya nggak boleh,kalau ibu kamu lihat kamu mabuk mabuk an marah besar ibu kamu” “Ibu nggak bakal tahu,kalau nggak kamu beritahu Chel” Balas Thalia kesal,sedangkan Kyla yang di samping Thalia hanya diam mendengarkan perkelahian antara mereka. ** Thalia dan Kyla bergandengan masuk ke dalam club,mereka bagai anak kecil yang pertama kali di ajak ke taman bermain. “Thalia,jangan lari lari nanti di ketabrak orang lain” Michel setengah berteriak karena Thalia yang sudah menyatu dengan kerumunan orang orang yang sedang asik berdansa. Sedangkan Thalia dia tidak mendengarkan perkataan Michel sama sekali,dia asik berdansa berdua dengan Kyla menikmati ritme music yang di mainkan oleh DJ. “Ternyata asik ya Ky” Pekik Thalia setengah berteriak dia tidak bisa mendengar suara apapun selain musik yang keras.Kyla mengangguk setuju,dia menarik tangan Thalia dan Kembali berdansa. “Sudah aku bilang untuk duduk aja,tapi tetap ngeyel!” Michel geram melihat Thalia yang sedang menari dengan bebas nya sedangkan di samping nya sudah ada beberapa pasang mata buaya yang menatap mereka dengan lapar. Michel mengamit tangan Kyla dan Thalia pergi menuju tempat duduk yang memang sudah Michel pesan sebelum nya,Michel sengaja memesan tempat duduk VIP agar memudahkan Thalia jika Wanita itu mabuk. “Chel,kenapa sih kami Cuma mau menari!” Thalia mengangkat kepala nya dan menatap Michel berang. “Duduk atau aku telpon ibu kamu sekarang juga!” ancam nya,Michel balik menatap tajam Thalia tapi Thalia tidak takut dia menatap Michel dengan tajam juga,setelah beberapa detik beradu pandang akhirnya Thalia menyerah,dia berbalik dan duduk di sofa yang di sediakan sambil menyilangkan tangan nya kesal. “tunggu di sini aku pesan minuman” “Eh Chel ikut,aku sekalian mau ke kamar mandi” Kyla berdiri mendekati Michel. “Hah? Jika kalian berdua keluar aku sama siapa di sini sendirian?” “ya nggak masalah juga Thalia,ini tempat VIP tidak seorang pun yang bisa masuk kecuali memang di pinta sama Michel” Jelas Kyla,dia tentu tahu tempat mereka sekarang adalah VIP walau Kyla jarang pergi ke club tapi beberapa kali dia memesan tempat VIP untuk diri nya sendiri tanpa sepengatahuan Thalia tentu nya. Thalia mengangguk,dia Kembali duduk di sofa dan memainkan handphone nya,dia kesal dengan Michel yang tidak membolehkan nya pergi ke mana pun.Padahal dia juga ingin menari di lantai dansa seperti yang lain. “wajah kamu nggak cantik lagi kalau di tekuk seperti itu” Thalia menegang dia membalikkan badan nya segera dan melihat Regan yang berjalan mendekati nya dari pintu luar. “Re,bagaimana kamu tahu aku disini?” tanya nya panik,Thalia meringjs saat Regan mendekati nya,pria itu benar benar terlihat tampan dengan syle jaket hitam dan celana jeans nya. “Michel menghubungi aku untuk menjaga kamu” Regan tersenyum dengan manis,dia duduk di samping Thalia lalu menyampirkan tangan nya di pinggang Thalia.”Dan Seperti nya kamu memang perlu penjagaan lebih” Lanjut nya,pipi Thalia memerah mendengar perkataan Regan apalagi pria itu terus menatap nya dari atas dan bawah. “Kenapa pakai gaun se sexy ini hm?” tanya nya,Thalia mengatupkan bibir nya dia tidak bisa menjawab pertanyaan Regan. “kamu juga nggak bilang kalau ingin pergi ke club” Regan menatap Thalia yang hanya diam,mata nya tidak bisa lepas dari gaun yang membalut badan Thalia,sial Thalia benar benar terlihat sexy tapi kenapa Wanita itu harus memakai nya di tempat seperti ini? Regan menjerit frustasi di dalam hati nya,dia benar benar ingin menarik Thalia pulang dan meminta Wanita itu mengganti pakaian nya. “Maafkan aku,teman teman satu kelas mengundang aku untuk datang ke club” Thalia menundukkan kepala nya,dia merasa bersalah saat mendengar kalimat Regan tadi. Regan Kembali tersenyum,dia menarik badan Thalia mendekat dan memeluk nya erat,sedangkan Thalia hanya diam dia bahkan menyandarkan kepala nya di d**a Regan.Hangat,kapan lagi Thalia bisa merasakan pelukan Regan seperti ini. “Kamu mau turun ke bawah untuk berdansa?” Thalia mengangkat kepala nya menatap Regan sambil mengedipkan mata nya berulang kali,”Boleh?” Tanya nya dengan polos,Regan tertawa kecil dia mengangkat tangan nya dan mencentil hidung mancung Thalia pelan. “Boleh,asal kamu di samping aku jangan kemana mana,janji?” Thalia mengangguk dengan semangat,dia melepas pelukan Regan dan bangkit.DIa menarik tangan Regan untuk turun ke bawah. “Re ayo menari” Thalia mulai menari mengikuti ritme musik,sedangkan Regan hanya menatap Thalia sesekali mata nya mengamati sekitar,jikalau ada pria lain yang ingin mendekati Thalia. “Ayo Re” Thalia Kembali menarik tangan Thalia,Regan mengangguk  dia mengikuti Thalia yang menarik nya ke lantai dansa. Thalia tersenyum lebar,dia memegang bahu Regan dan mulai menari dengan bebas nya. “Re,aku mau minum haus” Thalia memeluk pinggang Regan erat,dia bahkan tidak sadar jika dia memeluk pinggang Regan dengan erat.Regan tersenyum dia mengelus rambut Thalia dengan pelan. “Haus? Kita ke atas ya,kaya nya Michel sudah datang” Thalia mengangguk,dia berjalan menuju ruangan mereka lagi,di dalam sudah ada Michel dan Kyla yang terlihat sedang berbicara satu sama lain,mereka terlihat habis beradu pendapat terlihat dari tatapan mereka berdua,tapi Thalia mengangkat bahu nya acuh dia tidak peduli dengan urusan mereka. Thalia berjalan meuju meja,di sana sudah ada beberapa minuman tersedia dia mengambil minuman yang paling menarik perhatian nya dan langsung meminum nya habis. “Jangan itu cocktail” pekik Michel,tapi terlambat Thalia sudah menghabiskan minuman nya sekali teguk,karena rasa haus nya.Saat minuman itu melewati tenggorokan nya rasa terbakar menyambut nya,Thalia meringis kenapa rasa minuman ini sangat tidak enak. “Lia,kamu nggak papa?” Tanya Regan khawatir,dia juga tidak sempat menahan Thalia karena Wanita itu yang langsung minum. Thalia mengangguk lalu tersenyum,”Aku baik baik saja,ayo Re kita turun lagi” Regan diam menatap Thalia,dia mengamati Thalia takut jika Wanita itu mabuk. “Ayo Re” Rengek nya dia menarik tangan Regan untuk turun ke bawah lagi. “Kamu nggak mabuk?” Tanya nya khawatir,Thalia menggeleng dia merasa baik baik saja selain rasa terbakar di tenggorokan nya saat dia minum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN