PART 40 MATA

2017 Kata
Regan dan Michel mengamati Thalia dan Kyla dari samping,setelah lelah menari Thalia langsung naik ke atas menghampiri Kyla untuk bercanda dan sekarang mereka sedang asik minum minum dengan sesekali bercanda. “Harus di hentikan sekarang,sebelum mereka semakin mabuk” Regan mengangguk,dia bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri Thalia. Regan duduk di samping Thalia mengamati Wanita itu yang sedang asik tertawa,Regan menyampirkan tangan nya di pinggang Thalia. “Tangan nya tolong di perhatikan” Sindir Michel,dia bangkit menghampiri Kyla sambil menatap tajam Regan.Regan berdecak kesal,tangan nya dia jauhkan dari pinggang Thalia. “Lia,kamu sudah terlalu mabuk” Regan menatap wajah Thalia yang sudah memerah,Thalia menoleh ke samping dengan sisa kesadaran nya dia tersenyum,jari jari tangan nya dia angkat dan mengelus pipi Regan dengan halus. “Re,itu kamu?” ucap nya,Thalia sudah mabuk dia bahkan berbicara melantur sendiri. Regan mengangguk,”Ini aku Lia,kamu sudah terlalu mabuk.Kita pulang ya” Regan ingin mengangkat badan Thalia,tapi dia berontak Thalia mengangkat jari telujuk dan menggoyangkan nya. “Aku belum mabuk,aku masih sadar” ucap nya lalu tersenyum,jari jari Kembali mengelus pipi Regan. Regan membiarkan Thalia yang mengelus wajah nya,tatapan mereka saling bertatapan satu sama lain,Regan tersenyum tatapan Thalia terlihat sayu tapi Wanita itu bersikeras jika dia belum mabuk. “Re,aku pergi ke toilet dulu Kyla muntah,ingat jangan macam macam!” Peringat Michel,dia menggotong badan Kyla yang sempoyongan ke toilet,Regan mengangguk paham. “kenapa kamu tampan sekali Re?” Thalia tersenyum menatap Regan dengan mata sayu nya,tangan nya menyusuri wajah Regan dari mata,hidung sampai bibir nya. “Mata yang selalu menatap dengan tajam tapi sangat manis dengan eye smile nya” Tangan Thalia turun lagi ke hidung Regan dan meraba nya. “Hidung kamu kenapa mancung banget Re? kan aku iri” Thalia mengerucutkan bibir nya,dia merasa iri setiap kali melihat hidung Regan yang sangat mancung,hidung Thalia memang mancung tapi tidak semancung Regan.Regan tersenyum melihat kelakukan Thalia dia membiarkan Wanita itu meraba wajah nya.,tangan Thalia perlahan turun ke bibir Regan dan menyentuh nya dengan lembut. “Lalu bibir ini aku selalu berkhayal jika bibir ini akan mencium ku dengan lembut” Thalia tertawa kecil,dia sangat malu mengatakan ini,dia lalu menyembunyikan kepala nya di d**a Regan. Regan tersetak,dia mengangkat badan Thalia dan memandang nya serius,”Kamu serius?” Thalia memajukan bibir nya,”Yang mana?” tanya nya tidak sadar. “Bibir,kamu selalu berkhayal seperti itu?” Thalia Kembali tertawa lalu mengangguk pelan,dia Kembali mengangkat tangan nya dan menangkup wajah Regan dengan kedua tangan nya. “Bukan kah itu impian semua orang?” Thalia Kembali tertawa,tapi tidak dengan Regan dia menatap Thalia dengan serius. “Kamu mau mewujudkan khayalan kamu?” Thalia terdiam menatap Regan bingung,Regan tersenyum perlahan dia mendekatkan kepala nya dengan kepala Thalia.Perlahan bibir nya dan bibir Thalia bersentuhan dengan lembut.Thalia menegang saat bibir nya menyentuh bibir Regan,pria itu mencium nya begitu lembut,Thalia menutup mata nya dan mengikuti permainan Regan. Regan mengangkat wajah nya dan tersenyum menatap Thalia sedangkan Thalia menundukkan kepala nya,dia memegang bibir nya yang baru saja di cium oleh Regan. “Ciuman pertama kamu?” Thalia mengangguk malu,dia mengangkat wajah nya menatap Regan yang sedang tersenyum.Perlahan air mata Thalia turun dan membuat Regan panik. “Lia,maaf aku tidak bermaksud merebut ciuman pertama kamu” Regan mendekati Thalia dan memeluk Wanita itu dengan erat. Thalia menggeleng,”Kenapa kamu melakukan itu Re?” Regan mengerutkan kening nya,dia mengangkat bahu Thalia dan menatap Thalia dengan bingung. “Kamu mengatakan jika kamu mencintaiku,tapi aku tidak melihat cinta itu di mata kamu” isak Thalia,dia menghapus air mata yang keluar dengan tangan nya. Regan selalu mengatakan jika dia mencintai Thalia tapi Thalia tidak melihat ketulusan di mata Regan. “Kamu jahat Re,saat aku ingin melupakan kamu,kamu malah datang dan mengacaukan semua nya” Thalia memukul d**a Regan berulang kali,dia menumpahkan rasa kesal nya selama ini. “Kenapa saat aku mencintai kamu tapi kamu menolak ku? Dan memilih Wanita itu?” Bayang bayang saat diri nya menyatakan perasaan nya kepada Regan Kembali terulang,Sungguh jika waktu bisa di ulang mungkin Thalia tidak akan melakukan nya. “Lia dengar aku” Regan berusaha menggapai tangan Thalia yang terus memukul badan nya. “Aku mencintai kamu tapi waktu itu aku tidak ada pilihan selain menolak kamu” Thalia menatap Regan heran,”Kenapa?” Regan diam dia tidak mengatakan nya,”Kenapa Re?” desak Thalia lagi. “Aku tidak bisa mengatakan nya,tapi saat kamu tahu alasan di balik itu kamu akan paham” Thalia terdiam dia Kembali menangis,Regan menarik tubuh Thalia ke pelukan nya dan mencium kening Thalia berulang kali. “Kamu jahat Re” isak nya,Thalia mengeratkan pelukan nya dengan Regan. “Iya aku tahu,aku memang jahat.Aku tidak bisa melepaskan kamu walau aku tahu akibat yang akan kita terima” Regan tidak bisa melepaskan Thalia begitu saja walau dia tahu ibu nya akan marah besar,Thalia adalah sumber kebahagiaan nya Regan tidak ingin kebahagiaan nya pergi dari hidup nya.Sudah cukup Thalia pergi satu kali dia tidak ingin Thalia harus pergi lagi. “Aku mencintai kamu,tapi hati ku selalu ragu untuk menerima nya” Thalia mengakui perasaan nya,dia Lelah harus menyembunyikan ini.Regan mematung diam diam dia tersenyum,membiarkan Thalia yang terus menangis di d**a nya. ** Michel masuk ke ruang mereka bersama Kyla yang terlihat lebih baik dari sebelum nya,untung Thalia sudah lebih tenang Wanita itu tertidur di pelukan Regan. “Bagaimana dia bisa tertidur di pelukan kamu?” tanya Michel heran,dia meletakkan badan Kyla dengan pelan di sofa dan berjalan menghampiri Thalia. “Dia habis menangis?” Tanya Michel lagi,dia ingin mengecek keadaan Thalia tapi tubuh Regan menghalangi nya,Thalia tidak mungkin langsung tertidur jika bukan karena menangis,Michel sangat kenal kebiasaan sepupu nya itu. “B-ukan Thalia tadi sedikit melantur jadi aku memeluk nya untuk tidak kabur ke lantai bawah” Kilah Regan,Michel mengerutkan kening nya tidak percaya lalu memandang wajah Regan yang terlihat menyakinkan. Michel menghela nafas nya,”Baiklah,kamu bisa bawa Thalia pulang? Aku harus mengantar Kyla pulang ke kos nya lebih dulu” Regan mengangguk dengan cepat,”Aku akan mengantar nya” “Baiklah,Ingat jangan macam macam dengan Thalia.Jika kamu menyakiti atau membuat nya menangis bisa ku pastikan kamu tidak pernah bertemu dengan nya lagi!” Wajah Regan memucat saat mendengar perkataan Michel,dia menatap Michel yang menggendong badan Kyla yang sudah tertidur juga. “Ruangan ini sudah aku bayar,jaga Thalia baik baik.Aku percayakan dia dengan kamu” Setelah mengatakan itu Michel keluar sambil menggendong Kyla. Setelah memastikan Michel keluar dari ruangan barulah Regan mengangkat badan Thalia,terlihat air mata yang mengering di pipi Thalia. “Lia,hey bangun” Regan menepuk pipi Thalia berulang kali. “Hmm aku ngantuk Chel,besok ya aku kerjain” ucap nya,Regan tertawa kecil Thalia mengira jika diri nya adalah Michel. Regan menundukkan kepala nya dan mencium bibir Thalia dengan cepat,”kita pulang ya” Regan berbisik di telinga Thalia dan menggendong Wanita itu pergi keluar club. ** Regan melirik jam di tangan nya yang menunjukkan pukul 1 malam,jika sekarang dia mengantarkan Thalia yang ada dia akan kena marah ibu koss Thalia. “Lia,kalau pulang ke Apartemen aku dulu mau?” Regan menolehkan kepala nya ke samping dimana Thalia yang sudah tertidur dengan nyenyak. Tidak ada sahutan dari Thalia,Regan mengambil handphone nya dan mengirimkan pesan ke Michel jika dia akan membawa Thalia ke Apartemen nya,untung saja ibu nya sudah pulang hari ini jadi dia bisa membawa Thalia pulang ke Apartemen nya. Drt..Drt..Drt… Baru 10 menit Regan mengirim pesan Michel sudah menghubungi nya. “Kamu gila?” Itulah kalimat pertama yang Regan dengar setelah panggilan nya tersambung. “Aku masih waras belum gila” jawab Regan,terdengar helaan nafas dari Michel. “Antar Thalia ke kos nya sekarang” “Di jam 1 malam ini? Kamu mau aku di bunuh ibu kos nya?” “Lalu antar dia ke Apartemen aku!” Regan menggeleng,yang benar saja dia harus putar arah lagi untuk mengantar Thalia ke Apartemen Michel.”terlalu jauh putar arah jika ke Apartemen kamu,Thalia pasti Lelah” Michel mendesah berat,”Jangan macam macam sama Thalia,kamu harus mengantarkan nya besok dengan selamat” “Iya” Regan mematikan sambungan nya dan melirik Thalia yang masih tertidur lelap,Regan mengangkat tangan nya dan mengelus rambut Thalia pelan. Regan memakirkan mobil nya di parkiran basement dan menggendong Thalia ke Apartemen nya,untung saja tidak ada orang lagi jadi tidak ada gossip tentang diri nya yang membawa perempuan ke Apartemen. Regan menurunkan badan Thalia di atas Kasur nya dan membangunkan nya lagi,”Lia,kamu harus mandi” Perlahan Thalia membuka mata nya,dia memandang sekitar lalu mengerutkan kening nya,”Dimana aku?” tanya serak. “Di Apartemen aku,aku tidak bisa mengantar kamu ke kos nanti ibu kos kamu akan marah” Thalia mengangguk paham,jika dia pulang ke kos ibu kos nya akan menceramahi nya Panjang lebar apalagi dengan keadaan Thalia sekarang. Thalia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi,dia mencuci wajah dan mulai melepas pakaian nya. Tok..Tok “Lia pakaian kamu aku letakkan di closet,aku keluar dulu” Setelah mengatakan itu Regan pergi,untung saja kamar mandi nya terpisah dengan closet nya. Regan berjalan menuju dapur dan membuatkan Thalia teh,dia membuka kulkas nya dan menyeringit heran saat melihat kue kesukaan nya,Regan mengambil sepotong dan memakan nya. Dia tersentak kue ini buatan ibu nya,Regan sangat hapal jika kue ini adalah buatan ibu nya.Regan mengeluarkan beberapa potong dan meletakkan nya di piring. “note kecil” Saat ingin mengambil piring dia melihat note kecil yang terlampir,Regan mengambil dan membaca nya. “Ibu tahu kamu suka kue itu” Regan tersenyum jadi ibu nya membuatkan kue untuk nya sebelum dia pergi.Setelah selesai menata Regan Kembali ke kamar nya dengan makanan dan teh,terlihat Thalia yang sudah duduk dengan rapi di atas Kasur nya. “Sudah mendingan?” Regan mengambil meja kecil dan menyusun nya di depan Kasur nya di tempat Thalia duduk. Thalia mengangguk,kepala nya masih sedikit pusing tapi lebih baik daripada tadi. “Seperti nya aku tidak ingin mencoba minuman seperti tadi” Thalia mengambil teh yang di buat Regan dan meminum nya. Regan tertawa geli dia mengacak rambut Thalia,”Siapa suruh kamu langsung minum cocktail dengan sekali teguk hm? Sudah tahu nggak bisa minum malah minum sembarangan” Thalia mengerucutkan bibir nya,bukan salah dia karena wana minuman itu begitu cantik. “Oh iya,saat aku mabuk tadi aku nggak melantur kan?” Regan diam menatap Thalia,melihat Regan yang terdiam membuat Thalia panik. “Jangan bilang aku berkata macam macam?” Thalia menjadi panik,apalagi menatap wajah Regan yang sedang menahan tawa. “Mau tahu?” Thalia mengangguk,dia berharap jika diri nya tidak berkata macam macam yang membuat diri nya malu. “Kamu serius mau tahu?” Thalia mengangguk ragu,Regan tersenyum dia mendekati Thalia dan membuat Thalia memundurkan badan nya. “Re kamu mau apa?” tanya nya panik,dia memundurkan badan nya tapi Regan justru semakin mendekati nya. “Aku hanya meragakan bagaimana kamu tadi” Thalia meringis,Regan semakin mendekatkan badan nya dia lalu mengangkat tangan nya dan mengelus pipi Thalia pelan. Dia menjalan kan jari nya dari mata Thalia,Thalia mengatup nya bibir nya gugup.”mata ini terlihat sangat cantik saat senyum tapi menyakitkan saat sedih” Regan tersenyum,dia memang tidak mengatakan seperti yang di katakan Thalia kepada nya tadi. Lalu tangan nya menuju hidung Thalia,”Hidung kecil seperti ini sangat menggemaskan untuk di cubit” Regan mencubit hidung Thalia dan membuat Thalia meringis.Regan Kembali tertawa tapi tangan nya terus turun menuju bibir Thalia. “Bibir kecil tapi menyimpan banyak kenangan,rasa nya sangat manis semanis strawberry” Setelah mengatakan itu Regan Kembali mendekatkan kepala nya dengan Thalia,dia Kembali mencium bibir Thalia dengan pelan sedangkan Thalia membulatkan mata nya terkejut dia langsung mendorong badan Regan menjauh. “Regan” ucap nya malu,pipi Thalia memerah seketika.Regan tersenyum lebar “Kenapa malu?” Goda Regan,Thalia mengangkat tangan nya dan memukul bahu Regan yang benar saja pria itu bertanya di saat seperti ini. “aku Cuma memeragakan bagaimana kamu waktu itu” lanjut nya,Thalia melebarkan mata nya dia menatap Regan sedangkan Regan hanya tersenyum misterius. Tunggu jika Regan hanya meniru yang dia lakukan di club waktu itu,bearti yang mencium Regan lebih dulu diri nya??? astaga Thalia sangat malu sekarang,rasa nya seperti ingin melemparkan diri nya ke dalam lautan dalam sekarang juga. **
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN