“Kamu mau tidur di kamar satu nya?” Regan berjalan menghampiri Thalia dengan selimut dan bantal di tangan nya,setelah insiden tadi Thalia benar benar malu,dia bahkan tidak bisa mengangkat wajah nya untuk sekedar menatap Regan saja.
“Lia” Regan ingin mengelus rambut Thalia karena Wanita itu hanya diam saja saat dia bertanya tapi Thalia lebih dulu bangkit dan mengambil selimut dengan bantal.
“Aku tidur di kamar satu nya saja” Ucap nya ketus lalu berjalan menuju kamar satu nya,Thalia memasuki kamar itu dan menyeringit heran karena kamar itu begitu rapi bahkan wangi kamar pun sangat feminim.
“Ibu aku menginap beberapa hari kemarin,beliau sangat suka aroma Vanila seperti ini jadi jangan heran kalau kamar nya masih kecium bau Vanilla” Regan muncul dari belakang seakan tahu dengan kebingungan Thalia.
Thalia mengangguk,dia berjalan menuju Kasur dan meletakkan selimut dan bantal yang telah di pinjamkan Regan.
“hmm kamu ngapain masih di sini? Aku mau tidur” Thalia menatap Regan dengan bingung,pria itu hanya berdiri di depan pintu sambil menatap nya.Regan tersenyum geli dia berjalan mendekati Thalia,melihat itu Thalia memundurkan badan nya hingga menyentuh dashboard Kasur.
“Selamat tidur Lia,semoga mimpi indah” Ucap nya lembut,Regan menunduk dan mengecup kening Thalia pelan,setelah itu dia berbalik dan menutup pintu kamar.Setelah kepergian Regan seakan sadar dia langsung menepuk pipi dengan kedua tangan nya.
Astaga kenapa Regan begitu manis sekarang,lama lama Thalia bisa diabetes jika harus melihat eye smile itu setiap saat.
**
Regan menutup pintu kamar Thalia dan berjalan mengambil handphone nya yang berdering sedari tadi,Regan mendesah Lelah saat ibu nya lah yang memanggil nya.Apa ibu nya tidak bisa tidur hingga harus menghubungi Regan di jam 2 pagi seperti ini?
“Ada apa bu?” Tanya Regan langsung setelah panggilan mereka tersambung.
“…”
Regan melirik ke arah kamar Thalia yang tertutup,lalu berjalan menuju balkon Apartemen nya.
“Tidak ada seorang pun di Apartemen ku” bohong Regan,dia mengusap rambut nya kesal dengan ibu nya.
“…”
“Aku tahu”
“…”
“Baiklah,aku tidur dulu” Regan memutuskan hubungan nya lalu mengacak rambut nya kesal,bagaimana ibu nya tahu jika ada orang lain di Apartemen nya? Apakah ibu nya memasang cctv di sini?
Regan mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru APartemen mungkin saja kan saat dia tidak ada ibu nya memasang cctv.
**
Thalia membuka mata nya ruangan ini terasa asing untuk nya,dia mengedarkan pandangan nya ke samping dan depan,lalu menepuk jidat nya saat baru ingat jika dia menginap di Apartemen Regan.Thalia mengambil handphone nya yang berada di bawah bantal untuk melihat jam,baru jam 7 pagi cepat cepat dia bangkit dan menuju dapur.Dia ingin memasak sarapan untuk Regan setidak nya sebagai ucapan terimakasih karena sudah menjaga Thalia malam tadi.
“Astaga Re,sejak jam berapa kamu di dapur?” Thalia terkejut saat dia baru masuk ke daput tapi Regan sudah lebih dulu,pria itu terlihat rapi dengan beberapa bahan masakan yang sudah tersusun siap di masak.Thalia mendengus Regan terlihat rapi sekarang sedangkan dia masih acak acakan bahkan mandi pun Thalia belum sempat.
“Jam 6 pagi”
Thalia melebarkan mata nya,”Sepagi itu?”
Regan tersenyum,”Aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi,jadi aku memutuskan untuk membuat sarapan” Ucap nya lalu Kembali berkonsentrasi memasak sarapan.
“Kamu duduk saja dulu,sebentar lagi sarapan nya siap”
Thalia menggeleng,dia malah berjalan mendekati Regan,mengamati dari dekat bagaimana pria itu dengan lihai nya mengayunkan pisau.
“Kamu bilang kamu baru belajar memasak,tapi kenapa terlihat sangat mahir?” Thalia mengeriyitkan alis nya heran,pasal nya Regan terlihat sangat mahir menggunakan pisau.
“Hmm karenaa aku orang yang pintar” Regan menyombongkan diri nya,Thalia mencebikkan bibir nya.
“Ehh wajah ap aitu?” Regan mengambil sedikit tepung yang berada di samping nya dan mengusap kan nya di wajah Thalia,seluruh wajah Thalia penuh dengan tepung.
“Regan!” Pekik Thalia kesal,sekarang wajah nya penuh dengan tepung,Thalia meraih tepung dan mengusap kan nya di wajah Regan juga,sekarang wajah mereka penuh dengan tepung.
Seakan tidak puas Thalia Kembali ingin meraih tepung tapi tangan nya kurang cepat dengan Regan,Regan lebih dulu mengenggam tangan Thalia dengan kuat.
“Re,lepas” Thalia berusaha melepaskan genggaman tangan Regan di tangan nya,tapi mustahil tenaga Regan benar benar kuat.
“Cium dulu baru aku lepas” Goda nya,Regan menaik turun kan kening nya berulang kali.
“Apa? Nggak ada” Pipi Thalia memerah,sialan otak Regan berubah menjadi m***m sekarang.
“Ya sudah kalau kamu nggak mau,aku sendiri yang bakal lakuin” Regan menundukkan kepala nya dan mencium pipi Thalia dengan cepat,setelah itu dia melepaskan genggaman tangan Thalia,sebelum kabur dia mengusapkan tepung Kembali di wajah Regan.
“Regan,kurang ajar!” Pekik Thalia kesal,sedangkan Regan tertawa keras di ujung sana.Dia sangat puas melihat wajah Thalia yang berlepotan.
**
“Mau sampai kapan merajuk nya?” Regan melirik Thalia yang sedang memayunkan bibir nya kesal,dari mereka sarapan sampai Thalia menonton Tv di Apartemen Regan pun dia tidak bicara sama sekali dan menampilkan wajah kesal nya kepada Rega,tapi walaupun begitu Thalia sama sekali tidak meminta Regan untuk mengantar nya pulang.
“Sampai aku Lelah” Jawab nya ketus,Regan tertawa geli,jika sedang merajuk seperti ini Thalia terlihat benar benar imut.Regan merebahkan kepala nya di paha Thalia,Thalia ingin bangkit tapi tubuh nya di tahan oleh Regan.
“Nanti sering sering ya ke Apartemen aku” ucap Regan,Thalia menundukkan kepala nya untuk menatap Regan.
“Nggak mau nanti kamu jahilin kaya tadi lagi” Thalia masih kesal karena perbuatan Regan,saat dia berkaca wajah nya penuh dengan tepung bahkan rambut nya memutih karena tepung.
“Tapi kamu terlihat sangat menggemaskan jika sedang merajuk seperti ini” Thalia mendengus mendengar godaan Regan,kali ini dia tidak akan luluh.
“Jangan mulai deh Re,aku tahu itu Cuma gombalan kamu”
“Aku berbicara jujur sayang,wajah kamu terutama pipi jika sedang marah itu sangat menggemaskan” Regan mengangkat tangan nya dan mencubit pipi Thalia.
“Mau ku antar pulang kapan?”
“Kamu ngusir aku?”
Regan menghela nafas nya,serba salah diri nya sekarang,”Bukan gitu,malam tadi Michel berpesan untuk mengantar kamu dengan selamat,jika dia tidak melihat kamu hari ini yang ada dia akan membunuh aku” Thalia tertawa mendengar perkataan Regan.
“siang habis makan siang aja deh,kamu ada kelas pagi ini?” Regan menggeleng.
“Tidak ada” bohong nya sebenar nya Regan ada mata kuliah genetika hari ini,tapi dia ingin bersama Thalia lebih lama jadi dia memutuskan bolos hari ini.
“Liaa”
“Iya,ada apa?” Thalia sedang fokus menonton film series terbaru di televisi Regan,Thalia baru tahu jika televisi Regan memiliki banyak chanel dari luar negeri tapi Regan selalu menganggu nya.
“Kita resmi pacaran kan?”
“Hm siapa bilang?” Tanya Thalia balik dengan polos,Regan mengerutkan kening nya dan mencubit perut Thalia.
“Regan sakit” Thalia mengelus perut nya yang habis di cubit Regan,pria itu kenapa sih sangat suka mencubit atau mencium Thalia.
“Jawab sekarang nggak?!” Ancam Regan,Thalia mengangkat jari telunjuk nya dan menepuk nepuk dagu nya berulang kali untuk berpikir.
“Aku pikirkan nanti deh”
“Kalau nggak jawab sekarang aku anggap kita pacaran”
“Eh kok bisa gitu?” Protes Thalia,Regan hanya tersenyum menampilkan eye smile.
“Bisa Sayang,lagian kamu juga nggak jawab”
**
Sepanjang Lorong menuju kelas Thalia,tangan Regan tidak terlepas sedikit pun.Setiap kali Thalia meminta untuk di lepas Regan akan protes dan semakin mengeratkan genggaman nya.
“Aku sudah sampai kelas,kamu pergi gih ada kelas juga kan?” Ucap Thalia malu,dia malu saat teman teman satu kelas nya memperhatikan nya dengan Regan.
“Pulang nanti tunggu aku di club tenis ya,nanti aku antar ke Apartemen Michel,jika tidak dia akan membunuh aku” Thalia mengangguk paham,Regan tersenyum dia mengelus rambut Thalia sebelum pergi.
“Ehem ada yang lagi falling in love nih” Kyla berdehem,saat dia keluar kelas tadi dia sangat terkejut melihat Thalia dan Regan sedang bersama dengan mesra.
“Apa sih Ky,orang Regan cuman ngantarin aja kok” Ucap nya malu,Thalia mengalihkan pandangan nya dari Kyla.
“Oh ngantarin aja,terus bergandengan tangan dan ngelus rambut itu Cuma ngantarin aja ya.hmm oke”
“Omong omong kamu malam tadi bagaimana?” Thalia berusaha mengalihkan pembicaraan mereka,dia menarik tangan Kyla untuk masuk ke dalam kelas.
“Nggak terjadi apa apa kan?”
Badan Kyla menegang seketika,wajah nya memerah karena pertanyaan Thalia tadi.
“Ky nggak terjadi apa apa kan malam tadi?” Tanya Thalia lagi,karena Kyla tidak kunjung menjawab nya.
“Eh nggak terjadi apa apa,setelah mengantar ku ke koss Michel langsung pulang”
Thalia bernafas lega mendengar nya,dia kira penyakit m***m Michel akan kambuh tapi ternyata tidak.
“Syukurlah kalau nggak terjadi apa apa”
“emang nya kenapa Thalia?” Tanya Kyla penasaran.
“Ya nggak apa apa sih,aku Cuma takut penyakit m***m nya Michel kambuh malam tadi”
Kyla terdiam wajah nya memucat seketika,tapi dia tutupi dengan tawa sumbang nya.
“Kamu sendiri dengan Regan malam tadi bagaimana? Apa terjadi-“ Kyla mengangkat kedua tangan nya dan memberikan tanda ke Thalia,Thalia melebarkan mata nya lalu menggeleng dengan keras.
“Tidak,malam tadi Regan mengajak aku ke Apartemen nya”
“Hah serius? Terus bagaimana? Kalian ngelakuin nya?” Kyla mendekati badan Thalia dan menatap nya dengan penasaran,Thalia menyentil jidat Kyla dengan keras.
“Ya nggak lah,setelah itu kami tidur di kamar terpisah nggak terjadi apa apa,jangan ngeres deh pikiran nya”
Kyla melebarkan senyum nya,ya siapa tahu kan jika terjadi sesuatu di antara mereka malam tadi,apalagi Thalia saat itu sedang mabuk jadi dia tidak akan sadar dengan yang telah dia lakukan.
**
Thalia memperhatikan setiap penjelasan dosen dengan serius,sekarang dia belajar tentang bahan alam yang berkhasiat bagi manusia,salah satu pelajaran yang Thalia suka karena dia bisa tahu tanaman di sekitar nya memiliki banyak manfaat untuk bebagai hal.
“Sekarang ibu tugaskan kalian dalam tugas kelompok,2 orang setiap kelompok untuk mencari satu tanaman yang berkhasiat lalu memprestasikan nya di depan kelas di pertemuan selanjut nya.Untuk anggota nya terserah kalian,apakah ada pertanyaan lagi?”
“Tidak ada bu” Semua mahasiswa serempak menjawab,setelah itu dosen nya pun menutup pelajaran dan berjalan keluar,Thalia menghembuskan nafas nya lalu bersandar di kursi nya.
“Mau tanaman apa kita?” Kyla tidak perlu lagi meminta Thalia menjadi teman kelompok nya karena dia tahu Thalia akan memilih ikut dengan nya.
“Belimbing aja gimana? Di depan kos aku ada”
“Serius? Manfaat belimbing apa buat Kesehatan?” Tanya Kyla serius,dia duduk di samping Thalia memperhatikan nya dengan serius.
“Sebagai antiinflamasi,kan tadi dosen sudah jelasin.Kamu sih tidur terus saat kelas” Saat Thalia menolehkan kepala nya tadi dia melihat Kyla yang tertidur untung saja mereka duduk di belakang hari ini jadi tidak ketahuan oleh dosen.
“Maaf,habis nya aku ngantuk.Kamu tahu sendiri aku tidur jam berapa” Thalia mendengus,seperti diri nya tidak saja.
“Kalau hari ini aja gimana? Belimbing nya harus disortasi basah kan nanti” Thalia berpikir,dia memiliki janji dengan untuk ke APartemen Michel setelah ini,tapi jika dia tidak mengambil belimbing nya hari ini tugas mereka tidak akan selesai.
“Baiklah,nanti aku minta Regan untuk mengantar aku ke kos dulu”
Kyla mencebikkan bibir nya,”Iya tahu yang punya gandengan sekarang,teman lama di lupain” Ucap nya,Kyla mengambil tisu dan berpura pura menangis,sedangkan Thalia hanya menghela nafas nya teman nya ini sangat suka berdrama.