PART 42 PULANG KAMPUNG

2050 Kata
Thalia pergi ke club tenis,dia mencari keberadaan Regan tapi pria itu tidak terlihat sama sekali. “Thalia,cari siapa?” Thalia menolehkan badan nya ke belakang dan melihat Alex yang berjalan mendekati nya sambil tersenyum. “Cari Regan ka,dia minta aku untuk menunggu disini” Thalia balas tersenyum menatap Alex,wajah Alex yang awal nya tersenyum berubah datar. “Oh,Regan sedang Latihan” Thalia mengerucutkan kening nya,”Latihan? Regan ikut pertandingan lagi?” Alex mengangguk,”Loh kamu nggak tahu kalau dia ikut pertandingan lagi? Minggu depan mereka akan tanding” Thalia memandang Alex terkejut,dia tidak tahu jika Regan akan tanding minggu depan,pria itu tidak membicarakan hal ini kepada dia sedikit pun. “Seperti nya Regan masih lama,kamu mau ikut ke kanting dulu?” ajak nya,Thalia mengatup bibir nya. “Hm bai-“ “Lia mau pulang” Regan tiba tiba datang menghampiri mereka,keringat bercucuran di kening Regan,dia berjalan mendekati Thalia dan menyampirkan tangan nya di bahu Thalia. “Ayo kita pulang,nanti kamu di cari Michel” Ucap nya lembut,Thalia mengangguk dia menoleh kepada Alex dengan pandangan minta maaf,dia tidak enak menolak Alex. “Aku pergi dulu ya ka” ucap nya,setelah mengatakan itu Regan menarik tangan Thalia untuk menjauh.Alex menolehkan pandangan nya menatap Thalia yang di tarik jauh oleh Regan,dia mengepalkan tangan nya dengan kuat melihat itu semua. “Aku ganti pakaian sebentar ya” Thalia mengangguk,dia menunggu Regan di depan di depan ruang ganti pria,di club tenis kampus nya memiliki 2 ruang ganti untuk pria dan Wanita bahkan di dalam nya di sediakan kamar mandi untuk berbesih tapi sering di salah gunakan oleh mahasiswa terutama ruang ganti pria. “Thalia?” Thalia mengangkat wajah nya lalu menyeringit bingung menatap orang yang menyapa diri nya tadi. “Aku Rachel teman satu kelas Regan,kamu ingat?” ucap nya lagi,dia tahu jika Thalia tidak mengingat diri nya.Thalia diam berusaha mengingat lalu mengangguk cepat. “Aku ingat,kamu teman satu kelas Regan” Rachel tersenyum,”Setelah pesta kemarin aku ingin menemui kamu,tapi Regan tidak pernah mengizinkan pria itu akan membunuh aku jika berusaha menemui kamu” keluh Rachel dan membuat Thalia tertawa kecil mendengar nya. “Omong omong kamu lihat Regan?” “Dia di ruang ganti,habis main tenis” Rachel berdecak,”oh ya? Sialan” Thalia memandang Rachel bingung,karena pria itu mengumpat tiba tiba.”Ada apa?” tanya nya. Rachel menggelengkan kepala nya,”Regan bolos kelas genetika pagi tadi,padahal saat itu giliran kami untuk prestasi alhasil kami tidak menjawab pertanyaan karena semua materi dengan dia” Thalia terdiam,tunggu bukan kah Regan bilang pagi tadi dia tidak ada kelas? “Regan bilang tidak ada kelas pagi tadi” ucap Thalia,dia memandang wajah Rachel yang kesal.Pria mengusap tangan nya kasar. “Seperti anak itu perlu di beri pelajaran karena bolos,kami memiliki kelas pagi tadi tapi dia menghilang tanpa kabar,sehingga satu kelompok kena imbas nya” Rachel kesal dengan kelakuan Regan hari ini,pria itu tidak datang saat kelas pagi awal nya dia kira Regan sakit tapi saat mengetahui jika Regan datang ke kampus untuk main tenis,benar benar membuat amarah nya memuncak. ** Regan keluar dari ruang ganti pria lalu tersenyum melihat Thalia yang menunggu nya,”Hey ayo pulang” Regan mengamit tangan Thalia tapi Thalia menahan tangan Regan. “Tadi Rachel datang mencari kamu” Wajah Regan yang awal nya tersenyum berubah menjadi datar,”Lalu dia bicara apa?” tanya nya datar. “Dia bilang pagi tadi kalian ada kelas tapi kamu nggak hadir,kelompok kamu nggak bisa jawab semua pertanyaan karena semua materi ada di kamu” Thalia menatap wajah Regan yang berubah datar,”Kamu bilang pagi tadi nggak ada kelas ke aku,seharus nya kamu bilang aku nggak mau hanya karena aku kamu mengabaikan kuliah kamu seperti ini” tegur Thalia,Regan menatap Thalia lalu tersenyum,dia mengelus tangan Thalia yang menatap nya tajam. “Tidak apa apa Lia,aku bolos hari ini karena kemauan aku sendiri bukan karena kamu” “Tapi kamu nggak bisa kaya gini terus Re,apalagi mata kuliah genetika itu penting!” Regan Kembali tersenyum dia memeluk badan Thalia,”Janji nggak bakal kaya gini lagi,sekarang kita pulang ya” setelah itu Regan mengamit tangan Thalia lagi dan pergi ke parkiran. Regan menghidupkan mobil nya dan keluar dari lingkungan kampus,”Kita pergi ke kos aku dulu ya,aku ingin mengambil buah belimbing di depan kos” Regan mengerutkan kening nya menatap Thalia bingung,”Buah belimbing? Untuk apa?” “kami ada tugas untuk mengidentifikasi tanaman yang memiliki kandungan khasiat,jadi aku dan Kyla memilih belimbing untuk di presentasikan” Regan mengangguk dia memutar balik mobil nya ke kos Thalia,jarak antara kos Thalia dan Apartemen Regan berbeda arah jadi jika dia ingin ke kos Thalia dia harus memutar arah yang cukup jauh begitu pun jika dari kos Thalia ke Apartemen nya. “Tunggu sebentar” Thalia ingin keluar tapi tangan nya di tahan oleh Regan,Thalia menoleh kebelakang menatap Regan bingung. “Biar aku saja yang ambil” ucap nya lalu keluar dari mobil nya,di dalam mobil Thalia mengamati bagaimana Regan mengambil belimbung di depan kos nya,Thalia tertawa kecil melihat Regan yang terlihat kesusahan untuk memetik buah nya,pohon belimbing sendiri tidak tinggi tapi seperti nya Regan bingung. Regan Kembali dengan 5 buah belimbing di tangan nya,” 5 buah cukup kan?” Thalia mengangguk,dia tersenyum lebar saat ini wajah Regan benar benar menggemaskan dengan rambut acak acakan karena terkena ranting pohon. ** “kenapa baru aja datang?” Thalia melepaskan totebag nya dan langsung merebahkan badan nya di kursi malas,seperti nya Michel baru saja membeli kursi malas ini. “kelas ku baru selesai” Michel mendengus,seperti dia dan Thalia tidak satu kelas saja,dia tahu jadwal Thalia sudah selesai dari siang tadi tapi Wanita itu baru sampai di Apartemen nya malam hari. “Kamu dengan Regan pacaran?” Tanya Michel,saat dia berada di kampus tadi dia mendengar gossip jika Thalia dan Regan sudah berpacaran. Thalia menegapkan badan nya langsung dia menjadi gagap seketika,”Ah tidak kata siapa?” “Anak anak kelas membicarakan kalian terlebih kamu dengan Regan selalu bersama” Michel berjalan mendekati Thalia lalu memandang nya tajam,”Katakan apa yang terjadi dengan kalian saat malam itu?” Thalia meneguk saliva nya gugup apalagi saat ini Michel menatap nya dengan tajam,”Ti-dak terjadi apa apa,setelah sampai di Apartemen Regan kami langsung di kamar masing masing” Michel mengerutkan kening nya,”Kamar masing masing,jangan bilang kalau kamu pindah ke APartemen Regan” ucap nya tajam,Michel menunjuk dengan jari tangan nya tepat di depan Thalia,Thalia berjengkit gugup. “bukan,Apartemen Regan memiliki 2 kamar jadi kami tidur di kamar masing masing bukan tidur di kamar yang sama” Michel menghela nafas nya lega mendengar nya,untung saja Regan masih menepati janji nya untuk tidak macam macam dengan Thalia. “oh ya ibu kamu menelpon tadi,dia bilang bakal ngadain syukuran minggu depan.Kamu datang?” Thalia mendesah Lelah,dia malas untuk datang ke acara seperti itu.Keluarga nya pasti akan menanyakan kapan Thalia menikah atau apakah Thalia sudah punya pacar atau belum. “Aku nggak mau lagi buat kamu jadiin alasan,sudah 3 kali acara seperti ini kamu nggak datang” Omel Michel,setiap tahun hanya diri nya saja yang datang sedangkan Thalia Wanita itu akan memberikan berbagai macam alasan dari sakit sampai ujian akhir. “tapi aku malas banget harus datang,nanti tante pasti nanya kapan aku nikah atau punya pacar atau belum” Thalia memajukan bibir nya,tante nya itu memang agak sedikit cerewet,dia akan menanyakan apapun ke Thalia dan jika Thalia menjawab tidak atau belum maka dia akan mulai membanding bandingkan Thalia dengan orang lain. Michel menahan tawa nya,dia sangat tahu tabiat tante nya itu dan untung nya tante nya tidak pernah bertanya hal seperti itu kepada diri nya. “Jika kamu malas di tanyain seperti itu bawa aja Regan,bilang ke tante kalau dia pacar kamu” ucap nya santai,Thalia melebarkan mata nya lalu mengambil bantal kecil dan melemparkan nya ke Michel.Yang benar saja yang ada dia akan di nikahkan dengan Regan sekarang juga jika dia mengajak Regan ikut. ** “Kamu tetap berhubungan dengan dia kan?” Regan menghela nafas nya lelah baru saja Regan sampai di Apartmen nya tapi ibu nya sudah menghubungi nya. “maksud ibu?” Regan tahu maksud dari ibu nya tapi dia ingin terlihat tidak tahu. “Wanita itu,yang bernama Thalia kamu masih berhubungan dengan dia.Kamu bahkan membolos demi bersama nya” Regan meneguk air liur nya gugup,tunggu bagaimana ibu tahu jika dia bolos kelas hari ini? “Bagaimana ibu tahu?” “Kamu pikir ibu bodoh? Kamu tidak masuk kelas hari ini karena bersama dengan Wanita itu di Apartemen!” Regan terdiam,dia tidak mengerti bagaimana ibu nya bisa tahu se detail itu. “Ibu menyewa mata mata untuk mengawasi ku?” Tebak Regan,terdengar suara tawa di seberang sana. “Aku ingin menyewa mata mata atau tidak itu bukan urusan kamu,yang harus kamu lakuin sekarang lulus dengan nilai terbaik dan jauhi Wanita itu!” “Tapi bu-“ “Tidak ada tapi tapian Regan,Wanita itu akan menerima akibat nya jika dia tetap bersama dengan kamu!” “Jangan,Thalia tidak tahu apa apa” Cegah Regan,dia takut jika ibu nya bersungguh tentang hal ini. “Lalu jauhi dia! Ibu sudah memperingatkan kamu berkali kali!” “Baiklah” putus Regan dia mengusap rambut nya kasar dan mematikan sambungan nya,dia tidak bisa berpisah atau menjauhi Thalia.Hubungan mereka baru saja di mulai bagaimana bisa dia meninggalkan Thalia seperti dulu? ** Regan menatap Thalia dengan senyuman lebar di wajah nya,hari ini Thalia mengunjungi Apartemen nya dan ingin memasak pancake yang baru saja dia pelajari resep nya dari youtube,alasan utama Thalia tidak memasak di kos nya adalah karena kos nya tidak memiliki alat masak selengkap Regan. “Berapa lama lagi Lia? Aku lapar” Rengek Regan,dia menangkup wajah nya sambil menatap Thalia dari meja makan. Thalia tersenyum,”Sebentar lagi matang” ucap nya,Thalia menambahkan madu di atas pancake nya dan membersihkan dari sisa makan,setelah bersih barulah dia membawa makanan nya ke meja makan. “Makanlah mumpung masih hangat” Regan memperhatikan pancake buatan Thalia,cukup cantik tapi tidak secantik yang membuat nya. “Suapin” ucap nya manja,Thalia mencebikkan bibir nya lalu mengiris sepotong pancake dan memberikan nya kepada Regan. “Hmm minggu depan aku ingin pulang kampung Re,jadi tidak masuk kelas untuk beberapa hari” Regan mengerutkan kening nya lalu menatap Thalia,”ada masalah?” Tanya nya khawatir,Thalia menggeleng. “Ibu ku mengadakan syukuran minggu depan jadi aku harus datang,sudah 3 tahun aku melewatkan acara ini” Regan terdiam sebenarnya minggu depan adalah pertandingan tenis nya,dia ingin mengajak Thalia dan memberikan Wanita itu kejutan,tapi karena Thalia yang ingin pulang kampung dia tidak bisa memaksa nya. Regan mengangguk lalu tersenyum,dia meraih tangan Thalia dan mengelus nya,”Mau ku antar?” Thalia menggeleng,jarak antara kampung dengan kampus nya cukup jauh.”Aku naik pesawat dengan Michel” “Baiklah kalau begitu aku akan mengantar kamu ke bandara” putus nya. ** “Teman teman bisa melihat jika buah belimbing banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.Daun belimbing wuluh sendiri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, misalnya memiliki sifat antiulcer, anthelmintik, antitumor, selain digunakan untuk mengatasi hipotensi.” Thalia menjelaskan hasil tugas nya di depan kelas dengan percaya diri,dia lalu memindahkan ke slide selanjut nya. “Kemudian selain itu kami juga mengambil sampel dari 3 tempat yang berbeda lalu mengidentifikasi nya satu satu,dari percobaan yang telah kami lakukan dapat di tarik kesimpulan jika dari 3 tempat itu memiliki khasiat yang hampir sama,perbedaan yang paling mencolok dari ketiga buah belimbing itu adalah warna nya,beberapa factor yang mungkin berpengaruh di dalam nya seperti kondisi tanah dan cuaca” Thalia Kembali menjelaskan nya dengan lancar,sedangkan Kyla di samping nya membantu Thalia menunjukan beberapa hasil yang mereka dapat. “Mungkin sekian yang bisa kami sampaikan terimakasih” Tutup nya,seluruh kelas memberikan tepuk tangan kepada Kyla dan Thalia atas hasil presentasi mereka yang luar biasa. Kyla memekik senang setelah Kembali ke kursi dia langsung memeluk Thalia dengan erat,”Yakin banget sih kalau mata kuliah ini nilai kita A” Kyla merasa begitu bangga saat mendapat tepukan tangan dari teman teman satu kelas nya bahkan dosen nya pun memberikan tepukan tangan untuk mereka tadi. “Terimakasih ya Thalia,kalau nggak ada kamu nggak mungkin aku bisa presentasi sebagus itu” Thalia tersenyum lalu mendekati Kyla,”kalau gitu traktir aku makan siang hari ini” Kyla mendengus tapi walau begitu dia tetap mengangguk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN