“Aku akan merindukan mu” Regan mengenggam erat tangan Thalia,dia menatap Thalia dengan tidak rela beberapa hari berpisah dengan Thalia sungguh berat untuk nya.
Thalia tersenyum geli,”Aku Cuma pergi beberapa hari saja,jangan khawatir” balas nya,Regan berusaha tersenyum menatap wajah Thalia,sudah hampir satu jam tangan Regan tidak terlepas dari tangan Thalia pria itu mengenggam tangan Thalia dengan erat dari mereka berangkat sampai menunggu keberangkatan mereka di bandara.
“Kalau sudah sampai di sana jangan lupa hubungi aku” Thalia mengangguk patuh,dia mencubit pipi Regan dengan gemas,pria itu terlihat sangat menggemaskan sekarang apalagi saat pria itu memajukan bibir nya.
“ehem,jangan lupa di sini masih ada orang” Michel berdehem di samping Thalia,dia sudah lelah melihat drama 2 manusia di samping nya ini.
“Dan tangan itu” Michel menujuk tangan Regan dan Thalia yang saling berpegangan,”Lepas lepas,belum muhrim” Lalu Michel melerai tangan mereka,dia menarik Thalia untuk lebih mendekati nya.
Thalia menoleh ke Regan menatap nya memelas,sedangkan Regan hanya tersenyum dia sudah hapal dengan kelakuan Michel.
“Jangan lupa makan Lia dan selalu hangat”
“Dia nggak bakal lupa makan,dan lagi dia nggak pergi ke antartika” Sindir Michel,pandangan nya tetap lurus ke depan tidak menoleh ke Regan.
“Cepat cepat Kembali,aku akan merindukan mu” Regan Kembali mengamit tangan Thalia dan mencium nya,dia tidak peduli dengan tatapan tajam dari Michel.Jika tidak ada Michel dia pasti sudah mencium Thalia tapi karena ada Michel dia berusaha keras untuk menahan nya.
“Aku pergi dulu ya Re,penerbangan aku sudah mau berangkat” Thalia memberitahu Regan setelah mendengar suara pengumuman,Regan mengangguk dia mencodongkan badan nya dan mencium Thalia cepat di pipi.
“Ya,Lepas” Michel yang melihat itu begitu shock,dengan cepat dia menarik badan Thalia menjauh lalu menatap tajam Regan,sedangkan yang di tatap hanya memandang Michel dengan datar.
“Aku pergi ya Re” Thalia menarik koper nya dan mengikuti Langkah Regan,dia melambaikan tangan kepada pria itu,Regan membalas lambaian tangan Thalia,ah dia akan merindukan Wanita itu untuk beberapa hari ke depan.
**
Thalia menoleh ke arah jendela pesawat,dia mencari keberadaan Regan mungkin saja pria itu menunggu nya sampai berangkat.
“Kamu kenapa sih mau saja dia? Jelas jelas otak nya m***m kaya gitu” Kesal Michel,dia mengeluarkan earphone nya dan menyetel lagu kesukaan nya.
“Dia nggak seburuk yang kamu bayangkan” bela Thalia,dia masih menolehkan kepala nya ke jendela.
“Jelas jelas aku lihat dia cium kamu di depan aku,bayangkan jika dia berani melakukan itu di depan aku bagaimana jika tidak ada aku?” Michel masih mendebat Thalia,dia masih sangat kesal dengan kelakuan Regan yang nyosor Thalia di tempat umum seperti itu.
“putuskan dia,aku tidak suka!”
Thalia menghembuskan nafas nya kasar,menatap Michel “Chel” rengek Thalia,Michel menolehkan kepala nya menatap wajah memelas Thalia.
“Aku tahu jika kamu mencintai dia,tapi apa kamu nggak curiga dengan dia yang tiba tiba mendekati kamu setelah dia menolak kamu?”
“Dia bilang punya alasan sendiri mengapa dia menolak ku” Thalia memandang Michel dengan memelas.
“Dan alasan nya adalah dia tidak mencintai kamu.Thalia kamu harus sadar jika dia hanya memanfaatkan kamu”
Thalia menggeleng,dia tidak percaya jika Regan memanfaatkan nya saja.
“Chel,ku mohon kamu mengerti dan beri kami waktu untuk bersama” Thalia menarik tangan Michel dan mengenggam nya,dia menatap pria itu penuh harapan,Michel menatap wajah Thalia tidak tega lalu mengangguk.
“Baiklah aku akan membiarkan kalian bersama tapi jika dia menyakiti kamu sedikit apapun kamu harus bilang,aku akan memberi pelajaran di wajah sok tampan nya itu”
Thalia mengangguk,dia tersenyum lalu menyandarkan kepala nya di bahu Michel,percayalah terkadang sifat Michel memang menyebalkan tapi dengan begini lah cara nya untuk menjaga Thalia dari pria pria b******k di luar sana.
“Aku harap apa yang percayai itu benar Thalia,aku tahu jika kamu masih mencintai Regan tapi aku hanya ingin kamu untuk tidak terluka nanti nya” Gumam Michel,dia menatap Thalia yang memejamkan mata nya dan tidur di bahu nya.
**
Setelah mengantar Thalia Regan langsung pergi ke kampus,dia ingin berlatih tenis karena besok adalah pertandingan nya.
“Hey,tumben kamu datang” Teman satu club nya datang menghampiri Regan,dan mereka juga sering bermain bersama.
“Sumpek di Apartemen” Regan mengambil raket nya dan mulai memantulkan bola nya.
“Oh ya? Biasa nya kamu dengan si Wanita itu,siapa nama nya? Thalia? Kemana dia?”
“Dia pulang ke rumah orang tua nya beberapa hari kedepan.” Regan tetap fokus bermain tenis.
“pantas saja,kalau begitu bagaimana jika malam ini kita pergi ke club? Kita pesta pesta mumpung pacar kamu lagi nggak ada” Teman Regan mengaitkan tangan nya di bahu Regan lalu menaik turunkan alis nya berulang kali.
“Tidak aku ingin belajar,senin aku ada ujian akhir” Tolak Regan,dia mendesis kesal saat bola nya keluar lapangan.
“Alah,belajar itu bisa nanti.Lagipula teman teman yang lain juga ikut,hanya kamu yang tidak”
Regan menghembuskan nafas nya kasar lalu mengangguk,”Baiklah aku ikut” ucap nya pasrah.
“Baiklah sampai bertemu nanti bro” teman nya menepuk bahu Regan lalu pergi,sedangkan Regan Kembali fokus bermain.
**
Regan mengelap rambut nya dia baru saja mandi setelah main tenis dan merapikan pakaian nya sekarang.
“Regan,hey sudah lama tidak bertemu” Tasya tiba tiba datang dan langsung menggandeng lengan Regan.
“Tasya? Apa yang kamu lakukan disini? Ini tempat ganti pria” Regan begitu terkejut saat Tasya tiba tiba datang,apalagi ini tempat ganti pria hanya pria lah yang di perbolehkan masuk.Bagaimana bisa Wanita itu masuk?
Tasya hanya tersenyum,dia bersandar di lengan Regan,”Aku dengar Thalia sedang pulang ke rumah orang tua nya”
“Bagaimana kamu tahu hal itu?”
Tasya tersenyum sinis menatap Regan,”Bukan hal sulit untuk mencari tahu,kamu tahu saat aku mendengar rumor jika kalian berpacaran itu sungguh membuat ku marah”
Regan hanya diam membiarkan Tasya yang sedang mengomel di samping nya.
“Rasa nya ingin aku cabik cabik setiap mulut yang bilang kalian pacaran”
“Kami memang sudah pacaran” tangkas Regan,Tasya terkejut mendengar nya ekspresi terkejut nya tidak bisa dia sembunyikan sama sekali.
“Katakan jika ini bohong?” ucap nya gemetar,Regan menggeleng dia melepas tangan Tasya yang berada di lengan nya lalu memegang kedua bahu Tasya.
“Maaf tapi aku dan Thalia sudah berpacaran” ucap nya,Regan ingin keluar tapi tangan nya di tarik oleh Tasya dengan kuat.
“Bukan kah kamu bilang jika kamu dengan Thalia hanya candaan? Tapi kenapa kalian bersama sekarang” ucap nya tajam,Regan melepas tangan Tasya Kembali.
“Tapi kenyataan nya kami sudah bersama”
“Apa?! Tidak boleh,kenapa kamu tidak bilang hal ini kepada aku?” Tasya memandang Regan dengan sengit,Regan mendesis lalu pergi meninggalkan Tasya begitu saja.
Dia malas untuk bertemu dengan Tasya tapi akhirnya di Kembali lagi bertemu.
**
Thalia pergi ke halaman depan rumah nya,satu jam lalu dia baru saja sampai dan hari sudah malam akhirnya dia memutuskan menghubungi Regan karena seharian ini dia belum menghubungi Regan padahal pria itu sudah berulang kali menghubungi nya.
“Hey Lia,sudah sampai sayang?”
Thalia tersenyum malu saat mendengar suara Regan yang memanggil nya seperti itu.
“Aku baru sampai 1 jam yang lalu,kamu baik baik saja Re?”
“Ah hmm,aku baik baik saja tapi aku sudah sangat merindukan kamu di sini” Thalia Kembali tersenyum,tapi tidak lama dia mengerutkan kening nya saat mendengar suara berisik musik di tempat Regan.
“Kamu di mana Re?”
“Kenapa?” Tanya nya cepat.
“Di tempat kamu terdengar suara berisik musik” Diam beberapa detik lalu terdengar helaan nafas dari Regan.
“Aku sedang di Apartemen,aku memang sengaja menghidupkan musik sekencang ini untuk mengusir kebosanan ku”
“Oh ya? Apa nggak ganggu tetangga jika kamu pasang musik sekencang ini?”
“Tidak aku memasa-“
“Regan,akhirnya datang juga”
Thalia Kembali memfokuskan pendengaran nya saat mendengar suara perempuan,”Regan itu suara perempuan?” Tanya Thalia.
“Ah bukan itu suara dari film yang aku tonton” jawab nya,Thalia merasa janggal dengan perkataan Regan jika itu berasal dari suara film yang sedang di tonton Regan tapi kenapa suara perempuan itu memanggil nama nya?
“Hm Lia,aku tutup dulu ya.kamu jangan lupa istirahat.dah I miss you” Regan langsung memutuskan sambungan nya sebelum sempat Thalia membalas nya,Thalia menatap sambungan mereka yang telah terputus,dia masih curiga dengan Regan,dia sangat jelas saat mendengar suara Wanita itu memanggil Regan.Thalia menggelengkan kepala nya,tidak mungkin itu khayalan nya saja.
**
Regan mendorong badan Tasya dengan kasar saat Wanita itu menghampiri nya.
“Kamu gila Tasya? Thalia akan curiga jika dia mendengar suara kamu” ucap Regan kesal.
“Kenapa kamu takut sama dia hm?” tantang Tasya,dia Kembali mendekati Regan dan mengaitkan tangan nya di lengan Regan,dia bersandar di bahu pria itu.
“Bagaimana jika malam ini kita bersenang senang? Pacar kamu tidak ada kan” Tasya sengaja menekankan kata pacar di kalimat nya,dia memanggil bartender dan memesan 2 cokctail untuk diri nya dan Regan.
Regan memandang minuman yang di pesan oleh Tasya lalu tersenyum sinis,apakah Wanita itu berpikir jika Regan tidak tahu minuman apa itu? Apakah Tasya sedang ingin membuat nya mabuk agar bisa bersenang senang dengan diri nya.
“Minum dulu Re,aku memesan minuman itu khusus untuk kamu” ucap Tasya polos,Regan tersenyum diam lalu menghempas tangan Tasya dengan keras.
“Kamu pikir aku bodoh untuk tidak tahu minuman apa itu?” Regan mendekati Tasya lalu memegang dagu Wanita itu,”Maaf tapi aku tahu semua jenis minuman di club ini” Setelah itu Regan menghempaskan dagu Tasya dengan kasar.Dia berbalik keluar tanpa memperdulikan Tasya sedikitpum.