PART 44 JANJI

2178 Kata
Tasya membawa kue buatan nya ke taman belakang di mana orang tua nya sedang bicara,Thalia mengerutkan kening nya saat melihat orang tua nya terlihat sedang bicara sesuatu yang serius mereka terlihat beradu pendapat satu sama lain. “Aku tidak tahu kenapa aku bisa di pecat begitu saja,bahkan tanpa ada pesangoan” Thalia menutup mulut nya terkejut saat mendengar jika ayah nya di pecat dari perusahaan tempat kerja nya. “Lalu bagaimana kita bisa membiayai Thalia kuliah jika kamu di pecat?” Suara ibu nya terdengar bergetar,Thalia meminggirkan badan nya bersembunyi dibalik dinding sambil mendengar pembicaraan mereka. “Aku juga tidak tahu jika seperti ini” Suara ayah nya terdengar putus asa. “Apa kamu melakukan kesalahan?” Thalia mengintip melihat reaksi ayah nya,ayah nya menggeleng pasrah sedangkan ibu nya terlihat sudah menangis. “Aku tidak melakukan kesalahan apapun,bahkan satu minggu sebelum nya aku di janjikan untuk naik jabatan tapi entah mengapa tiba tiba aku mendapat surat pemecatan” Thalia benar benar tidak tega melihat bahu ayah nya yang nampak tertunduk,biasa nya ayah nya selalu tersenyum dengan bahu tegap menatap nya. Thalia menarik nafas nya lalu menghembuskan nya,dia keluar dari persembunyian nya dan berjalan menghampiri orang tua nya,orang tua nya begitu terkejut melihat kehadiran Thalia ibu nya bahkan langsung menghapus air mata nya. “Eh sayang,sudah matang kue nya?” Ibu nya tersenyum menatap Thalia,Thalia tersenyum sambil mengangguk dia meletakkan kue di atas meja kecil lalu menatap kedua orang tua nya. “aku mendengar pembicaraan kalian tadi” Ucap Thalia pelan,kedua orang tua nya mematung mereka menatap Thalia pucat. “Ah ini bukan masalah besar Thalia” ucap ayah nya,Thalia menggeleng. “Ayah di pecat itu bukan masalah kecil,kalian pasti sangat kesulitan sekarang” Thalia mengenggam tangan kedua orang tua nya,mencoba menguatkan mereka berdua. “Aku memutuskan untuk mulai mencari pekerjaan sampingan untuk bayar kuliah ku” “Jangan!” Kedua orang tua nya serempak menolak permintaan Thalia,”Kamu kuliah saja yang benar,masalah biaya kami bisa memikirkan nya” ibu nya menatap Thalia dengan lembut,dia lalu mengelus rambut Thalia.Thalia terdiam sedetik kemudian air mata nya turun dari mata nya. “Tapi aku tidak ingin membebani kalian.” Thalia menatap kedua orang tua nya dengan sedih,orang tua Thalia tersenyum ayah mengelus rambut putri nya dengan lembut. “Memberikan kasih sayang dan menyediakan semua kebutuhan kamu adalah kewajiban kami sayang,kamu tidak perlu khawatir tentang itu,ibu dan ayah akan mengusahakan yang terbaik.Dan kewajiban kamu sekarang adalah belajar dengan benar dan jadi orang sukses di kemudian hari,hanya itu harapan kami” Thalia semakin menundukkan kepala nya sedih,ah dia benar benar beruntung mendapatkan orang tua seperti ini. “Nanti ayah akan mencoba melamar pekerjaan lagi,kamu jangan khawatir lagi pula ayah kan kuat” canda ayah nya,Thalia tertawa kecil lalu memeluk kedua orang tua nya. Dia benar benar bersyukur memiliki orang tua yang sangat menyayangi seperti ini. ** Acara syukuran sudah selesai beberapa jam lalu dan sekarang adalah acara yang paling Thalia benci yaitu kumpul keluarga,hanya saat saat seperti ini lah keluarga nya bisa berkumpul lengkap. “Tumben Thalia ikut tahun ini,kemarin kemarin sibuk kata nya” Thalia menutup telinga nya jengkel,suara tante nya sudah terdengar di sepenjuru ruang makan,sedangkan Michel menahan tawa nya melihat wajah kesal Thalia. “Ingat dia tante kamu” Bisik Michel,dia melihat dengan jelas wajah jengkel Thalia. “Ngapain aja tahun kemarin jadi nggak bisa ikut? Sudah dapat pacar belum?” Tanya nya congkak,Thalia mengepalkan tangan nya kuat dia benar benar benci dengan pertanyaan ini. “Seperti nya Thalia belum-“ “Aku nggak bicara sama kamu,aku nanya Thalia.Kenapa diam aja daritadi?” Potong tante nya,tante nya Kembali menatap Thalia yang hanya diam menikmati makanan nya. “Thalia,jawab!” ucap nya lagi,Thalia menghembuskan nafas nya lalu memandang tante nya. “Aku belum-“ “Dia sudah punya pacar tante,pacar Thalia adalah anak kedokteran,dia sangat baik dan tampan” potong Michel,Thalia melebarkan mata nya dia langsung memukul lengan Michel kencang. Michel melirik Thalia dengan bingung,”Kenapa? Bukan nya aku mengatakan sebenarnya?” ucap nya santai,Thalia menggeretakkan gigi nya pasti setelah ini urusan nya akan Panjang. “Oh ya? Tante tidak percaya sebelum kamu membawa pacar kamu ke hadapan tante” Thalia Kembali melirik tante nya,”Tidak tante yang di katakan Michel itu b-“ “Thalia akan membawa pacar nya ke hadapan tante dan membuat tante berhenti menanyakan pertanyaan ini terus kepada Thalia”  Lagi lagi Michel memotong perkataan Thalia,Thalia mengelus tangan nya gugup,semua mata menuju kepada nya terutama orang tua nya yang nampak terkejut dengan perkataan Michel. Michel sialan,setelah ini Thalia pasti akan di teror terus oleh tante nya. Tante nya tersenyum sinis memandang Thalia,”Benar kah? Baiklah kalau begitu bawa pacar kamu ke pertemuan bulan depan.Jika kamu berhasil memperlihatkan nya kepada tante,aku akan berhenti menganggu kamu dengan pertanyaan ini” Thalia semakin menundukkan kepala nya,di keluarga nya entah bagaimana jika seorang Wanita berumur lebih dari 20 tahun tidak memiliki pasangan,itu seperti aib keluarga,keluarga nya akan menanyakan terus sampai Thalia bosan bahkan sepupu nya yang lain di jodohkan dengan pria atau Wanita pilihan mereka bukan kehendak sendiri. ** Thalia menarik tangan Michel ke taman belakang,dia menyuruh Michel duduk di kursi Panjang sambil menyilangkan kedua tangan nya kesal. “Maksud kamu apa bilang seperti tadi ke tante?” Michel menatap Thalia dengan santai,tapi tidak dengan Thalia yang menatap nya marah.”Kenapa? bukan nya aku bilang yang sebenarnya? Regan pacar kamu kan?” “Ish,bukan gitu bilang nya” Thalia mengambil ranting pohon dan memukul nya ke Michel dengan kencang. “Kamu saja aja menyuruh aku bunuh diri” Michel mengangkat tangan nya menghalangi ranting pohon yang mengenai badan nya berulang kali.”Thalia dengar” Michel mengambil ranting pohon itu dan membuang nya. “Jika Regan benar benar serius dengan kamu,dia pasti mau menemui orang tua kamu tapi jika dia hanya bermain main dia akan menghindar dan menolak bertemu dengan kedua orang tua kamu” Thalia terdiam dia mengerucutkan bibir nya,dia tidak yakin tentang hal itu. “Tapi bisa aja kan dia belum siap,apalagi kamu baru pacaran.” Michel menggeleng,”Waktu bukan patokan untuk kesiapan seseorang,dengan bertemu kedua orang tua kamu itu adalah salah satu bukti tolak ukur jika dia serius dengan kamu.” Thalia mengatupkan bibir nya,dia ragu jika Regan akan setuju menemui kedua orang tua nya terlebih pria itu masih memiliki dinding pembatas dengan nya. “Tanyakan saja,jika dia mau ikut dia serius dengan kamu tapi jika dia menolak maka” Michel menepuk bahu Thalia memandang nya serius,”jangan berharap banyak dengan hubungan kalian” Setelah mengatakan itu Michel pergi,Thalia memandang bahu Michel yang menjauh.Benar kah itu bisa di jadikan bukti jika Regan serius dengan dia atau tidak? Jujur saja Thalia masih belum mengenal Regan dengan baik,rasa nya seperti ada batas yang menghalangi mereka berdua dan Thalia tidak bisa menggapai batas itu. Thalia menghirup udara malam dengan dalam,mungkin nanti dia bisa menembus batas itu,mungkin saja saat ini Regan memang belum terbiasa dengan kehadiran nya hingga pria itu masih menetapkan batas di antara mereka. ** Regan memukul bola terakhir dengan kencang hingga membuat lawan tidak bisa membalas pukulan nya dan membiarkan bola itu masuk.Semua orang bersorak seketika,Regan tersenyum dia mengelap keringat di dahi nya,suara sorakan itu masih terdengar jelas di telinga nya. “Regan,ini minuman untuk kamu” “Regan aku membawakan makanan untuk kamu” “Regan kamu sangat keren hari ini” “Regan mau jalan dengan ku hari ini?” Pertanyaan pertanyaan seperti itu sudah sering dia dengar dari Wanita Wanita lain yang menonton pertandingan nya,mereka akan berlarian mendekati Regan untuk menarik perhatian nya.Regan melirik mereka sekilas lalu pergi dia pergi ke ruang ganti. “Hey permainan kamu tadi sangat bagus” Rachel datang dari belakang dan merangkul bahu Regan. “biasa saja,lagipula tadi lawan nya tidak terlalu sulit mudah terkecoh” jawab Regan dengan sombong,dia tadi sengaja mengulur ngulur waktu permainan agar terlihat menyenangkan,tidak seru jika dia menang terlalu awal. “Aku tidak meragukan kemampuan kamu dalam bermain” Puji Rachel,dia menatap Regan yang sedang bersiap siap untuk pergi. “Kamu mau kemana? Kita belum merayakan kemenangan ini” “Ada sesuatu yang harus ku urus” jawab nya lalu pergi meninggalkan Rachel,dengan cepat Regan keluar dan berjalan menuju mobil nya. Dia akan bertemu Tasya di restoran hari ini,dia memiliki janji dengan Wanita itu. Regan melirik jam di tangan nya,oke dia tidak terlambat.Regan berjalan masuk ke dalam restoran mata nya mengedar mencari keberadaan Tasya. “Maaf aku habis pertandingan tenis tadi” Regan duduk di depan Tasya,Wanita itu mengangkat wajah nya lalu tersenyum. “Aku tahu” Tasya tersenyum,dia memberikan minuman yang sudah dia pesan kepada Regan. “Jadi,kamu tahu di mana aku bisa mendapatkan bahan untuk penelitian ini?” Regan menerima minuman dari Tasya dan mulai meminum nya,dia memang di beri tugas untuk melakukan penelitian untuk syarat di terima co ass di rumah sakit yang dia inginkan,Regan tidak ingin jauh dari Thalia jadi dia memutuskan untuk co ass di rumah sakit yang dekat dengan kampus nya,tapi tentu nya tidak mudah untuk masuk ke rumah sakit itu. “Dapat,menemukan bahan itu cukup mudah” ucap nya,Tasya tersenyum licik lalu memberikan secarik kertas ke Regan. “Datang ke alamat ini aku akan menunggu kamu di sana,bahan nya ada di sana” Regan menerima kertas itu lalu mengangguk paham. ** “Re,bagaimana kabar kamu?” Thalia tersenyum lebar saat melihat wajah Regan,pria itu membalas senyum nya dengan lebar juga. “Baik,kamu kapan berangkat? Biar aku jemput nanti” Thalia memang ingin pulang hari ini,sudah 3 hari dia tidak masuk kuliah sedangkan tugas nya terus menumpuk. “Sore,aku berangkat nya siang nanti.Michel bilang dia ingin membeli beberapa makanan untuk di Apartemen nya nanti” “Baiklah,aku akan menjemput kamu sore nanti,see you I miss you” tutup Regan,Thalia mengangguk dan menutup telpon nya.Dia sebenarnya penasaran dengan keberadaan Regan sekarang,pria itu tidak terlihat di kampus atau di Apartemen nya terlebih Regan menutup sambungan mereka dengan tergesa gesa. Thalia menggeleng dia menghilangkan semua pikiran negative nya mungkin saja Regan sedang di rumah teman nya kan. Regan menutup telpon nya lalu memasukkan nya Kembali ke dalam saku,dia menunggu Tasya yang datang ke tempat yang dia beritahu,sebuah Apartemen Regan awal nya ragu tapi saat membuka kertas yang di berikan Tasya terdapat password,dia masukkan dan ternyata berhasil terbuka. Ceklek “Maaf Re,aku tadi terjebak macet” Tasya masuk ke dalam Apartemen,Regan mengangguk memperhatikan Wanita itu yang terlihat sibuk sendiri. “Aku buatin minuman dulu ya” “Tidak usah,aku hanya sebentar” Tasya tersenyum menatap Regan,”Tidak apa apa,lagipula kamu tamu disini” Setelah mengatakan itu Tasya langsung pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk Regan. Tidak berapa lama Wanita itu Kembali dan memberikan minuman ke Regan,”di Apartemen ini hanya ada lemon tea kamu nggak apa apa kan?” Regan mengangguk,dia meminum minuman yang di berikan Tasya,Tasya tersenyum mengamati Regan yang meminum minuman nya. “Bahan bagaimana?” Tasya mengangguk,dia mengambil bahan itu dari dalam tas. “Jika bahan itu di dalam tas kamu kenapa aku harus kesini?” Tanya Regan heran,Tasya hanya tersenyum dan mengambil hanphone nya dia memainkan nya tanpa menjawab pertanyaan Regan. Regan mengerutkan kening nya heran,tiba tiba kepala nya sangat pusing seperti ada palu besar yang menghantam kepala nya sekarang.Regan memegang kepala nya sungguh penglihatan nya pun menjadi kabur. “Kamu kenapa Re?” Tasya bangkit saat melihat Regan yang terjatuh ke lantai dia mengangkat tubuh Regan lagi ke atas. “Kepala ku sangat pusing sekarang” Ucap Regan lemah,setelah mengatakan itu dia benar benar kehilangan kesadaran nya. ** Thalia menunggu Regan,mata nya tidak henti melirik ke kanan dan kiri mungkin saja Regan tidak menemukan mereka. “Sudah hampir 1 jam kita menunggu di sini tapi Regan belum datang juga” Keluh Michel,dia sudah sangat bosan menunggu pria itu yang berjanji akan menjemput mereka. “Dia balas pesan dari kamu?” Thalia mengambil handphone nya lalu mengecek,tidak ada balasan dari Regan sama sekali sejak satu jam lalu,bahkan pria itu terlihat aktif 3 jam yang lalu. “Regan aktif 3 jam lalu dan sampai sekarang dia belum aktif” ucap nya Thalia,Michel yang mendengar itu tercengang dia mengambil hanphone Thalia dan melihat nya. “Sial” Maki Michel kesal,”Dia pasti tertidur dan melupakan nya,kita pulang lebih dulu saja aku akan memesan taksi” Michel menarik tangan Thalia untuk pergi keluar bandara tapi di tahan oleh Thalia. “Kamu saja yang duluan aku akan menunggu Regan di sini” “Apa kamu gila? Dia aktif 3 jam lalu dan sampai sekarang tidak membalas pesan kamu,apa kamu mau menunggu nya sampai malam di sini?” Thalia mengangguk,”Regan sudah berjanji ingin menjemput,ku yakin dia hanya ketiduran dan akan menjemput secepat nya” “Tapi –“ “Chel,kamu pergi lebih dulu saja,kamu ada pekerjaan kan habis ini?” bujuk Thalia,Michel menatap Thalia khawatir lalu mendesah lelah,dia tidak mengerti dengan pola pikir Thalia yang mau menunggu Regan menjemput nya. “Aku khawatir jika Regan datang sedangkan aku sudah lebih dulu pergi” lanjut Thalia. “Baiklah aku pulang lebih dulu,tapi jika 2 jam kemudian dia belum datang aku akan menjemput kamu” Thalia mengangguk cepat lalu tersenyum,dia melambaikan tangan nya kepada Michel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN