PART 45 KEPERCAYAAN

2302 Kata
Regan memegang kepala yang pusing,dia mengedarkan pandangan nya melihat sekeliling ini bukan kamar nya,tunggu jika dia tidak berada di kamar nya terus ini kamar siapa? Regan berusaha mengingat apa yang terjadi tapi dia hanya bisa mengingat jika dia datang ke Apartemen Tasya untuk mengambil bahan penelitian nya,Regan memegang kepala nya dia berusaha bangkit.Mata nya melebar mengingat janji nya dengan Thalia untuk menjemput nya di bandara dengan cepat Regan mencari handphone nya tapi dia tidak menemukan itu di manapun. Regan berjalan keluar dan melihat Tasya yang sedang asik memainkan handphone nya. “Apa yang terjadi?” Tanya Regan,Tasya mengangkat wajah menatap Regan khawatir. “Kamu sudah sadar Re? tadi kamu pingsan,Dokter bilang tekanan darah kamu rendah.” Jawab nya,Regan menatap Tasya yang terlihat yakin dengan jawaban nya lalu mengangguk. “Jam berapa sekarang?” Regan Kembali memegang kepala nya yang berdenyut kencang. “Jam 9 malam” “Apa?!” Regan menghentakkan tangan nya ke dinding dengan kesal,dia sudah terlambat menjemput Thalia di bandara. “Kamu lihat handphone ku?” Tasya bangkit dia lalu memberikan handphone Regan,”Tadi Thalia menghubungi kamu berulang kali,karena kamu lagi pingsan jadi aku mengangkat nya.Aku bilang jika kamu pingsan di Apartemen aku,lalu dia bilang jika dia pulang lebih dulu kamu nggak usah jemput dia di bandara” Regan melebarkan mata nya terkejut,”Kenapa kamu angkat?! Sial” ucap Regan panik,dengan cepat dia mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi Thalia,tapi hasil nya nihil Wanita itu tidak mengangkat telepon nya sama sekali. “Sialan” Maki nya,Regan membalikkan badan nya dan berjalan keluar dari Apartemen. “Re kamu mau kemana? Kamu masih sakit” Tasya berusaha menahan tangan Regan tapi Regan menyentak nya dengan kasar. “Lepas!” ucap nya tajam,Tasya melepas tangan Regan dengan takut saat melihat tatapan tajam pria itu. Regan Kembali berusaha menghubungi Thalia sambil berjalan menuju mobil nya,tapi tidak jawaban sama sekali dari Thalia,Wanita itu malah mematikan handphone nya. “Sial,sial!” Regan memukul stir mobil nya berulang kali dengan kesal,dia memegang kepala nya yang masih berdenyut. ** Thalia melirik jam di tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam,dia melirik handphone yang sudah habis baterai,satu satu nya harapan Thalia adalah Regan yang menjemput nya,tapi pria itu sama sekali tidak terlihat. Thalia menghela nafas nya lelah,tadi Tasya menghubungi nya lewat handphone Regan dan mengatakan jika pria itu tertidur di Apartemen nya,diri nya tentu terkejut tapi Thalia tahan Kembali dia bilang ke Tasya jika Regan sudah bangun untuk menjemput nya di bandara tapi seperti nya Regan belum bangun juga. Thalia bangkit dia harus pulang sendiri sekarang sebelum Michel mencari keberadaan nya di tambah handphone nya tidak bisa di hubungi sama sekali.Thalia mengedarkan pandangan nya mencari taksi yang bisa parkir di depan bandara. “Kemana mbak?” tanya sopir itu,Thalia tersenyum lalu menyebutkan alamat kos nya. Thalia menghela nafas nya lega setidak nya dia bisa pulang ke kos nya sekarang. ** Regan mengetuk pintu kos Thalia berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban dari Thalia,Regan tidak pergi ke Apartemen Michel karena dia takut.Pria itu akan menceramahi nya Panjang lebar jika dia lupa menjemput Thalia di bandara. “Lia,buka pintu nya” Regan Kembali mengetuk pintu Thalia tapi tidak ada sahutan sama sekali. “Sayang,kamu marah dengan aku? Maaf aku benar benar tidak bisa menjemput kamu sore tadi” masih sama tidak ada sahutan dari Thalia,perasaan Regan berubah tidak enak dia takut Thalia kenapa kenapa. “Re kamu ngapain di depan kos aku?” Regan mengangkat kepala nya lalu menoleh cepat,di belakang nya Thalia sedang menatap Regan dengan bingung.Regan membalikkan badan nya dan memeluk Thalia dengan erat. “Aku mengetuk pintu kos kamu berulang kali,aku takut kamu kenapa kenapa Lia” Regan memeluk Thalia dengan erat,Thalia diam dia ingin mengangkat tangan nya membalas pelukan Regan tapi dia urungkan,balasan Tasya sore tadi masih membekas di ingatan nya. “Kamu dari mana?” Regan menatap Thalia penuh gembira,dia mengamati wajah Thalia lekat wajah yang sangat dia rindukan selama 3 hari ini.Regan menunduk ingin mencium Thalia tapi Thalia menahan badan Regan. Thalia terdiam,dia mengatupkan kedua bibir nya.“Hmm aku dari kos Kyla,ada tugas yang kami kerjakan bersama” jawab Thalia,dia mengalihkan mata nya dari tatapan Regan. “Lia,kenapa kamu menghindari tatapan mata aku?” Regan menatap Thalia,dia merasa ada tidak beres dengan Wanita itu,Thalia tidak mau menatap wajah nya sama sekali. “Maaf kan aku,apa yang di katakan Tasya tadi itu-“ “Re berhenti aku lelah,biarkan aku beristirahat.” Potong Thalia,dia tidak sanggup mendengar kelanjutan nya.Regan terdiam lalu mengangguk.Thalia berjalan menyamping dan membuka kos nya.Dia menutup pintu kos nya bahkan tidak menatap wajah Regan sama sekali. Regan mematung,apakah Thalia marah kepada diri nya?,setelah 2 menit menunggu Regan membalikkan badan nya dan pulang menuju Apartemen nya. Thalia mengintip dari jendela kamar nya,setelah kepergiaan Regan tangis nya tidak bisa di tahan lagi.Diri nya sungguh tidak bisa mendengar penjelasan Regan,hati nya benar benar sakit saat mengingat perkataan Tasya tadi. ** Thalia menelungkupkan kepala nya di atas meja,dia tidak bisa tidur malam tadi karena menangis dan sekarang muka dan mata nya bengkak,padahal pagi tadi diri nya sudah mengkompres tapi tidak terlalu berpengaruh,mata nya masih terlihat bengkak siang ini. “Mata kamu kenapa? Nggak tidur semalaman?” Michel datang menghampiri Thalia dan memperhatikan Wanita itu,Thalia mengangkat wajah nya lalu mengangguk,lebih baik dia berbohong daripada Michel akan memarahi nya. “Aku ngerjain laporan semalaman” “what? Kamu ngerjain laporan sekarang? Padahal itu masih lama” Michel terkejut mendengar perkataan Thalia,biasa nya Wanita itu akan mengerjakan laporan nya H-5 sedangkan dia biasa mengerjakan di H-1. “Omong omong kamu kemarin pulang sama Regan? Aku tidak menghubungi kamu malam tadi” Badan Thalia menegang,dia memilin jari tangan nya lalu mengangguk pelan. “Tidak lama setelah kamu pulang Regan datang” Jawab nya sambil tersenyum,Michel menarik nafas nya lega setidak nya Regan tidak membiarkan Thalia menunggu lama. “Mau ikut makan siang?” Ajak Michel,Thalia menggeleng dia benar benar tidak nafsu makan hari ini.Michel mengangguk lalu pergi keluar. Setelah kepergian Michel Thalia Kembali menelungkupkan kepala nya di atas meja,mood nya benar benar buruk hari ini. ** Regan keluar dari kelas nya,dia ingin ke kelas Thalia untuk meminta maaf kepada Wanita itu malam tadi Thalia tidak membalas pesan dari nya satupun.Regan khawatir Thalia akan salah paham karena kejadian kemarin. “chel,Thalia ada di kelas?” Regan berselisih dengan Michel dan hanya ada pria itu,Thalia tidak ikut dengan nya. “Dia di kelas” “Kalian ada tugas?” Michel mengerutkan kening nya lalu menggeleng, Regan mengangguk dan berjalan menuju kelas Thalia,dia tersenyum lebar saat melihat Wanita itu yang bersandar di kursi nya,hanya ada Thalia di kelas ini sendirian. “Lia” Panggil Regan,Thalia membuka mata cepat dan melihat Regan yang berada di depan nya,badan Thalia menjadi kaku seketika. “Ah Re” ucap nya pelan,Thalia pura pura menjadi sibuk,dia mengambil binder nya dan pura pura menulis sesuatu disana,Regan tersenyum melihat itu dia menahan tangan Thalia untuk menulis di binder nya dan mengenggam nya erat. “Kenapa kamu menghindari aku,kamu marah hm?” tanya manis,Thalia hampir luluh saat mendengar perkataan Regan. “Tidak aku hanya lelah malam tadi” kilah nya,Thalia Kembali mengarahkan pandangan nya ke arah lain. “Lia tatap mata aku” Ucap Regan lembut,Thalia masih tidak mengindahkan permintaan Regan dia mengarahkan pandangan nya ke arah lain. “Lia” ucap nya lagi,Thalia menghela nafas nya perlahan pandangan nya menatap Regan,pria itu tersenyum sangat manis bahkan eye smile nya terlihat dengan jelas.Jika di lihat dari jarak dekat seperti ini wajah Regan benar benar tampan,sungguh Thalia iri melihat nya. “Kamu-“ “Thalia,kita ke di panggil bu Sita” Kyla masuk ke dalam kelas nya dan terkejut melihat Thalia dan Regan sedang bersama terlebih mereka Regan sedang mengenggam tangan Thalia dengan erat,sedangkan Thalia dan Regan segera melepaskan pegangan mereka. “Ups seperti nya aku menganggu kalian,maaf” cicit Kyla tidak enak,Thalia mengangkat wajah nya lalu menggeleng dengan cepat. “Tidak,tadi kata kamu kita di panggil ibu Sita?” Kyla mengangguk,Thalia bangkit dari duduk nya,tapi tangan nya di tahan oleh Regan.Thalia menoleh ke belakang dan melepas tangan Regan. “Nanti kita bicara lagi” ucap Thalia datar lalu pergi menemui ibu Sita. ** Regan menghembuskan nafas nya lelah,sudah 4 hari setelah pertemuan terakhir nya dengan Thalia,dia sangat sibuk dengan penelitian nya sehingga tidak bisa bertemu dengan Thalia,saat Regan istirahat Thalia sibuk dengan kelas atau kegiatan lain nya sehingga tidak ada kesempatan mereka untuk bertemu. Untuk hari ini,dia bisa pulang lebih awal dari kampus nya.Regan memutar mobil nya dan pergi ke kos Thalia,beberapa kali Regan mengirimi pesan untuk Thalia tapi hanya di balas singkat oleh Wanita itu. Regan turun dari mobil dan mengetuk pintu kos Thalia. “Siapa?” Terdengar suara Thalia dari dalam,Regan tersenyum ah dia merindukan suara nya selama 4 hari ini. Ceklek “Siapa?” Thalia membuka pintu nya dan terkejut melihat Regan yang berdiri di depan pintu kos nya. “Regan? Ada apa?” Tanya nya datar,Regan tersenyum menatap wajah yang sudah dia rindukan 4 hari ini. “Aku ingin bicara dengan kamu” Thalia diam,dia lalu melihat sekeliling nya.”Ibu kos akan ke sini sebentar lagi,beliau akan marah jika melihat kamu di sini” “Kalau begitu kita pergi ke Apartemen aku saja” “Aku sedang mengerjakan tugas” Tolak Thalia halus,tapi Regan tetap kekeh dengan pendirian nya. “Please,kamu sudah mendiamkan ku selama 4 hari ini,kita perlu bicara” “Tidak Re,aku lagi sibuk” Thalia ingin menutup pintu kos nya tapi tangan Regan dengan cepat menghalangi pintu tertutup dengan tangan nya. “Aku tidak akan pulang sebelum kita bicara,aku tidak peduli jika ibu kos kamu akan marah” ucap nya kekeh,Thalia menghela nafas nya lelah. “Baiklah tunggu sebentar” Thalia masuk ke dalam kamar nya dan mengambil tas kecil berserta hoodie nya,dia tidak berdandan lebih dulu karena malas. Regan tersenyum melihat Thalia yang menuruti keinginan nya walau dengan wajah yang merengut.”Aku sudah siap” Regan mengangguk dia ingin mengamit tangan Thalia,tapi Thalia lebih dulu meninggalkan nya. ** Thalia masuk ke dalam Apartemen Regan,dia duduk di sofa menatap pria itu yang hanya diam. “Kamu mau minum apa?” Tanya Regan,Thalia menggeleng. “Tidak usah aku ingin cepat pulang,ada apa?” Tanya nya cepat,Thalia tidak ingin berlama lama di sini sebelum dia semakin luluh dengan pria di hadapan nya ini. Regan tersenyum,dia berjalan mendekati Thalia lalu menunduk,Regan mencium pipi Thalia dengan cepat,”Aku mandi dulu ya sayang” ucap nya lalu pergi meninggalkan Thalia yang masih dengan ketekejutan nya. Thalia menonton serial favorite nya jika pergi ke Apartemen Regan,sudah 20 menit dia menunggu tapi Regan belum selesai juga. “Jika lama begini,mau jam berapa lagi pulang” gumam Thalia,dia menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 10 malam. “Kamu nonton apa?” Regan keluar dari kamar nya dengan memaki celana pendek dan kaos putih polos,rambut basah Regan menambah kesan sexy dengan pria itu.Thalia segera menggelengkan kepala nya astaga apa yang sudah dia pikirkan. “Nonton apa hm?” Ulang Regan,dia duduk di samping Thalia dan mengamati Wanita itu menonton serial favorit nya,Regan tidak masalah jika Thalia menonton serial nya dia justru suka,jika bisa dia akan memaksa Thalia untuk pindah ke Apartemen nya. “Liaa” Ucap Regan manja,Thalia tidak menghiraukan nya sama sekali,Regan menyandarkan kepala nya di bahu Thalia sambil memainkan tangan Wanita itu. “Kuku kamu sangat cantik” Puji Regan,Thalia menundukkan kepala nya melihat Regan yang memainkan jari nya. “Kamu sering perawatan kuku?” Tanya Regan lagi,dia tidak bohong kuku jari Thalia sangat cantik.Thalia menggeleng,dia tidak punya uang untuk melakukan perawatan kuku. Regan mengangkat kepala nya,menatap Thalia yang masih serius menonton serial nya.”Kamu masih marah sama aku karena kejadian kemarin?” Regan menatap Thalia dengan serius,Thalia lagi lagi menggeleng tatapan nya tetap lurus ke depan menonton serial nya. Regan menegakkan badan nya,”Lia,aku tahu kamu masih marah karena kejadian itu.” Thalia hanya diam mendengarkan Regan,pria itu menatap nya dengan serius. Regan menarik tangan Thalia lalu mengelus nya pelan,”Maafkan aku,hari itu aku pergi ke Apartemen Tasya untuk mengambil bahan penelitan” Regan mulai bercerita,Thalia hanya diam dia menolehkan kepala nya ke samping menatap Regan yang menatap nya pasrah. “Setelah aku minum,tiba tiba kepala ku sangat pusing setelah itu aku tidak sadar lagi.Dan saat aku bangun sudah jam 9 malam,aku benar benar minta maaf karena lupa menjemput kamu.” Thalia terdiam,dia mengerutkan kening heran saat mendengar penjelasan Regan,kenapa penjelasan pria itu berbanding terbalik dengan yang di katakan Tasya hari itu. “Kamu berkata jujur Re?” Tanya Thalia memastikan,Regan mengangguk dia menangkup wajah Thalia,menatap kedua bola mata Thalia dengan serius. “Kamu tatap mata aku,kamu nilai apakah aku berkata jujur atau tidak.” Ucap nya,Regan menatap Thalia dengan sungguh sungguh begitupun Thalia,dia menatap Regan mencari kebohongan di wajah pria itu tapi tidak dia temukan. Thalia melepas tangan Regan yang berada di muka nya lalu menatap nya lagi,”Baiklah” ucap nya,seakan tidak puas Regan Kembali mengamit tangan Thalia dan menatap nya dalam. “Katakan apa Tasya mengatakan sesuatu yang membuat kamu marah?” Thalia diam dia mengatupkan kedua bibir nya lalu menggeleng perlahan.Regan menghembuskan nafas nya,dia yakin jika ada sesuatu yang di katakan Tasya hingga membuat Thalia marah. “Lia,dengarkan aku” Thalia menolehkan kepala nya lagi menatap Regan yang menatap nya dalam. “kita harus percaya satu sama lain,jika kamu tidak percaya dengan aku bagaimana cara nya kita bisa berhasil di hubungan ini? “ ucap nya,Thalia semakin terdiam mendengar perkataan Regan.Hati kecil nya seakan berteriak tentang kepercayaan. “jika aku memulai sebuah hubungan,aku ingin hubungan itu serius dan bertahan lama.Aku tidak pernah main main dalam hubungan dengan seseorang” lanjut nya. Thalia mengatupkan kedua bibir nya,mata nya tiba tiba memanas mendengar perkataan Regan. “Sekarang kamu mau kan kita saling percaya satu sama lain?” Thalia mengangguk perlahan,Regan tersenyum lebar dia mengecup kening Thalia pelan,dia selalu berharap hubungan nya dengan Thalia akan bertahan lama. **
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN