PART 46 TIDAK JANJI

1975 Kata
“Sayang,aku lapar” Regan mendekati Thalia dan berdiri di samping nya,Regan memperhatikan Thalia yang sedang serius menata sushi buatan nya sendiri.Setelah penjelasan Regan hubungan mereka menjadi lebih dekat,bahkan Regan terus memaksa Thalia untuk datang ke Apartemen nya sekedar untuk bersantai atau memasak dan Thalia sendiri tidak masalah karena dia juga suka berada di APartemen Regan selain karena nyaman dia juga bisa menonton serial favorit nya. “Tunggu sebentar lagi” Thalia menghamburkan biji wijen di atas sushi nya lalu tersenyum senang,dari penampilan tidak seburuk yang terlihat. “Ayo kita makan” “Makan di balkon aja,cuaca nya lagi bagus” Thalia mengangguk,dia membawa sushi nya menuju balkon di bantu Regan yang juga membawa makanan lagi. Mereka menikmati sushi buatan Thalia sambil menikmati angin sore,setelah selesai kelas Regan langsung menjemput Thalia dan membawa nya ke Apartemen nya,sekarang Regan tidak kesepian lagi karena Thalia akan menemani nya sampai malam. Regan menatap Thalia yang terlihat melamun,tatapan Wanita itu terlihat kosong.”Lia,ada masalah?” tanya Regan lembut,Thalia menolehkan kepala nya lalu tersenyum. “Aku hanya khawatir dengan keadaan orang tua ku,kemarin ayah di pecat dari perusahaan tempat nya bekerja.” Regan membulatkan mata nya terkejut,”Apa? Apa ayah kamu melakukan kesalahan?” Thalia menggeleng,”Ayah bilang,dia tidak melakukan kesalahan apapun.Ayah bahkan bilang jika dia akan naik jabatan tapi entah mengapa besok nya dia mendapat surat pemecatan secara tidak hormat” jelas Thalia,Regan terdiam dia ingat ayah Thalia bekerja di perusahaan milik Bella. “Mereka pasti sangat sedih terlebih ayah di pecat tanpa alasan yang jelas” Regan merasa ada yang janggal dengan pemecatan ayah Thalia,jika ayah Thalia di pecat secara tidak hormat itu arti nya ayah nya melakukan sebuah kesalahan besar yang tidak bisa di toleransi oleh perusahaan tapi Thalia tadi bilang jika ayah nya bahkan ingin naik jabatan. Regan terdiam,tiba tiba dia teringat sesuatu,sial jangan bilang ini karena ibu nya? ** Thalia melambaikan tangan nya,Regan mengantar Thalia pulang ke koss karena sudah terlalu malam,sebenarnya Regan sudah menawarkan untuk menginap tapi Thalia menolak nya dengan halus. “Hati hati Re” Thalia tersenyum manis lalu melambaikan tangan nya,Regan membalas lambaian tangan nya dan melajukan mobil nya. Perkataan Thalia siang tadi tiba tiba teringat Kembali,dia harus menanyakan hal ini kepada ibu nya langsung. “Halo” “Ibu,ada sesuatu yang ingin ku tanyakan.” Pandangan Regan tetap lurus kedepan mengendarai mobil nya. “Ada apa? Tumben kamu menelpon ibu malam malam seperti ini.” “Tentang pemecatan ayah Thalia dari perusahaan tempat nya bekerja itu semua karena ibu kan?” ucap Regan langsung,dia tidak ingin berbasa basi dengan ibu nya. “Apa yang kamu katakan?” Regan menghela nafas nya,ibu nya bertingkah seolah tidak tahu apa apa.Regan sudah yakin jika ibu nya sudah mencari informasi tentang Thalia. “Jangan bertingkah tidak tahu,aku tahu yang merencanakan itu semua ibu” Terdengar tawa keras di seberang sana,”Well seperti nya kamu tahu jika ini semua karena perintah ibu” Regan mencengkram stir kemudi nya dengan kuat,ibu nya terdengar santai tanpa ada beban sedikit pun saat mengatakan nya. “Apa ibu gila? Jika ibu tidak suka,ibu bisa melampiaskan nya ke aku bukan ke keluarga nya.” “Ibu sudah memperingatkan hal ini ke kamu berulang kali,tapi apa yang ibu dapat? Kamu tetap mendekati dia,bahkan kamu sering membawa Wanita itu ke APartemen.Kamu kira ibu tidak tahu kelakuan kamu di sana!” bentak ibu nya,Regan yakin jika ibu nya ada di depan nya,sudah di pastikan jika badan atau muka nya akan menjadi korban. “Tapi ayah Thalia tidak bersalah,ibu seharus nya melampiaskan itu ke aku bukan mereka!” Nada Regan semakin meninggi,terdengar helaan nafas di seberang sana. “Baiklah,ibu bisa menghentikan ini tapi kamu tinggalkan Wanita itu.” “Ibu gila? Aku tidak akan meninggalkan Thalia,aku mencintai nya” “Lalu ucapkan selamat tinggal pada Wanita yang kamu cintai itu,mulai sekarang hidup nya tidak akan tenang” Setelah mengatakan itu ibu Regan langsung mematikan sambungan nya. Regan yang melihat itu berusaha menelpon ibu nya Kembali meminta penjelesan tentang perkataan nya tadi tapi ibu nya tidak menjawab sama sekali,Regan menjerit kesal kenapa ibu nya benar benar kejam padanya. *** Thalia melirk ke arah Regan,sedari tadi pria itu nampak murung bahkan Regan tidak banyak bicara seperti biasa nya. “Ada apa Re? makanan nya nggak enak?” Saat ini mereka lagi makan di rumah makan favorit Thalia. Regan mengangkat wajah nya lalu tersenyum,dia menggeleng pelan.”Tidak aku suka makanan nya” Thalia mengangguk dia Kembali melanjutkan makan nya,tidak biasa nya Regan terlihat pendiam seperti ini biasa nya pria itu akan bersemangat menceritakan apapun yang ada di pikiran nya,sedangkan Regan menatap Thalia dengan bersalah.Ayah Thalia harus kehilangan pekerjaan hanya karena olah ibu nya yang terlalu egois. “Lia” “Hm,ada apa?” “Jika suatu saat kamu mengetahui suatu hal,berjanji untuk tetap di sisi ku” Thalia mengerutkan kening nya bingung,”Ada apa Re?” Tanya Thalia bingung,dia mengenggam tangan Regan berusaha menyalurkan ketenangan kepada pria itu. “Tidak,aku hanya terpikir saja” kilah nya,Thalia mengangguk paham walau dia masih tidak yakin tapi dia tidak ingin memaksa Regan kali ini. Ting Thalia melepas sendok nya dia mengambil handphone nya dan melihat pesan yang masuk. “Sayang,kamu bisa datang ke acara keluarga senin ini? Kalau nggak bisa nggak usah di paksa” Pesan itu dari ibu nya,tiba tiba dia teringat janji dengan tante nya,sialan Michel jika bukan mulut nya Thalia tidak harus meminta Regan datang. “Re” “Hm?” menatap Thalia dengan bingung,Thalia memilin tangan nya bibir nya terkatup dengan rapat,dia sedikit ragu untuk mengatakan ini. “Ada yang ingin kamu katakan?” tanya nya lagi. “Hmm kamu mau ikut aku ke acara keluarga senin ini?” Regan merasa heran,”bukan nya kemarin sudah?” Thalia mengangguk lemas,”Iya,tapi acara nya di adakan Kembali,tapi kalau kamu sibuk tidak apa biar aku saja sendiri” Regan menggaruk tengkuk nya,dia agak bimbang untuk bertemu dengan orang tua Thalia langsung,”Baiklah,aku lihat jadwal ku dulu ya.” Thalia mengangguk kecewa,Regan tidak memberi nya jawaban yang pasti tapi dia juga tidak bisa memaksa pria itu untuk ikut dengan nya. *** Thalia menatap jendela Apartemen Michel dengan gelisah,hari ini sudah hari minggu tapi Regan belum memberitahu nya dia ikut atau tidak,terlebih selama 3 hari kemarin Regan pergi untuk kunjungan di beberapa rumah sakit. “Dia belummenghubungi kamu untuk ikut atau tidak?” Michel terus mengemasi pakaian nya ke dalam koper,besok pagi pagi mereka akan berangkat karena acara nya akan di adakan malam. Thalia menggeleng lemah,”Regan sibuk 3 hari ini,kami bahkan tidak ada bertemu.” Jawab nya lesu,Michel menghentikan pekerjaan nya dan berjalan menghampiri Thalia,dia duduk di samping Thalia memperhatikan Wanita itu yang menatap lurus ke luar. “Mau aku bilang ke Tante kalau aku pacar kamu?” Tawar nya,Thalia melirik Michel dengan tajam. “Jangan gila deh Chel,kamu mau kita di gantung hidup hidup.” “Terus mau gimana? Kalau kamu nggak bawa Regan besok,yang ada tante akan menganggu kamu terus dengan semua pertanyaan nya.” Thalia Kembali meluruskan pandangan nya menatap ke arah luar,dia menghembuskan nafas nya berat. “Mungkin nggak sih kalau Regan nggak cinta sama aku? Mungkin selama ini dia mendekati aku karena maksud tertentu?” Thalia mengoceh sendiri,terkadang jika seperti ini hati nya menjadi ragu dengan pernyataan Regan yang mengatakan pria itu mencintai nya.Terkadang Regan mengatakan dia sangat mencintai Thalia tapi terkadang pria itu seakan tidak serius dengan perkataan nya. Michel menatap Thalia iba,dia mengangkat tangan nya lalu mengelus rambut Thalia,”Kalau kamu sendiri bagaimana? Kamu cinta sama Regan?” Thalia mengangguk pelan,”Dia adalah cinta pertama ku dan satu satu nya pria yang ada di hati ku.” Thalia mengakui jika dia memang mencintai Regan. “Jika kamu mencintai nya,maka jangan ragu.Mungkin saja Regan memang lagi sibuk sekarang.” Walau terkadang Michel tidak menyukai Regan tapi dia tahu jika Thalia sangat mencintai pria itu,sekejam kejam nya dia Michel tidak ingin melihat Thalia bersedih hanya karena pria. “Sekarang kamu hubungi dia dulu,jika dia memang serius dia akan ikut besok” Thalia mengangguk,dia mengambil handphone nya berusaha menghubungi Regan tapi suara operator lah yang menjawab,Thalia menggeleng lemah menatap Michel. “Kirimi dia pesan,mungkin dia sedang sibuk.” Thalia Kembali mengetikkan pesan dan mengirim nya ke Regan,satu satu nya harapan dia sekarang adalah Regan ikut dengan nya. ** “Re,handphone kamu dari tadi berdering.”Rachel menyeringit heran saat ini mereka sedang ada kunjungan di rumah sakit tapi handphone Regan tidak berhenti berbunyi. “Kamu izin keluar dulu,daripada nanti pak Rifa marah.” Bisik Rachel lagi,Regan mengangguk lalu izin keluar.Dia mengambil handphone nya dan melihat ada 3 panggilan dari Thalia dan satu pesan dari nya,Regan membuka pesan itu dan menepuk jidat nya dia baru saja ingat jika Thalia meminta untuk ikut ke acara keluarga nya.Dia berdecak Regan sangat sibuk satu minggu ini tapi jika dia tidak ikut Thalia akan kecewa. Regan memasukkan handphone nya Kembali ke saku dan Kembali mengikuti pelajaran tanpa membalas pesan dari Thalia ** “Siapa tadi?” Saat ini Regan dan Rachel sedang dalam perjalanan pulang,Regan melirik jam di mobil nya yang menunjukkan pukul 11 malam cukup lama kunjungan hari ini. “Thalia” Jawab Regan singkat,dia Kembali mengendarai mobil nya dengan serius. “Oh ya? Kenapa kamu nggak bilang,biar aku saja yang angkat telpon dari nya.” Canda Rachel,Regan menolehkan kepala nya menatap Rachel tajam. “Santai bro,tapi ya jujur saja Thalia sangat cantik.Tipe cantik nya itu bukan seperti Wanita lain,dia terlihat sederhana dan tidak bosan untuk di pandang.” “Rachel!” Tegur Regan keras,sedangkan Rachel hanya tertawa. “Seandainya bukan kamu yang lebih dulu berpacaran dengan nya sudah pasti aku akan mendekati nya.” Walau nada bicara Rachel terdengar bercanda tapi dia bersunggu saat mengatakan nya,seandai nya Regan tidak berpacaran dengan Thalia,dia pasti akan mendekati Thalia. Regan tidak bercerita jika mereka berdua sudah pacaran tapi semua orang tahu jika Regan dengan Thalia sudah memiliki hubungan,setiap hari Regan akan datang ke kelas Thalia hanya untuk mengajak nya makan siang. “Sayang nya kamu sedikit terlambat” canda Regan,Rachel menyebikkan bibir nya dan melempar botol minuman nya ke kepala Regan. ** Thalia menarik koper nya,seperti nya Regan benar benar tidak ikut dengan nya pria itu bahkan hanya membaca chat nya malam tadi tanpa membalas nya. “1 jam lagi kita akan berangkat!” Teriak Thalia,dia kesal dengan Michel yang sangat santai padahal 1 jam lagi mereka akan berangkat. Ting…Ting..Ting Thalia mengerutkan kening nya,dia berjalan keluar menuju pintu luar saat mencek siapa yang mengetuk pintu nya. “Siapa?” Thalia melebarkan mata nya melihat Regan yang berdiri di depan nya sambil tersenyum menatap Wanita itu. “Hay,maaf aku tidak membalas pesan kamu malam tadi,kemarin aku sangat sibuk.” Sesal Regan,pria itu tersenyum lebar melihat wajah terkejut Thalia. “Re? ngapain kamu ke sini?” Regan mengangkat satu alis nya bingung,”Bukan nya kamu bilang ke aku untuk ikut?” Thalia terdiam,pertanyaan nya benar benar bodoh,tapi sungguh dia tidak menyangka Regan akan ikut dengan nya.Thalia menundukkan pandangan nya melihat sebuah koper besar yang di bawa Regan. “Aku tidak tahu seberapa lama kita di sana,jadi aku membawa banyak pakaian” Regan menggaruk kepala nya,malam tadi dia ingin menghubungi Thalia mengenai hal ini tapi terlalu malam. “Tiket pesawat nya bagaimana?” Thalia tidak memesan tiket untuk Regan karena pria itu tidak memberikan kepastian. Regan tersenyum,”kamu tenang saja,malam tadi aku sudah membeli tiket pesawat nya,sebenarnya aku ragu memilih jam terbang nya benar atau tidak.” Regan menyerahkan tiket pesawat yang di beli kepada Thalia,Thalia menerima tiket dan melihat nya lalu tersenyum. “Jam nya aku pilih pas aja kan?” Tanya Regan takut,Thalia mengangguk penerbangan dia dengan Regan memiliki jam yang sama. “Terimakasih” ucap Thalia tulus,dia benar benar tidak menyangka jika Regan akan menuruti permintaan nya untuk ikut.Regan balas tersenyum walau dia sangat sibuk minggu ini tapi dia tidak akan membuat Thalia kecewa dengan penolakan nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN