Michel menghela nafas nya lelah,keberadaan nya sekarang bagaikan transparan tidak di anggap sama sekali,di depan nya ada Regan dan Thalia yang sedang asik berbicara satu sama lain,bahkan tangan Regan tidak lepas dari tangan Thalia sedari tadi.Mereka berdua asik berbicara tanpa memperdulikan Michel sama sekali.
“Tangan nya itu ada lem ya?” Sindir Michel,Regan sama sekali tidak melepas tautan tangan nya dari Thalia,bahkan saat menunggu pesawat mereka berangkat pun Regan tidak membiarkan Thalia jauh dari nya.
Thali menoleh kesamping dan melirik tajam Michel,”Kenapa? Benar bukan?” Tantang Michel,Thalia menghela nafas nya lalu melepas tautan tangan Regan,dia menggeser badan nya mendekati Michel.
“uuuh ada yang marah.” Thalia mengangkat tangan nya dan mencubit pipi Michel dengan gemas,Michel melirik Thalia lalu melepas tangan Thalia yang berada di pipi nya dengan kesal sedangkan Thalia hanya tertawa melihat itu.
**
Setelah menempuh waktu berjam jam ,akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Thalia,sedari tadi tangan Regan tidak lepas dari genggaman Thalia,diri nya menjadi sangat gugup.
“Kamu yakin mereka nggak marah?” Tanya Regan ragu,jantung nya berdetak sangat cepat sekarang,dia belum pernah bertemu dengan orang tua Thalia secara langsung.
Thalia tersenyum dia mengenggam tangan Regan dengan erat,”Tidak apa apa,mereka tidak akan marah.” Thalia menatap Regan dengan lembut,Regan meneguk air liur nya lalu mengangguk dia mencoba menguatkan hati nya sendiri.
Regan mengamati rumah di depan nya,tidak sebesar rumah nya tapi tidak bisa di katakan kecil juga,rumah orang tua Thalia lebih nyaman dan sederhana dengan taman kecil di samping nya.
“Maaf mungkin rumah nya tidak sebesar rumah kamu.” Thalia mengusap tangan nya,jangan lupakan dia pernah ke rumah Regan dan rumah Regan benar benar besar.
Regan tersenyum,”Tidak apa apa,aku lebih suka yang seperti ini.” Hibur nya,Regan berjalan mengikuti Thalia dari belakang,tangan nya berkeringat dingin saat berada di depan pintu rumah Thalia.
“Mereka pasti menunggu kita di taman belakang.” Ucap Thalia,dia membuka pintu rumah nya yang memang tidak terkunci,Regan mengikuti Thalia dari belakang,sesekali dia mengamati foto masa kecil Thalia yang tersusun dengan rapi di ruang tamu.
Sesekali Regan tertawa,wajah Thalia tidak terlihat berubah banyak,Wanita itu sudah cantik dan menggemaskan sejak kecil.
“Wajah kamu memang sudah cantik dari dulu ya.” Puji Regan,dia berhenti di satu foto yang menampilkan wajah cemberut Thalia dengan wajah penuh kue,Regan tebak saat itu Thalia baru berumur 10 tahun.
“Kamu berlebihan muji nya,mana ada anak umur 9 tahun bisa di bilang cantik.” Thalia mengalihkan pandangan nya dari Regan karena malu,tapi itu justru sangat menggemaskan untuk Regan,sungguh jika bukan di rumah orang tua nya Regan sudah mencium Thalia,pipi Wanita itu memerah hanya karena pujian nya.
“Ayo Re,mereka sudah menunggu.” Thalia mengamit tangan Regan dan membawa nya ke taman belakang,Regan mengikuti Langkah Thalia,terlihat sepasang suami isteri yang sedang duduk di kursi malas mereka.
“Yah bu,ini Regan pacar Thalia.”Thalia memperkenalkan Regan kepada ayah dan ibu nya,walau Thalia sama gugup nya dengan Regan tapi dia tidak ingin menunjukkan hal itu kepada Regan.
Ayah dan ibu Thalia menolehkan kepala nya,mereka menatap Regan dari atas dan bawah lalu tersenyum.Thalia menyenggol tangan Regan untuk memberi salam,paham dengan kode Thalia Regan menundukkan badan nya dan mencium tangan kedua orang tua Thalia.
“Perkenalkan nama saya Regantara pramudya.” Ucap Regan sopan,dia tersenyum lebar menatap orang tua Thalia.
“kamu punya eye smile? Sangat manis.” Ibu Thalia tertegun sebentar saat melihat eye smile dari Regan,eye smile dari pacar anak nya itu benar benar indah.
“Maaf pak bu,saya belum bisa memperkenalkan diri saya selama ini.”
“Sudah berapa lama kalian pacaran?” Tanya ayah Thalia,dia menatap Regan dengan tajam,pandangan nya tidak berkedip sekalipun.
“Sekitar 8 bulan pak.” Jawab Regan,walau dia tidak yakin sejak kapan mereka resmi berpacaran.
Ayah Thalia menangguk,dia Kembali mengamati penampilan Regan dari atas ke bawah,”Apakah kita pernah bertemu? Penampilan kamu seperti tidak asing untuk saya.”
Tubuh Regan membeku seketika,dia menggeleng dengan cepat.”Seperti nya tidak pak.”
Thalia menolehkan pandangan nya ke samping dan menyeringit heran dengan perkataan Regan,mereka pernah tinggal di satu daerah,tapi ya mungkin saja ayah nya pernah melihat Regan tapi Regan tidak.
“Baiklah,kamar kamu sudah ibu siapkan.Nanti angkat koper kamu dan bawa ke sana.”Regan mengangguk patuh,dia pamit untuk mengambil barang barang nya.
“Kamu serius dengan dia?” tanya Ayah nya,dia sudah mengamati Regan tapi entah mengapa perasaan nya mengatakan jika pria itu menyimpan sesuatu.
“Iya yah,kami sudah lama kenal dan Regan orang yang baik.” Balas Thalia,dia pun pamit kepada orang tua nya untuk mengambil barang barang nya.
Thalia berjalan menghampiri Regan yang terlihat bingung lalu tersenyum,”Aku tidak tahu mau bawa ini kemana.” Ucap nya polos,Thalia tersenyum memberi kode kepada Regan untuk mengikuti nya.
Regan mengikuti Thalia dari belakang hingga sampai di sebuah kamar kecil,Regan memperhatikan keadaan kamar nya walau tidak sebesar kamar nya di Apartemen tapi tidak buruk untuk tempat tidur beberapa hari ini.
“Maaf,kamar nya hanya ada kipas angin.” Thalia mengambil kipas angin yang berada di lantai dan menghidupkan nya,dia tidak enak dengan Regan,pria itu pasti sudah terbiasa tidur dengan AC.
“Tidak apa.” Jawab nya,Thalia menatap Regan walau pria itu mengatakan tidak apa apa,tapi wajah pria itu menggambarkan segala nya.
“hmm kamar aku ada di depan,jika kamu butuh sesuatu telpon aja.”
Regan mengangguk dengan patuh,”Oh ya Re,biasa nya ayah dan ibu akan sarapan jam 6 pagi,hm kamu bisa kan bangun sekitar jam itu?”
Regan terkejut dia melebarkan mata nya,”Serius jam 6 pagi?”
Thalia mengagguk sambil meringis,”Ayah biasa nya berangkat kerja jam set 7 pagi,jadi jam 6 pagi sudah sarapan.”
Regan menghembuskan nafas nya lalu mengangguk pelan,”Kalau begitu,aku pergi kamar dulu ya.Kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil aku.”
Thalia memundurkan Langkah nya dan menutup pintu kamar Regan,Regan membalikkan badan nya dan melihat pemandangan dari luar jika di lihat dari luar seperti ini rumah orang tua Thalia jauh dari orang lewat dan tidak berisik,sangat cocok di jadikan tempat menghabiskan waktu saat tua.
**
Thalia meletakkan koper nya di samping tempat tidur nya lalu menghempaskan badan nya di atas ranjang,ah dia benar benar gugup tadi untung nya orang tua nya tidak memiliki banyak pertanyaan tentang Regan.
Thalia mengambil handphone nya dan mengetik sesuatu di handphone nya.
“apa yang harus di lakukan saat pacar datang ke rumah.” Gumam Thalia,dia membaca baca beberapa saran dari google tapi tidak ada satupun yang dia suka.
“Ahh malu banget.” Thalia menutup muka dengan kedua tangan nya,membayangkan pertemuan keluarga mala mini benar benar membuat nya gugup.
Tok..tok..tok
Thalia menegakkan badan nya,”Siapa?”
“Ayah boleh masuk?” Suara ayah nya terdengar dari luar,Thalia bangkit dan membuka pintu kamar nya.Thalia memandang ayah nya dengan bingung.
“Ada apa?”
“Ada beberapa yang ingin ayah tanyakan tentang Regan.” Thalia meneguk air liur nya lalu mengangguk,dia menjadi gugup.
“Kalian pacaran sudah berapa lama?” Thalia diam,dia tidak yakin seberapa lama mereka pacaran,jika di hitung dari saat dia mabuk maka baru beberapa bulan lalu.
“Hmm sekitar 8 bulan?” Ayah Thalia tertawa mendengar perkataan putri nya,Thalia terdengar tidak yakin.
“Kenapa nggak yakin gitu jawab nya?” Thalia mengatup kedua bibir nya,dia memilin jari tangan nya.
“Awal nya ayah kira kamu tidak akan membawa pacar seperti yang tante kamu inginkan,tapi ternyata kamu benar benar serius tentang hal ini.”
Thalia meringis,”Thalia lelah ya,setiap kali ada pertemuan tante selalu menanyakan hal yang sama,dan ujung nanti bakal ngatain yang tidak tidak.”
Ayah Thalia mengangguk paham,selama ini tante nya memang selalu menjelekkan Thalia bahkan mengatakan Thalia adalah aib keluarga hanya karena dia tidak memiliki pacar atau suami di usia seperti ini.
“Kamu dengan dia serius?”
Thalia mengerutkan kening nya,”Maksud ayah?”
Ayah Thalia menghela nafas nya,”Tidak apa apa,ayah hanya tidak ingin nanti nya kamu sedih karena dia.” Ayah Thalia menatap putri nya,dia ragu dengan Regan tapi dia tidak tahu apa yang membuat dia ragu dengan pria itu.
Thalia tersenyum,”Ayah tidak perlu khawatir,Regan anak yang baik bahkan dia selalu mendapat ipk tinggi di jurusan nya.” Thalia mengucapkan nya dengan bangga,sampai sekarang dia tidak melihat keburukan dari pria itu kecuali dinding pembatas yang di bangun pria itu.
***
Thalia mengenggam tangan Regan dengan erat,sedari tadi tante nya tidak henti memperhatikan Regan dari atas ke bawah dengan tajam.
“Tante kamu kenapa lihatin aku terus?” Regan berbisik ke pada Thalia,dia risih dengan tatapan tante nya.Thalia meringis lalu meminta maaf sedangkan Michel yang berada di samping Thalia hanya menahan tawa nya,muka Regan sekarang seperti ingin di siding.
“Maaf,tante aku memang seperti itu.Jika beliau bertanya kamu jawab aja ya.” Regan menatap Thalia bingung lalu mengangguk.
Mereka mulai makan sesekali di selingi oleh pembicaraan kecil dari keluarga Thalia yang tidak di mengerti Regan.
“Oh ya,seperti nya Thalia membawa pria di pertemuan ini.Bisa kamu katakan siapa dia?” Tepat saat acara makan nya berakhir,tante nya sudah bertanya.
Thalia menarik nafas nya menatap tante nya datar,”Perkenalkan dia Regan,pacar Thalia.” Ucap Thalia tenang,saat mendengar perkataan Thalia tante nya malah menertawakan nya.
“Oh ya? Apakah tante akan percaya jika dia pacar kamu dan bukan sembarang pria yang kamu ambil.”
Michel menahan tangan Thalia,Wanita itu sudah ingin berdiri,Thalia menatap wajah tante nya dengan tajam tangan nya mengepal dengan keras di bawah meja.
Regan memperhatikan Thalia,dia menurunkan pandangan nya dan melihat Thalia yang sedang menahan rasa marah nya.
“Aku bukan seperti anak tante yang bisa di pasangkan dengan siapa saja tanpa memperhatikan perasaan nya.” Ucap Thalia tajam,Michel yang berada di samping Thalia terkesikap dia benar benar mengakui keberanian Thalia malam ini.
Tante Thalia menajamkan pandangan nya,dia menatap Thalia dengan marah yang sudah berani berbicara lancang dengan nya.
“Lalu Regan kuliah dimana?” Tanya tante nya sinis.
“Dia ku-“
“Tante bukan bicara sama kamu,tapi sama Regan.” Thalia mengatupkan bibir nya,lalu memberi kode kepada Regan untuk di jawab.
“Saya kuliah di kedokteran,kebetulan satu kampus dengan Thalia.”
“Kalian tinggal bersama?”
“Ya-“
Thalia ingin berdiri Kembali,tapi badan nya lagi lagi di tahan oleh Michel,dia menepuk punggung Thalia menenangkan wanita itu.
Regan tersenyum lalu menggeleng,”saya tinggal di APartemen dan Thalia di kos,kami biasa nya bertemu di kampus saat Thalia tidak ada jadwal.Kami belum sejauh itu.” Jawab Regan,walau pertanyaan tante nya lebih mengarah ke privasi tapi Regan menjawab nya dengan tenang.
Tante Thalia terkejut saat tahu Regan tinggal di Apartemen apalagi harga Apartemen di perkotaan tidak lah murah,dia menormalkan ekspresi wajah nya Kembali.
“Apa yang membuat kamu jadi memilih Thalia? Padahal dia luar sana banyak Wanita yang lebih cantik,apalagi-“ dia melirik Regan dari atas ke bawah lagi,”Kamu terlihat tampan dan kaya.” Lanjut nya.
Thalia benar benar tidak bisa percaya dengan perkataan tante nya,pertanyaan tante nya bahkan lebih banyak dari orang tua nya sendiri.
“Seperti nya sudah terlalu malam” Ibu Thalia angkat bicara tapi di tahan oleh tante nya.
“Aku belum selesai berbicara,aku ingin memastikan terlebih dahulu.” Ucap nya angkuh,suasana meja makan menjadi tegang semua mata tertuju kepada Regan.
Thalia menundukkan kepala nya,dia benar benar seperti tidak ada wajah lagi di depan Regan,tante nya benar benar membuat nya malu.
“Thalia memang bukan Wanita yang tercantik,tapi dia adalah Wanita yang sempurna untuk berada di samping saya.Saat saya memutuskan untuk memiliki hubungan dengan Thalia saa sudah memikirkan nya matang matang,saya bukan tipe orang yang main main dalam satu hubungan” Regan menarik nafas nya,berusaha menormalkan badan nya.
“Saat saya melihat senyum nya saya memutuskan jika dia adalah yang terbaik untuk di samping saya.”
Thalia menolehkan pandangan nya ke samping,dia tertegun dengan perkataan Regan pria itu apakah berkata dengan jujur?
“Kamu yakin? Lalu bagaimana dengan orang tua kamu,apakah mereka setuju dengan hubungan kalian? Mengingat Thalia tidak sebanding dengan kalian.” Tidak usah di beritahu pun,tante nya dapat melihat jika Regan adalah anak orang kaya apalagi mengetahui pria itu tinggal di APartemen.
Regan terdiam badan nya mematung tiba tiba,dia tidak bisa menjawab pertanyaan ini.Thalia menatap Regan pria itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan nya.
“Tante bukan kah itu pertanyaan yang terlalu jauh? Kami baru saja memulai hubungan dan terlalu jauh untuk menanyakan hal itu.” Jawab Thalia,Michel menolehkan kepala nya dan merasa heran dengan Regan yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini.
“Kenapa? Bukan nya penting restu dari orang tua? Kalian bagaimana bisa untuk menikah jika tidak ada restu dari orang tua nya!” Thalia menatap tante nya marah,nafas nya tidak beraturan sekarang.
“Kami masih muda dan tidak sempat memikirkan hal mengarah seperti itu.”
“Benarkah? Apakah ada jaminan jika kamu tidak hamil anak nya?” tanya tante nya frontal,Thalia menatap tante nya tidak percaya,serius tante nya menanyakan pertanyaan bodoh ini depan keluarga besar nya?
Saat Thalia ingin bangkit,tangan nya di tahan oleh Regan,”Untuk saat ini saya belum bilang ke orang tua saya,tapi saya akan memberitahu nya.seperti yang saya katakan sebelum nya jika saya serius dengan hubungan ini” ucap nya dan membuat semua orang di meja makan ternganga termasuk Thalia.