Thalia menolehkan pandangan nya menatap lurus ke depan,setelah acara keluarga tadi selesai mereka semua pulang dan pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat tapi tidak untuk Thalia,perkataan Regan tadi sungguh menganggu nya.
Jadi pria itu belum mengatakan ke orang tua nya tentang hubungan mereka? Thalia menghela nafas nya berat hubungan mereka memang baru saja di mulai tapi entah mengapa itu bukan alasan utama Regan belum memberitahu hubungan mereka kepada orang tua nya.Thalia ingat jika orang tua Regan cukup posesif terhadap Regan tapi itu bukan alasan utama untuk Regan menyembunyikan hubungan mereka.
Tok…tok…tok
“Pintu nya tidak terkunci” Thalia menoleh,tidak berapa lama orang yang mengetuk tadi masuk,Regan tersenyum lebar menatap Thalia dia berjalan mendekati Wanita itu dan duduk di samping nya.
“Re belum tidur?” Tanya Thalia,sekarang sudah jam 1 malam tapi pria itu malah duduk di samping nya.
Regan tersenyum lalu menggeleng,”Kamu sendiri bagaimana? Kenapa belum tidur hm?” Tanya lembut,Thalia menoleh menatap wajah Regan,setiap kali dia memandang Regan jantung nya tidak berhenti berdegup kencag.Regan seperti memiliki magnet sendiri untuk memikat Thalia.
“Kamu cantik jika menatap aku seperti itu.” Regan mengalihkan helaian rambut Thalia yang menutupi wajah nya,seakan tersadar Thalia menundukkan wajah nya malu.
“Aku hanya sedang memandang bulan purnama,bukan kah itu sangat indah?” Thalia menunjuk bulan yang bersinar terang.Thalia tersenyum menatap bulan itu dulu saat kecil dia sangat suka melihat bulan seperti ini tapi ayah nya akan memarahi nya.
“Kamu nggak mau muji aku cantik seperti bulan itu?” Thalia menoleh ke samping,Regan juga menatap lurus ke arah bulan.
Regan menggeleng lalu tersenyum,dia menolehkan pandangan nya samping dan menatap Thalia dengan tulus,dia menyandarkan kepala nya di bahu Thalia dan mengenggam tangan Wanita itu erat.
“Lia,aku benar benar tidak ingin kehilangan kamu.Jangan pernah tinggalkan aku ya?” Regan terus memainkan tangan Thalia,dia seperti menemukan mainan baru.
Thalia menyeringitkan dahi lalu menunduk,”Kenapa kamu mengatakan hal ini?”
Regan menggeleng,”Aku hanya tidak ingin kamu pergi dari ku.” Ucap nya singkat,Thalia masih tidak mengerti ucapan Regan tapi dia tetap menganggukan nya.
“Aku akan tetap di samping kamu,kecuali kamu sendiri yang meminta kamu untuk pergi.” Thalia menghela nafas nya,ya dia berjanji tidak akan meninggalkan Regan kecuali pria itu yang meminta nya,butuh banyak perjuangan untuk diri nya mendapatkan Regan di samping nya.
*
“Thalia”
“Thalia,bangun”
Thalia membuka mata dan mengucek nya,dia mengamati sekitar nya ah dia tertidur di atas Kasur nya,seingat nya malam tadi dia bersandar di bahu Regan lalu tertidur mungkin pria itu yang menggendong nya ke atas Kasur.
“Ada apa bu?” Tanya Thalia,dia melihat ibu nya yang menatap nya dengan pandangan kesal.
“Kamu ini di bangunin susah banget.”
“Thalia masih ngantuk bu.” Thalia Kembali ingin memejamkan mata nya tapi ibu nya Kembali menarik badan Thalia untuk duduk.
“Bangun,Regan ngajak kamu untuk jogging.”
Thalia menolehkan kepala nya dan menggaruk kepala nya kesal,pria itu apakah tidak mengantuk setelah malam tadi?
“Thalia malas.” Thalia Kembali ingin merebahkan badan nya tapi ibu nya menahan nya Kembali.
“Kamu pergi sekarang juga atau uang jajan kamu sebulan ibu potong?” Ancam nya,Thalia mengendus kesal lalu bangun,dia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigi.
Thalia keluar rumah nya,di sana terlihat Regan yang sudah melakukan pemanasan dengan baju kaus dan celana olaharaga nya,Thalia tertegun sebentar dia baru tahu jika badan Regan benar benar bagus,padahal pria itu tidak melakukan gym atau semacam nya setahu Thalia.
“Re,kamu nggak ngantuk?” Tanya Thalia menatap Regan malas,itu hanya cara dia untuk berhenti menatap tubuh Regan.
“Tidak,aku sudah lama tidak jalan jalan di daerah ini,semenjak orang tua aku pindah.” Lanjut nya,Thalia melebarkan mata nya dia baru tahu jika orang tua Regan sudah pindah.
“Tapi nggak perlu sepagi ini juga.” Keluh nya,sebelum keluar Thalia melihat jam di dinding yang baru menunjukkan pukul 7 pagi,dia dan Regan baru tertidur sekitar jam 2 lalu bangun lagi di jam 7 pagi hanya 5 jam untuk mereka tidur tapi wajah Regan benar benar terlihat fresh.
Regan tertawa kecil,dia mengacak rambut Thalia.”Lalu kamu mau jogging jam berapa? Biasa nya pagi kan?”
Thalia mengerucutkan bibir nya,melihat itu Regan hanya tertawa kecil.Dia mengamit tangan Thalia dan mulai menarik Thalia untuk berlari kecil.
“Re jangan jauh jauh ya,aku capek.”
“Iya sayang.” Ucap nya.
*
Thalia menghentakan kaki nya ke tanah berulang kali dengan kesal,dia duduk di trotoar sudah hampir satu jam Regan mengajak nya berlari kecil dan sekarang kaki nya sangat lelah.
“kamu bilang tadi nggak jauh.” Kesal Thalia,dia meluruskan kaki nya yang bengkak,sial malah dia tidak memakai sepatu olahraga hanya sendal jepit biasa saja.
“Sedikit lagi ayo,aku janji ini yang terakhir.Kita ke taman itu banyak makanan.”
Thalia tetap menggelengkan kepala nya,sedikit apa nya setelah ini mereka harus berjalan pulang dengan jarak yang di tempuh sama.
“Ayo Lia,setelah ini aku traktir kamu makan apapun ada di sana.”
Thalia yang awal nya mengerucutkan bibir nya langsung menatap Regan dengan senyuman lebar.”Kamu beneran?”
Regan mengangguk,Thalia tersenyum lebar lalu melebarkan kedua tangan nya.
“Tarik,aku malas berdiri.” Ucap nya manja,Regan menggelengkan kepala nya lalu menarik badan Thalia untuk berdiri.
“Mau gendong juga?” Goda Regan,Thalia tersenyum malu lalu memukul lengan Regan pelan.Dia berjalan lebih dulu menutupi wajah nya yang memerah.
Hanya butuh waktu 5 menit untuk mereka sampai di taman yang Regan bilang,di sana ada banyak makanan dan taman ini biasa nya memang di pakai sebagai tempat istirahat orang orang sehabis jogging.
“Re,mau makan bubur ayam itu.” Thalia menunjuk gerobak bubur ayam langganan nya dulu,sudah 3 tahun dia tidak makan bubur ayam itu.Biasanya setiap pagi minggu dia akan makan bubur itu sehabis olahraga.
“Ayo.” Regan dan Thalia berjalan beriringan menuju penjual bubur ayam,Thalia menghirup dalam bau kuah yang di gunakan untuk bubur ayam.
“Bapa,Bubur ayam 2 seperti biasa,kuah nya banyakin sama ayam nya.” Pesan Thalia,penjual itu menolehkan kepala menatap Thalia lalu mengerutkan kening nya.
“Neng Thalia?” Thalia mengangguk senang.
“Bapa masih kenal saya?”
“Ya jelas dong,kamu langganan bapa setiap minggu pagi.Kemana saja selama ini nggak kelihatan?”
Thalia menggaruk kepala belakang nya,”Saya kuliah di kota pak.”
Penjual itu melebarkan mata nya terkejut,”Wah nggak kerasa ya,perasaan kemarin masih kecil.” Penjual itu tersenyum lalu menoleh ke samping.
“Pria di samping nya siapa neng?” Thalia menoleh ke samping nya yang terdapat Regan.
“Regan pak,pacar saya.” Ucap nya girang,sekarang Thalia tidak ragu lagi memanggil Regan pacar nya.
“Oh ya? Pacar nya ganteng banget neng.Satu jurusan?”
Thalia menggeleng,”tidak,aku farmasi kalau dia kedokteran.” Si bapak itu pun mengangguk,sesekali Thalia dan penjual itu bertukar cerita sambil menunggu pesan nya jadi.
“Bagaimana bubur nya?” tanya Thalia semangat,Regan mengangguk.Bubur nya sangat enak,kenapa dia baru jika ada bubur yang se enak itu.
“Setelah ini mau makan apa?” Thalia mengerucutkan bibir nya lucu,mata nya menelusuri mencari makanan yang enak.
“Mau ice cream.”
“Ice cream? Tapi kamu baru saja selesai olahraga,yang ada nanti sia sia olahraga nya.”
Thalia memajukan bibir nya kesal,jika di larang juga buat apa mentraktir diri nya?
“Makan yang lain aja ya?” Thalia mengangguk paksa dan melanjutkan makanan nya.
*
Thalia tertawa puas saat melihat anak kecil yang berlarian lalu terjatuh di depan nya,anak itu sangat nakal baru saja dia menarik rambut Thalia saat diri nya asik duduk lalu pergi begitu saja.
Thalia meluruskan pandangan nya,mencari keberadaan Regan,pria itu izin ke toilet sebentar tapi sampai sekarang dia belum datang juga.
“Hey,kenapa melamun?” Regan datang dari samping dan langsung duduk di samping Thalia.
“Kamu kemana aja?”
‘Beli ini.” Thalia menurunkan pandangan nya dan melihat dua cone ice cream di tangan Regan,Regan mengambil satu dan memberikan nya kepada Thalia.
“Kata nya tadi sia sia olahraga nya kalau makan ice cream.” Sindir nya,tidak sampai 1 jam Regan mengatakan itu tapi pria itu malah memberikan Thalia ice cream.
“Setelah ku pikir ulang seperti nya tidak masalah kalau makan satu ice cream saja.” Thalia tersenyum kecil mendengar alasan Regan,dia memakan ice cream pemberian Regan dan meluruskan badan nya lagi.
Taman di sini sangat rapi,banyak warga sekitar yang menghabiskan waktu nya di sini baik sekedar olahraga atau hanya bersantai saja.
“Besok kita bakal pulang.” Gumam Regan,Thalia mengangguk dia menghembuskan nafas nya setelah ini dia akan berkutik dengan tugas lagi.
“Setelah ini aku ada ujian osce jadi mungkin beberapa hari aku tidak bisa menemui kamu.”
Thalia mengangkat kepala nya menatap Regan,”Bukan nya kemarin sudah?”
Regan mengangguk,”Kan sudah mau akhir semester.”
Thalia mengerucutkan bibir nya,setelah ini dia akan rindu dengan Regan,Regan menolehkan kepala nya lalu tersenyum melihat wajah cemberut Thalia.Dia menngangkat tangan nya dan mengacak rambut Thalia,tangan nya dia sandarkan di bahu Thalia.
“Sudah,Cuman beberapa hari kok setelah ini aku janji kita bakal jalan jalan lagi”
“Janji?”
Regan mengangguk,”Janji.”
*
“Regan mana? Wajah kamu seperti bunga layu saja.” Sindir Kyla,teman nya itu seperti mayat hidup saja 2 hari ini.
“Dia sedang belajar buat Latihan Osce.” Jawab Thalia lesu,Kyla mengerutkan kening nya bukan nya itu bagus?
“Lalu apa masalah nya?”
Thalia menghembuskan nafas nya lelah Kyla benar benar tidak peka,”Aku rindu dengan dia.”
Kyla bergedik mendengar perkataan Thalia,”Lebay ah,bagaimana kalau habis kelas ini kita ke timezone buat main?”
Thalia menoleh ke samping sambil melirik Kyla tajam,”Kamu pikir kita masih anak anak jadi pergi ke tempat itu?”
“Yee yang main di situ bukan hanya anak anak,di sana ada roller coaster juga.Kamu mau ikut nggak?”
Thalia menolehkan badan nya ke samping dengan malas.
“Aku traktir.”
“Ayo” Dengan cepat Thalia menolehkan kepala nya lagi sambil tersenyum lebar,Kyla mendengus jika masalah traktir saja Thalia sangat cepat.
*
Thalia dan Kyla menaiki roller coaster seperti yang di katakan oleh Kyla tadi,”Ky kamu yakin mau naik? Tinggi banget.” Thalia mencicit takut,dia menjadi ragu setelah melihat tinggi nya.
“Lalu kamu mau kita keluar dari barisan setelah antri setengah jam?”
Thalia terdiam lalu menggeleng,dia mencoba menyakinkan diri nya bahwa dia bisa.Thalia mengambil handphone nya dan mengirim pesan ke Regan.
“Re nanti telpon aku 20 menit lagi,jika aku tidak mengangkat nya bearti aku dalam bahaya.” Tulis Thalia lalu dia mengirim lokasi nya kepada Regan.
“Siap?”
Thalia mengangguk takut,dia mengenggam erat sabuk pengaman dan mulai menutup mata nya saat roller coaster itu berjalan,sepanjang perjalanan Thalia hanya menutup mata nya dia tidak berani membuka sedikitpun,dia hanya bisa merasa badan nya yang bergerak ke kanan,atas kiri dan bawah.
“Selesai.” Ucap petugas nya,perlahan Thalia membuka mata melihat keadaan dan benar saja mereka sudah sampai,dia bernafas lega dan mulai berdiri,tapi saat dia bangkit kepala nya tiba tiba sangat pusing dia bahkan menjatuhkan tas nya.
“Thalia kamu kenapa?” Tanya Kyla khawatir,dia menarik badan Thalia untuk menepi dan mendudukkan Wanita itu di kursi yang di sediakan.
“Kamu baik baik saja?” Tanya nya khawatir,Thalia mengangguk pelan.Seperti nya kepala nya menjadi pusing karena belum makan.
“Aku belum makan siang Ky,perut ku lapar.” Rengek nya,Kyla melebarkan mata nya lalu mendengus dia sudah khawatir setengah mati.
“Kamu bikin aku panik tahu nggak!” Thalia hanya tertawa keras melihat wajah kesal Kyla,dia membuka tas tangan untuk mengambil handphone nya dan terkejut saat melihat ada 10 panggilan tak terjawab dari Regan.
“Mampus.” Thalia menepuk jidat nya,menyesali kenapa dia harus mengirim pesan sedramatis itu ke Regan.
“Ada apa?” Kyla mendekatkan badan nya,lalu melebarkan mata nya.
“Itu kenapa Regan nelpon kamu sebanyak itu?”
“Seperti nya pesan aku tadi.” Thalia menunjukkan pesan yang dia kirim tadi kepada Regan,setelah membaca itu Kyla mengumpat keras.
“Kamu Cuma naik roller coaster Thalia,bukan di culik.” Balas Kyla frustasi,wajar saja Regan saja jika Regan menghubungi nya berulang kali karena pesan itu.
“Lalu aku bagaimana Ky?”
“Ya telpon balik aja,aku nggak mau dia panik lalu lapor polisi.”
Thalia mengangguk lalu menelpon Regan Kembali,di dering pertama Regan langsung mengangkat telpon dari Thalia.
“Lia,kamu baik baik saja?” Terdengar suara khawatir dari Regan di seberang sana.
“Aku baik baik saja Re,maaf buat kamu khawatir.”
“Sekarang kamu dimana? Aku jemput ya.”
Thalia menggeleng cepat,”Tidak usah Re,aku lagi di timezone dengan Kyla.”
Terdengar helaan nafas dari Regan,”Baiklah,jam berapa pulang? Aku jemput ya.”
“Nggak usah,kamu belajar aja buat ujian.”
“Aku sudah selesai belajar nya,nanti kamu hubungi Kembali nanti aku jemput.”
Dengan terpaksa Thalia mengiyakan perintah Regan,dia tidak enak menganggu pria itu untuk ujian tapi mau bagaimana lagi jika Regan yang menginginkan hal ini.