“Ahh lelah nya.” Thalia dan Kyla menyandarkan badan mereka karena lelah,4 jam mereka bermain di timezone,semua permainan sudah mereka lakukan dan baru terasa lelah nya sekarang.
“Regan kapan jemput kamu?” Kyla menolehkan kepala nya ke samping,Thalia mengangkat bahu nya tidak tahu,dia mengambil handphone nya untuk melihat chat dari Regan.
“Dia sudah sampai mall.” Jawab Thalia setelah membaca pesan yang dikirim Regan 10 menit lalu,Kyla mengangguk dia mengambil corndog yang dia beli tadi dan memakan nya.
“Permainan zombie tadi benar benar yang terbaik.” Gumam Thalia,Kyla mengangguk setuju jantung nya berdegup kencang saat harus melawan zombie palsu tadi,walaupun hanya zombie pura pura tap tetap saja dia harus mengerahkan semua tenaga nya.
“Seandai nya itu benar benar terjadi bagaimana ya Ky.” Thalia memikirkan jika hal itu benar benar terjadi,bagaimana cara nya dia untuk bertahan hidup.
“Jangan mikirin yang aneh deh Thalia,nggak ada yang nama nya zombie itu.” Kula bergedik ngeri dia tidak bisa membayangkan harus hidup bersembunyi selama nya.
“Kamu tahu j-“
“Lia.”
Thalia menolehkan pandangan nya ke samping dan melihat Regan yang berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum manis,tanpa sadar Thalia membalas senyuman Regan.Thalia yakin siapa pun di dunia ini tidak akan ada yang sanggup menolak senyuman Regan.
Regan berjalan mendekati Thalia,dia berdiri di samping Thalia dan mengusap rambut Wanita itu pelan.”Sudah selesai main nya?” Tanya nya lembut,Thalia mengangguk patuh.
“Baru saja,kami kelelahan jadi duduk sebentar.” Jawab nya,Regan mengangguk dan duduk di samping Thalia,dia menarik badan Thalia dan memeluk nya tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang menatap mereka dengan iri.
“Aku sangat khawatir waktu baca pesan kamu.” Ucap Regan,Kyla mencibir mendengar nya sudah jadi korban tontonan romantis secara live sekarang dia harus mendengarkan drama di depan nya.
Thalia meringis,dia tersenyum lebar menatap Regan,” maafkan aku,aku hanya terlalu takut tadi jadi langsung mengirim kamu pesan seperti itu tanpa berpikir terlebih dahulu.” Ucap nya.Regan hanya tersenyum dan Kembali menarik Thalia dalam pelukan nya beberapa hari tidak bertemu membuat nya sangat rindu.
“Mau makan?” Thalia mendongakkan kepala nya lalu mengangguk cepat.Dia menegakkan badan nya lalu menoleh ke Kyla yang sudah memainkan handphone nya.
“Ky kami mau makan,kamu mau ikut?”
Kyla menggeleng dia memasukkan handphone ke dalam sling bag nya,”Nggak aku pulang duluan aja,adik aku mau datang sebentar lagi.” Bohong nya,dia tinggal sendiri di sini sedangkan orang tua dan adik nya di kampung dan kalau ingin mengunjungi dia pun hanya saat liburan saja.
Thalia menyunggingkan senyum nya,dia tahu jika Kyla sedang berbohong.”kenapa Ky gerah ya?” Ledek Thalia dan membuat Kyla mengumpat kesal.
*
Regan mengajak Thalia untuk makan suki yang berada di mall ini juga.
“Kamu jadi mau co ass Re?” Thalia merebus dumpling nya lalu mengangkat nya lagi,dia mencelupkan dumpling nya ke chilli oil dan memakan nya sekali suap.
Regan mengangguk,”Mungkin semester depan,kebetulan rumah sakit yang aku mau juga sudah acc.”
“benar? Bearti nggak perlu ldr dong kita.” Ucap Thalia senang,rumah sakit yang di inginkan Regan satu kota dengan kampus nya hanya beda 10 menit,biasa nya kampus mereka akan memilih rumah sakit di kota lain dan karena itu juga Regan meminta untuk di rumah sakit yang satu kota dengan kampus nya agar lebih mudah bertemu dengan Thalia.
“Iya sayang,aku sengaja milih rumah sakit itu biar kita nggak ldr an.” Thalia tersenyum senang mendengar nya,dia memandang Regan dengan tulus,pria itu benar benar romantis dengan cara nya sendiri.
“Lia,mau nginap di Apartemen aku malam ini?”
Thalia menghentikan makan nya dan memandang Regan bingung,tidak biasanya pria itu akan meminta nya untuk menginap.”Kenapa? tidak biasa nya kamu ngajak aku nginap.”
Regan hanya menggeleng lalu tersenyum simpul,Thalia memperhatikan gerak janggal Regan lalu mengangguk seperti nya ada yang menganggu pikiran pria itu.”Baiklah,setelah ini ke Apartemen kamu ya.” Regan menegakkan kepala nya lalu mengangguk dengan semangat,Thalia tidak perlu untuk mengambil pakaian nya karena beberapa pakaian nya ada di Apartemen Regan,pria itu sengaja menyimpan nya jika Thalia sewaktu waktu menginap di Apartemen nya seperti ini.
*
Setelah makan malam Thalia dan Regan menonton serial favorit Thalia,Pria itu merebahkan kepala nya di paha Thalia sambil bermain main dengan tali hoodie milik Thalia.
“Lia,nanti setelah aku Co ass kamu mau tinggal di Apartemen aku?”
Thalia mengerutkan kening nya lalu menunduk,”Kenapa?”
“Kita akan jarang bertemu saat siang kamu di kampus sedangkan aku di rumah sakit,kita hanya bisa bertemu di rumah sakit.” Ucap nya gemas,Thalia tertawa kecil lalu menundukkan kepala nya,dia mengecup bibir Regan dengan cepat.
“Tidak bisa Re,Michel akan membunuh ku jika aku pindah ke Apartemen kamu.”
Regan menghembuskan nafas nya,”Kenapa dia selalu melarang kamu sih.” Terkadang Regan juga merasa cemburu,Thalia lebih patuh dengan perkataan Michel di bandingkan diri nya sendiri.
Thalia mengangkat tangan nya lalu mencubit pipi Regan gemas,”Michel itu sudah seperti kaka kandung ku sendiri,dari kecil dia memang selalu menjaga aku dan mengatur semua nya.”
Regan menghela nafas nya pasrah,seperti nya tidak mudah untuk menyingkirkan Michel.
Drt…Drt..Drt..
Badan Thalia tersentak saat mendengar suara dering handphone nya,dengan cepat Thalia mengambil handphone nya dia meringis saat melihat jam yang menunjukkan pukul 11 malam,jam di mana ibu nya biasa menelpon.
“Halo bu.” Ucap Thalia pelan,Regan meluruskan pandangan nya menatap Regan pria itu masih merebahkan kepala nya di paha Thalia.
“….”
“Ahh Thalia ada di koss bu,baru saja sampai dari kerja kelompok.”
Regan mengerutkan kening nya mendengar Thalia yang berbohong,dia menegakkan badan nya menatap Thalia serius,Thalia yang menyadari itu menggeser sedikit tubuh nya menjauh dari Regan.
“….”
“Hmm tidak bisa bu,Thalia sudah mematikan lampu kamar.” Ucap nya gelagapan,ibu nya meminta Thalia untuk video call sekarang juga.
“….”
Mata Thalia terpejam,ibu nya memaksa untuk video call sekarang,Thalia menoleh ke Regan dan memberi kode untuk pria itu menjauh,Regan mengerutkan kening nya tidak mengerti.
Thalia menghembuskan nafas nya kesal melihat Regan yang tidak peka sedangkan ibu nya sudah meminta menerima panggilan video call nya,Thalia bangkit lalu menarik tangan Regan untuk masuk ke dalam kamar nya.
“Jangan keluar dulu ya Re.”
“Kenapa? Aku juga ingin bicara dengan ibu kamu.” Tangan Regan sudah ingin mengambil handphone di tangan Thalia,tapi dengan cepat di tahan oleh Thalia.
“Please nggak sekarang,ibu bakal bunuh aku kalau melihat aku di Apartemen kamu.”
“Kenapa? Bukan nya ibu sudah tahu hubungan kita?”
Thalia menghela nafas nya lalu menggeleng,bukan masalah tentang hubungan mereka yang sudah di ketahui tapi ibu nya melarang nya untuk menginap di Apartemen pria.
“Please untuk sekali ini tidak,aku bakal lakuin apapun yang kamu minta nanti.”
Senyum Regan mengembang sempurna mendengar nya,”Apapun?”
Thalia mengangguk cepat,”Well,aku beri waktu setengah jam lalu aku keluar dari kamar.”
Thalia mengangguk tanpa berpikir lebih dulu,dia langsung keluar kamar Regan dan pergi ke dinding yang terlihat mirip di koss nya.
“Kenapa angkat panggilan ibu lama?” Wajah ibu nya sudah cemberut saat Thalia mengangkat panggilan video call nya.
“Hmm Thalia tadi kebelet ma.” Bohong nya,tapi ibu nya tidak percaya begitu saja,dia mengamati dinding belakang yang terlihat beda dengan kamar Thalia.
“Kamu di mana?” Tanya ibu nya,badan Thalia seketika menegang dia mengamati dinding belakang nya dan yakin jika dinding di belakang nya mirip dengan dinding kamar nya.
“Di kamar Thalia bu,dimana lagi coba.” Ucap nya gugup,Thalia pura pura tertawa untuk menutupi kegugupan nya.
“Tapi ter-“
“Ibu mau bilang apa tadi? Thalia harus tidur cepat besok ada praktikum.” Potong Thalia,ibu nya menghela nafas lalu menatap Thalia lagi.
“Lusa nanti ibu mau ke kota.”
Thalia melebarkan mata nya,”Tapi bagaimana dengan ayah?”
“Ayah ada pekerjaan beberapa hari di luar kota jadi daripada ibu bosan,ibu mau ngunjungin kamu di kota.”
“Tapi,Thalia sibuk jarang ada di koss.”
“Lalu kenapa? Emang ibu anak bayi yang harus di jaga?”
Thalia menggaruk kepala belakang nya lalu meringis,bukan masalah itu tapi jika ibu nya ada dia tidak bisa menginap di Apartemen Regan seperti ini sedangkan pria itu meminta nya untuk bermalam di Apartemen.
“Hm baik bu,Thalia tutup ya sudah malam.”
Setelah mengatakan itu Thalia menutup sambungan telpon dari ibu nya,dia menghela nafas dan berjalan menuju kamar Regan.
Thalia masuk ke dalam dan melihat pria itu yang sedang memandang layar laptop dengan serius.
“Ibu tadi bilang apa?” Tanya Regan,pandangan pria itu tetap lurus ke depan mengamati kasus yang baru dia terima,Thalia merebahkan badan nya di Kasur Regan lalu berguling.
“Ibu bilang kalau lusa mau nginap di koss aku.”
“Terus? Bukan nya bagus?”
“Kalau ibu nginap otomatis aku nggak bisa nginap di Apartemen kamu.”
Regan terdiam benar juga,jika ada ibu Thalia otomatis Wanita itu tidak akan berani untuk menginap di Apartemen nya.
“Bagaimana kalau ibu nginap di Apartemen aku aja?”
“Jangan gila deh Re,ibu bakal marah besar jika tahu aku sering nginap di Apartemen kamu.”
Regan mengerucutkan bibir nya,jika begini gagal sudah rencana nya untuk mengajak Thalia menginap.
*
“Kamu mau apa Re?”
Setelah selesai kelas Regan langsung menjemput Thalia untuk mengajak nya belanja bulanan ,kulkas nya sudah kosong.Sebenarnya sebelum dia bersama Thalia Regan tidak pernah peduli dengan isi kulkas nya tapi setelah dia berpacaran dengan Thalia itu menjadi hal wajib untuk mengisi kulkas yang kosong,Thalia akan mengomel Panjang jika melihat kulkas nya kosong.
“terserah kamu saja.” Jawab Regan,Thalia memajukan bibir nya bingung.Dia bingung memilih daging,daging satu sedang diskon tapi memiliki banyak lemak sedangkan yang satu tidak diskon tapi tidak banyak lemak.
“Kamu suka yang banyak lemak atau nggak Re?”
“terserah kamu saja Lia,aku makan semua masakan kamu kok.” Terkadang Regan tidak mengerti dengan sifat Wanita yang sangat mempertimbangkan sesuatu saat membeli,seperti beli saja yang dibutuhkan tanpa memperhatikan barang lain yang diskon.
“Aku suka yang nggak banyak lemak tapi yang ini sedang diskon,kan lumayan.” Thalia meletakkan dan mengambil daging itu berulang kali.
“Ambil saja kedua nya.”
Thalia menggeleng,”Nggak,kebanyakan kalau kedua nya.” Regan menghela nafas nya,jika seperti ini harus apa dia.
Thalia Kembali mempertimbangkan nya lalu memutuskan untuk mengambil daging yang memiliki banyak lemak.
“Sudah? Yuk kita pulang.”
Thalia mengangguk,mereka berjalan menuju mobil Regan dan langsung pulang ke Apartemen nya.
Setelah sampai di Apartemen,Regan menyeringitkan alis nya heran karena lampu Apartemen nya yang menyala,padahal dia yakin sebelum berangkat tadi dia mematikan semua lampu di Apartemen nya.
Thalia meletakkan tas kuliah nya dan langsung menuju dapur,tapi Langkah nya terhenti saat melihat seorang Wanita di dapur,sedang memotong buah buahan dengan santai nya.
“Maaf anda siapa bu?” Tanya Thalia bingung,Wanita itu menolehkan kepala nya lalu menatap tajam Thalia.
“Kenapa kamu di sini” Tanya nya tajam,Thalia meneguk air liur nya gugup.
Regan masuk ke dalam kamar nya,dia mengamati kamar nya terlihat rapi padahal sebelum nya dia belum membereskan nya sama sekali.
“Kamu siapa?”
Langkah Regan terhenti saat mendengar suara tajam dari ibu nya,mata nya melebar dengan cepat dia pergi ke dapur.Mata nya tertuju pada Thalia dan ibu nya yang berada di dapur,Regan mengumpat bagaimana bisa ibu nya datang ke Apartemen nya tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.
Regan berjalan mendekati mereka,dia meringis saat melihat ibu nya yang menatap Thalia dengan tajam.
“Ibu.” Sapa Regan,Regan mendekati ibu nya.Ibu Regan menoleh kepada putra nya lalu menatap Thalia dengan pandangan yang sama sinis dan tajam.
“Ibu?” Tanya Thalia bingung,lalu mata nya melebar.Astaga jadi Wanita di depan nya ini adalah ibu Regan,Thalia mengamati nya sekali lagi wajah mereka memiliki beberapa kemiripan dari mata dan hidung.
“Buat apa dia di sini Re?!” Tanya ibu nya sinis,Thalia meringis mendengar perkataan sinis ibu Regan.
“Perkenalkan ini Thalia bu.” Thalia tersenyum dia berjalan mendekati Ibu Regan dan menjulurkan tangan nya.
“Thalia Indira,saya pa-“
“Dia teman Regan bu.”
Thalia terkejut saat perkataan nya di potong begitu saja oleh Regan terlebih pria itu memperkenalkan nya sebagai teman bukan pacar seperti dia memperkenalkan Regan kepada orang tua nya.
Ibu Regan menatap uluran tangan Thalia dengan sinis tanpa menjabat nya sama sekali,melihat tidak ada respon dari ibu Regan Thalia Kembali menarik tangan uluran tangan nya.
“Temui ibu di ruang tamu,kita harus bicara sekarang Re!” Setelah itu ibu Regan pergi meninggalkan mereka,tanpa menoleh ke Thalia sedikit pun.
Thalia memandang Regan dengan bingung,dia meminta penjelasan dari pria itu tapi Regan hanya diam dan meninggalkan nya begitu saja.