PART 50 TEMAN

2007 Kata
Thalia memandang bingung sekarang,di depan nya Regan dan Ibu nya duduk berhadapan tapi hawa di ruangan ini sangat lah dingin bahkan hubungan mereka berdua terlihat tidak harmonis. “Sekarang ibu ingin kamu jelaskan,sebelum ibu marah!” Thalia meneguk air liur nya tenggorokan nya tiba tiba terasa kering,ibu Regan benar benar mengintimidasi nya.Thalia menoleh ke samping menatap Regan yang terlihat kusut. “Re” Thalia memegang tangan Regan,pria itu terlihat sangat tegang,hal itu tentu tidak luput dari penglihatan ibu Regan. “Katakan!” Desak nya. “Thalia hanya datang berkunjung bu,tidak apa apa setelah itu.” Ucap Regan terbata. “Bukan kah ibu sudah bilang untuk menjauhi Wanita ini berulang kali? Kenapa kamu tidak menghiraukan nya?” Thalia mengerutkan kening nya heran,apa ibu Regan pernah mengenal nya sebelum nya? Bukan nya Regan belum mengatakan hubungan mereka ke ibu nya? Regan menghela nafas nya,dia menoleh memandang Thalia yang terlihat bingung,Regan menyentuh tangan Thalia dan membuat Thalia menoleh,”Lia,kamu bisa pulang dulu?” Thalia mengerutkan kening nya,”Kenapa?” Regan Kembali menghela nafas nya dia mengelus tangan Thalia pelan,”Please,untuk kali ini saja kamu turuti permintaan aku.Ada hal penting yang ingin aku bicarakan.” Thalia memandang Regan heran,pria itu terlihat ketakutan sekarang,mata nya bergetar.Thalia menoleh ke ibu Regan yang masih menatap mereka dengan tajam lalu menatap Regan,dia menarik nafas lalu mengangguk. “Baiklah,aku pulang dulu Re.” Thalia mengambil tas nya dan bangkit,dia ingin berpamitan kepada ibu Regan tapi dia urungkan saat melihat wajah sinis ibu nya. Regan menatap kepergiaan Thalia lalu berdecak,dia beralih menatap ibu nya yang masih menunggu penjelasan dari nya. “Katakan.” Ucap ibu nya,tangan ibu nya bersedekap di d**a menunggu jawaban dari Regan. “Apa yang ingin ibu tahu?” “ semua nya!” “Aku tidak perlu mengatakan semua nya,ibu sudah pasti tahu.” Ibu Regan menaikkan sudut bibir nya tersenyum sinis,”Ibu hanya ingin mendengar hal ini dari mulut kamu sendiri.” “Aku mencintai Thalia dan kami sudah berpacaran.” “Ibu tahu.” Jawab nya santai,ibu Regan mengambil buah yang dia potong tadi dan memakan nya. “Katakan lagi,Wanita itu seberapa sering ke Apartemen kamu?”Lanjut nya. “Thalia sering ke Apartemen,tapi kami hanya sekedar berbicara atau menonton serial favorit nya.” Ibu Regan menegakkan badan nya menatap Regan tajam,”Apa kamu yakin itu saja? Dia tidak menyerahkan tubuh nya untuk kamu?” Regan mengepalkan tangan nya menahan marah,”Thalia bukan Wanita seperti itu.” Ucap nya geram. Ibu nya masih menatap Regan dengan tajam lalu menyandarkan badan nya lagi,”Katakan pelajaran apa yang bisa ibu berikan ke Wanita itu karena melanggar semua perkataan ibu?” Regan menegakkan kepala nya menatap ibu nya bergetar.”Jangan sentuh Thalia,dia tidak tahu masalah ini.” “Dia memang tidak tahu hal ini,tapi dia akan menerima akibat kelakuan nya.” Regan tercengang mendengar perkataan ibu nya yang terdengar sangat kejam,”Meskipun aku mencintai Thalia?” “Meskipun kamu mencintainya,dia hanya akan menjadi sumber masalah kamu di kemudian hari.” Regan menatap ibu nya tidak percaya,Wanita di hadapan nya ini berubah menjadi seorang yang kejam jika ada yang berani mendekati Regan sejak diri nya kecil. * Thalia pulang menggunakan taksi sepanjang perjalanan dia merasa bingung dengan tingkah Regan,pria itu terlihat tidak ingin diri nya berada di sana di tambah pria itu mengatakan jika hanya mereka teman biasa.Jujur saja hati Thalia sangat sakit saat Regan mengatakan itu,saat Regan ikut ke tempat orang tua nya Thalia akan dengan bangga bilang ke seluruh keluarga nya jika Regan adalah pacar nya sedangkan Regan,pria itu bahkan tidak mengakui hubungan mereka di hadapan ibu nya sendiri. Mereka bukan anak remaja lagi ,mereka sudah dewasa dan hubungan mereka perlu untuk di ketahui kedua orang tua mereka. Thalia menolehkan kepala nya ke jendela,air mata nya perlahan turun dari mata nya entah lah d**a nya terasa sesak hanya karena Regan yang tidak mengakui hubungan mereka di depan ibu nya,apa Thalia bereaksi berlebihan untuk ini? Seperti nya iya,dari awal Regan sudah bilang jika dia belum memberitahu hubungan mereka ke orang tua nya mungkin saja Regan tidak ingin memberitahukan nya secara tiba tiba,tapi tetap saja sekeras apapun Thalia mencoba berpikir positif hati nya tetap sakit. “Chel,kamu di Apartemen?” Thalia mengambil handphone nya dan menghubungi Michel,di saat seperti ini dia tidak ingin sendiri. “hah? Tidak aku sedikit pilek jadi suara ku agak serak.” “…” “Baiklah aku akan kesana.” * Byurr Regan menceburkan badan nya ke kolam renang,setelah pertengkaran dengan ibu nya tadi Regan memutuskan untuk berenang sedangkan ibu nya duduk santai di depan televisi seakan tidak ada yang terjadi. Regan mencelupkan kepala nya berulang kali ke dalam air,dia berusaha meredakan amarah nya.Masih jelas dia ingat wajah bingung dan kecewa Thalia saat dia mengatakan hubungan mereka hanya lah teman.Sungguh Regan tidak ingin mengatakan itu pada awal nya tapi dia tidak punya pilihan selain mengatakan itu,jika dia bilang Thalia adalah pacar nya di depan ibu nya saat itu sudah pasti ibu nya akan menampar wajah Thalia. Setelah bertengkar tadi pun Regan mencoba menghubungi Thalia tapi Wanita itu tidak mengangkat telpon dari nya sama sekali,seperti nya Thalia marah dengan perkataan nya tadi. * Thalia sampai di Apartemen Michel,dia tidak perlu meminta Michel membuka pintu untuk nya karena Thalia sudah tahu password Apartemen Michel.Thalia masuk ke dalam Apartemen Michel dan melihat pria itu yang sedang bermain game. “tumben datang,biasa nya juga di Apartemen Regan.” Michel tahu jika Thalia sering datang ke Apartemen Regan. Thalia tidak menghiraukan perkataan Michel dan langsung merebahkan badan nya di sofa Michel,Michel menoleh sebentar.”Berantem dengan Regan?” Thalia menggeleng pelan dan membuat Michel heran,”Lalu kenapa? Muka kamu kusut banget kaya gitu?” “Cuma lelah.” Michel semakin mengerutkan kening nya mendengar jawab Thalia,saat ini mereka tidak banyak tugas karena sudah di ujung semester. “Mau ikut main?” Thalia menoleh lalu mengangguk,seperti nya bermain game pilihan yang tepat untuk menghilangkan kegalauan nya. Michel megamati Thalia yang sedang serius bermain,sudah 3 jam Wanita itu bermain game dengan serius nya biasa nya Thalia tidak akan selama ini,Michel sangat kenal Thalia,pasti ada sesuatu yang terjadi dengan nya hingga membuat Wanita itu melampiaskan nya ke game. “Thalia.” “Hm.” Thalia hanya bergumam sedangkan mata nya tetap tertuju lurus ke depan layar. “Ada masalah?” Tangan Thalia berhenti,dia menoleh ke Michel sebentar lalu menggeleng.Melihat respon Thalia yang hanya diam membuat Michel jengah dia bangkit dan mencabut aliran listrik computer nya dan mematikan permainan nya. “Michel!” Pekik Thalia marah sebentar lagi dia akan menang tapi Michel lah mematikan computer nya dengan sengaja. “Sekarang katakan ada masalah apa?” Michel Kembali duduk dan memadang Thalia lurus,Thalia melirik Michel sebentar lalu beralih. “Tidak apa apa.” Jawab nya kekeh,Michel menarik badan Thalia hingga mereka berhadapan satu sama lain. “Kita sudah mengenal sejak kecil,aku sangat kenal kamu bukan tipe orang yang suka main game kecuali untuk melampiaskan sesuatu.Sekarang katakan ada masalah apa?” Michel memandang lurus Thalia dengan serius,Thalia menginggit bibir nya bimbang untuk menceritakan semua nya. “Thalia.” Desak Michel lagi,Thalia menghembuskan nafas nya lalu mengangguk. “Hari ini tadi aku pergi ke Apartemen Regan,lalu bertemu dengan ibu nya.” Thalia memulai cerita nya,dia menghembuskan nafas nya berat sebenarnya dia tidak ingin menceritakan hal ini kepada Michel. “Terus?” “Ibu Regan bertanya ke pada Regan siapa aku,tapi Regan menjawab kami hanya teman.” Cicit Thalia “What the-“ Michel hampir mengumpat saat mendengar nya,dia tidak habis pikir sekarang. “Ibu Regan mengajak kami bicara untuk di ruang tamu,tapi beberapa saat setelah itu Regan memaksa aku untuk pulang.” “Memaksa kamu untuk pulang? Tapi kenapa?” Thalia menggeleng lemah,dia tidak tahu alasan kenapa Regan meminta nya untuk pulang.Michel mengamati Thalia lalu mengusap rambut nya kesal. “Aku akan bicara dengan Regan.” Michel ingin bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Thalia. “Jangan,mungkin saja Regan waktu itu terkejut jadi dia spontan bilang kami hanya berteman.” Michel Kembali duduk dan memandang Thalia kesal,”Tapi kamu jelas di samping dia,bagaimana Regan bisa mengatakan hal itu begitu saja? Bukan kah dia juga berjanji akan mengatakan hubungan kalian ke orang tua nya?” Thalia mengatup kedua bibir nya,Michel Kembali bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Thalia. “Mungkin Regan sudah mengatakan hubungan kami ke ibu nya setelah aku pulang.” “Kamu yakin?” Thalia mengangguk yakin,walau hati nya ragu tapi dia yakin jika Regan akan mengatakan nya. * Regan mencari keberadaan Thalia di kelas tapi tidak ada bahkan untuk di hubungi pun Thalia tidak bisa.Apa Wanita itu marah dengan nya? Regan Kembali berjalan menuju kelas nya tapi mata nya menangkap bayangan Kyla yang sedang berjalan di Lorong dengan cepat dia menghampiri Wanita itu. “Kyla tunggu.” Kyla berhenti lalu menoleh ke belakang,dia mengerutkan kening nya heran melihat Regan yang memanggil nya. “Ada apa?” “Thalia mana?” “Di perpustakaan,dia sedang mencari bahan jurnal untuk tugas akhir.” Regan mengangguk lalu langsung pergi ke perpustakaan.Sesampai nya di perpustakaan dia melihat Thalia yang sedang duduk di pojok sendirian dengan buku yang menumpuk. Regan tersenyum dan berjalan perlahan mendekati Thalia,Wanita itu masih tidak sadar bahkan setelah kedatangan nya. “Lia.” Sapa Regan pelan,badan Thalia tersentak dengan cepat dia menoleh dan melihat Regan di samping nya.Regan mendekati Thalia dan duduk di samping nya. “Lagi baca apa sayang?” Ucap nya santai,Thalia melirik Regan yang terlihat tidak bersalah sama sekali. “Jurnal,ada tugas akhir.” Jawab Thalia singkat dia Kembali mengarahkan pandangan nya ke jurnal yang dia baca. Regan memperhatikan itu lalu tersenyum dengan cepat dia mencium pipi Thalia,badan Thalia mematung lalu melirik Regan tajam. “Re ini perpustakaan!” “Iya aku tahu,tapi tidak ada yang memperhatikan kita mereka semua sibuk.” Regan menunjuk orang orang yang terlihat sangat fokus dengan bacaan mereka.Thalia menghembuskan nafas nya kesal dan Kembali membaca jurnal nya. “Lia,kamu marah karena kejadian kemarin?” Tanya Regan,Thalia hanya diam.Melihat diam nya Thalia Regan tahu jika Wanita itu sedang marah. Regan menarik tangan Thalia ke bawah meja dan mengelus nya pelan,”Maaf karena sebelum nya bilang kita hanya teman,tapi sekarang aku sudah memberitahu ibu tentang hubungan kita.” Thalia masih diam mendengarkan penjelasan Regan,”Aku tidak bisa mengatakan hubungan kita di depan ibu langsung waktu itu,tapi setelah kamu pulang aku bilang ke ibu tentang hubungan kita.” Thalia menoleh ke Regan menatap mata pria itu,Regan terlihat jujur dengan perkataan nya.”Lalu ibu kamu setuju dengan hubungan kita?” Regan terdiam menatap Thalia lalu mengangguk pelan,”Ibu setuju.” Jawab nya sambil tersenyum dan di balasan senyuman oleh Thalia. Kali ini dia berbohong kepada Thalia,ibu nya tidak menyetujui hubungan mereka tentu saja tapi Regan tidak bisa mengatakan itu kepada Thalia sekarang. Regan memperhatikan Thalia sambil tersenyum,sudah 10 menit dia melakukan hal ini.Memandang wajah Thalia dari samping sangat menghibur nya. “Re,kepala kamu nggak sakit menengok ke samping dari tadi?” Tanya Thalia datar tapi tidak dengan jantung nya yang berdetak kencang sedari tadi. Regan menggeleng lalu Kembali tersenyum dia mengangkat tangan nya lalu menyampirkan helaian rambut yang menutupi wajah Thalia,”Jika untuk memandang wanita secantik kamu aku nggak bakal bosan.” Pipi Thalia memerah seketika dia mendorong bahu Regan pelan,”Apa sih Re,di perpustakaan juga masih sempat sempat nya gombal.” Tapi bukan nya menjawab perkataan Thalia,Regan hanya diam sambil menatap Wanita itu. Regan memperhatikan Thalia yang nampak kesusahan saat membuka lembaran halaman buku karena pakaian tangan nya yang Panjang hingga menutupi jari nya.Regan mengangkat tangan nya lalu membalik lembar halaman jurnal. Thalia menoleh ke Regan dengan bingung,”Aku bisa sendiri Re.” Regan menggeleng,”Biar aku saja,jika sudah selesai bilang ya Lia.” Kekeh nya,Thalia memandang Regan lalu tersenyum dia mengangguk perlahan dan Kembali membaca jurnal nya. Regan memperhatikan jurnal yang Thalia baca sekarang,di jurnal itu mengatakan jika tanaman bawang putih bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan di pilih sebagai alternatif pengobatan herbal saat ini. Perlahan Thalia meletakkan kepala nya di bahu Regan sambil tersenyum,dia sangat suka dengan perhatian Regan seperti ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN