Thalia memasak makanan kesukaan Regan di Apartemen pria itu sambil menunggu Regan pulang dari rumah sakit,sudah satu bulan Regan co ass di rumah sakit dan setiap hari juga Thalia akan menyempatkan datang ke Apartemen pria itu untuk memasak dan makan bersama.Selama satu bulan ini juga Regan sangat sibuk dengan co ass nya bahkan tidak jarang pria itu harus menginap di rumah sakit.
Ting
Thalia tersenyum,Regan pasti sudah pulang dengan cepat dia melepas apron nya dan berlari ke pintu luar.Thalia tersenyum menatap Regan yang datang.Pria itu terlihat sangat tampan dengan jas dokter nya.
“Lia.” Ucap nya lembut sambil tersenyum,Regan berjalan mendekati Thalia dan mencium pelipis Wanita itu,melihat Thalia yang menyambut nya di depan pintu seperti kesenangan sendiri untuk Regan.Terkadang Regan tersenyum geli mereka terlihat seperti suami isteri.
“Jam berapa kamu datang?” Regan berjalan menuju gantungan pakaian dan meletakkan jas nya di sana,pagi tadi Thalia mengabari jika Wanita itu kemungkinan tidak bisa datang ke APartemen nya karena harus mengerjakan tugas nya.
“Jam 5 tadi,aku memasak masakan kesukaan kamu di dapur.” Ucap nya girang,Regan memandang Thalia lalu mengangguk.
“Aku mandi dulu.” Thalia mengangguk dan langsung pergi ke dapur mempersiapkan makanan untuk Regan,hanya dengan cara seperti ini mereka bisa bertemu.
Jika dulu Thalia akan dengan mudah bertemu dengan Regan di kampus tapi sekarang tidak,pria itu sedang sibuk di rumah sakit sedangkan diri nya juga sibuk dengan tugas nya.
10 menit kemudian Regan datang dan duduk di seberang Thalia,mata Regan terlihat lapar saat melihat banyak makanan yang tersaji dan semua makanan itu adalah kesukaan diri nya.
“Tugas kamu sudah selesai?” Regan mulai memakan makanan nya sambil berbincang ringan.
Thalia menghembuskan nafas nya lelah,dia menggeleng pelan.”Belum,tugas nya sangat susah.”
Thalia menuangkan air di dalam gelas dan memberikan nya ke Regan,”Aku harus menguji sediaan lotion nya di lab nanti.” Lanjut nya.
Tugas Thalia kali ini adalah membuat sediaan dari bahan alam dan Thalia ingin membuat sediaan lotion dari beras,lotion nya sudah hampir selesai hanya tersisa uji lab untuk memastikan keamanan nya.
“Kamu sendiri bagaimana Re?”
Regan mengangguk sambil tersenyum,”Semua nya lancar,oh ya minggu ini aku free.Mau jalan jalan?”
Thalia melebarkan mata nya senang lalu mengangguk dengan semangat,”mau.” Ucap nya senang,sudah lama mereka tidak jalan jalan karena kesibukan Regan.
*
Thalia melambaikan tangan nya kepada Regan setelah pria itu mengantar nya pulang.Regan tersenyum lalu melajukan mobil nya ke club untuk bertemu dengan teman teman nya.
“Hai bro.” Regan meluruskan pandangan nya,di depan nya sudah terlihat teman teman yang menunggu diri nya.
“Darimana? Kami sudah lama menunggu.”
Regan duduk di samping Revan sambil menatap pria itu yang sudah terlebih dulu minum,”Habis mengantar Thalia.” Jawab nya singkat.
Revan mengangkat sebelah bibir nya menatap Regan,”Tidak ku sangka kamu sangat betah dengan Thalia,aku kira dia hanya jadi mainan kamu saja.” Jawab nya acuh,dia Kembali meminum minum nya dengan santai.
Regan menatap Revan geram,”Thalia bukan Wanita seperti itu,lagipula aku tidak pernah memainkan Wanita lain hanya mereka saja yang tergila gila dengan ku.”
“Wohoo santai bro.” Balas Revan saat melihat wajah kesal Regan.
“Tapi yang jadi pertanyaan ku,kenapa kamu betah dengan Thalia? Bukan nya kalian sudah lama pacaran kamu tidak berniat untuk cari pengganti nya?”
Regan menyipitkan mata nya mendengar pertanyaan Revan,dia tahu jika Revan tertarik dengan Thalia dan karena itu juga Regan membatasi Thalia untuk berteman dengan teman nya.
“Thalia saja sudah cukup untuk ku.”
Revan menaikkan kedua alis nya tercengang lalu memesan minuman untuk Regan.
“Aku tidak minum.” Potong Regan,Revan menyeringitkan alis nya heran.
“kenapa?” tanya nya bingung.Regan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Revan.
“Wanita itu melarang kamu?”
Regan hanya diam,tebakan Revan benar.Thalia melarang nya untuk minum,Wanita itu akan sangat marah jika Regan melanggar larangan nya.
“oh gosh,aku tidak tahu seberapa banyak wanita itu membatasi kamu.But dude this real?” Tanya Revan tidak percaya.
Regan menggeleng acuh,dia lalu mealihkan pandangan nya ke samping tapi betapa terkejut nya saat melihat Bella yang berjalan mendekati nya.
“Bella?” Regan melebarkan mata nya terkejut,bagaimana bisa Wanita itu berada di sini,bukan kah terakhir kali dia di luar negeri?
“Hai Re,tidak ku sangka kita bertemu di sini.”
Ucap nya santai lalu duduk di samping Regan,Revan mengerutkan kening nya melihat seorang Wanita duduk di samping mereka.
“Dia siapa Regan?” Tanya Revan bingung,Bella mengarahkan kepala nya lalu tersenyum menatap Revan,dia menjulurkan tangan nya ke Revan.
“Sabella,calon isteri Regan.” Jawab nya dengan lantang.Revan melebarkan mata nya terkejut.
“Wah bro,baru saja kamu bilang kalau nggak mau selingkuh dari Thalia tapi ternyata Thalia selingkuhan nya.”
Regan menggeleng keras,dia menarik tangan Bella untuk menjauh,”Apa maksud kamu bilang begitu?” Tanya Regan tajam,Bella memiringkan kepala nya menatap Regan dengan polos.
“Ibu kamu belum bilang jika kita akan menikah? Dan itu juga alasan aku pulang.”
“Apa menikah?!” Regan tidak bisa menutupi keterkejutan nya sekarang,dia menarik rambut nya dengan keras menyalurkan rasa frustasi nya.
“Katakan ini bohong?”
Bella mengangkat kedua bahu nya,”Kita akan menikah,sebenarnya aku ingin setelah kita selesai kuliah tapi ibu kamu mendesak aku untuk pulang sekarang.”
Regan menutup mata nya,dia tidak paham dengan ibu nya sekarang.Kenapa dia harus menikah dengan Bella?
“Ikut aku pulang.” Regan mencekal tangan Bella tapi di tahan Wanita itu.
“Tunggu aku masih ingin bersenang senang.” Regan menggeleng,dia menarik paksa tangan Bella menuju mobil nya.
Sesaimpanya di Apartemen setelah mengantarkan Bella pulang,Regan langsung menghubungi ibu nya tapi hasil nya nihil.Ibu nya tidak mengangkat satupun panggilan dari nya.
“Sial.” Pekik Regan kesal,apakah ibu nya gila dengan menikahkan dia dengan Bella?
*
Pagi nya Regan terbangun saat mendengar suara dering handphone,dia membuka mata nya dan melihat panggilan dari ibu nya.
“seperti nya ada yang sangat terburu buru malam tadi.” Sahut ibu nya bas abasi.
“Tidak usah basa basi bu,maksud ibu apa menikahkan ku dengan Bella?”
“oh jadi malam tadi kalian bertemu? Baguslah ibu tidak perlu memberitahu nya lagi ke kamu.” Regan meremas tangan nya marah,ibu nya terlihat sama sekali tidak bersalah.
“Aku tidak akan menikah dengan Bella!”
Terdengar helaan nafas,”kenapa?” tanya ibu nya singkat dan dalam.
“Aku tidak mencintai Bella!”
“Tidak perlu perasaan melankolis seperti itu untuk menikah.”
Regan menarik nafas nya,ibu nya benar benar kejam.Bagaimana mereka bisa menikah tanpa ada cinta di dalam nya?
“Sudah lama ibu membiarkan kalian,kamu kira ibu tidak tahu kelakuan kamu yang masih berhubungan dengan Wanita itu?”
Terdengar tawa kecil dari seberang sana,”ibu masih berbaik hati tidak menyentuh Wanita itu dan membiarkan kalian.”
Regan menggeleng tidak terima,”Bagaimana pun aku tidak akan menikah dengan Bella!”
“Kamu akan menikah dengan Bella,dengan atau tanpa persetujuan kamu.” Setelah mengatakan itu ibu nya langsung menutup telpon nya.Regan menjerit kesal,kenapa orang tua nya selalu menekan diri nya seperti ini? Apakah mereka tidak puas menekan Regan dalam hal akademik,sekarang kehidupan pribadi pun Regan tidak di perkenankan untuk menentukan pilihan nya sendiri.
*
“mau kemana?” Setelah pembicaraan dengan ibu nya tadi Regan langsung pergi menjemput Thalia,dia mempunyai janji untuk mengajak Thalia jalan jalan.
“Mau ke sini.” Thalia mengambil handphone nya dan memperlihatkan tempat wisata air terjun,semalaman Thalia berpikir tempat mana yang cocok untuk mereka jalan jalan dan pilihan nya jatuh ke wisata air terjun.
“yakin mau ke situ?”
Thalia mengangguk dengan semangat,”Baiklah.” Regan melajukan mobil nya menuju tempat wisata yang Thalia inginkan,butuh 2 jam untuk mereka sampai,sepanjang perjalanan Regan terus mengenggam tangan Thalia dengan erat.
2 jam berlalu akhirnya mereka sampai di tempat wisata air terjun,tidak banyak yang datang karena tempat nya masih asing di telinga wisatawan tapi pemandangan nya sangat indah dan sejuk.
Thalia mengedarkan pandangan nya,dia dapat melihat air terjun besar dengan pepohonan di samping nya.
Thalia berjalan ke pinggir dan duduk di batu besar,kaki nya dia luruskan untuk berendam.Melihat itu Regan tersenyum dan duduk di samping Thalia.
“Di sini sangat sejuk kan Re.” Regan mengangguk setuju,rasa marah kepada ibu nya pagi tadi menguap begitu saja begitu melihat pemandangan indah seperti ini,rasa nya Regan ingin berlama lama di sini bersama Thalia.
“Terimakasih sudah membawa aku ke tempat ini.” Ucap Thalia tulus,dia meluruskan pandangan nya menatap tetesan air yang saling berlomba untuk turun.
Regan menoleh ke samping menatap Thalia yang sedang tersenyum senang memandang air yang terus turun dari atas,Regan menghela nafas nya mengingat perkataan ibu nya.Dia tidak bisa meninggalkan Thalia begitu saja tapi dia juga harus mencari cara untuk mencegah pernikahan dia dengan Bella terjadi.
“Lia.”
“Hm?” Thalia menolehkan kepala nya menatap Regan bingung.
“kamu mencintai ku kan?”
Thalia mengerutkan kening nya lalu mengangguk,”Tentu saja aku mencintai kamu Re.” jawab nya sambil tertawa kecil,Regan hanya memandang Thalia lurus lalu menarik Thalia ke dalam pelukan nya.
Sungguh Regan mencintai Thalia,dia tidak ingin berpisah dengan Thalia.
*
Setelah puas bermain di air terjun,Regan langsung pergi mengajak Thalia untuk melihat kembang api di pinggir pantai,kebetulan pantai yang ingin dia kunjungi juga sedang ramai jadi dia bisa melihat kembang api dari pinggir pantai dengan yang lain.
“Re indah banget.” Thalia mendongakkan kepala nya melihat kembang api yang berkejaran menghias langit malam.
“Eh Re?” Thalia menoleh ke belakang dengan bingung saat Regan menyampirkan rambut nya ke samping,pria itu mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin indah.
Regan hanya diam saat Thalia memandang nya dengan bingung,dia mengambil kalung itu dan memasang nya di leher Thalia.
“Happy anniversary kita yang ke 2 tahun sayang.” Thalia mengerutkan kening nya bingung tapi setelah dia ingat tanggal berapa hari ini dia melebarkan mata nya terkejut.Bagaimana mungkin dia melupakan jika hari ini adalah hari jadi mereka yang ke 2 tahun.
“Regan kamu ingat?”
Regan tersenyum geli lalu mengangguk,”Bagaimana bisa aku lupa tanggal jadian kita,jika password Apartemen aku hari jadian kita.” Jawab nya,Thalia tersenyum lebar password Apartemen Regan memang tanggal jadian mereka,sebenarnya Thalia tidak yakin kapan mereka mulai pacaran tapi seperti nya tanggal ini.
“kamu suka sama kalung nya?”
Thalia menundukkan kepala nya dan melihat kalung perak dengan liontin kecil yang bertengger dengan indah di leher nya.
“Suka.” Thalia tersenyum girang,dia mengangkat kedua tangan nya dan memeluk Regan dengan erat.Regan membalas pelukan Thalia dengan erat juga.
“Apapun yang terjadi nanti,jangan pernah melepas kalung itu ya Lia?”
Thalia mengangkat wajah nya menatap Regan lalu mengangguk.”kalung itu bukti cinta aku ke kamu,selama kalung itu melingkar di leher kamu aku akan tetap berada di samping kamu.”
Thalia Kembali mendongak menatap Regan,”kalau kalung ini hilang gimana?”
“kita beli yang baru,asal cinta kamu ke aku aja nggak hilang.” Gombal Regan dan membuat Thalia terkekeh.
*
Kyla menyipitkan mata nya berulang kali melihat kalung yang bertengger di leher Thalia,sudah 10 menit dia mengamati kalung itu dan membuat Thalia risih.
“Apa sih Ky dari tadi lihatin terus.”
Kyla mengerucutkan bibir nya,”heh siapa juga yang lihatin kamu,aku dari tadi lihatin kalung ini.Dari mana dapat kalung ini? Jangan jangan kamu jadi simpanan om om ya?” Kyla mendekatkan diri nya sambil mengangkat jari telunjuk nya mengancam Thalia.
“Ih amit amit,nggak lah ini Regan yang kasih.”
“What? Serius Regan yang kasih?” Kyla melebarkan mata nya tidak percaya mendengar kalung ini pemberian Regan,Thalia menatap Kyla bingung lalu mengangguk pelan.
“Kamu tahu harga kalung ini berapa?”
Thalia terdiam berpikir sebentar,”2 atau 4 juta?”
Kyla menghela nafas nya lelah mendengar ucapan Thalia,teman nya itu benar benar tidak tahu harga kalung ini.
“250 juta Thalia! 250 juta!” pekik nya histeris,bukan nya percaya Thalia malah tertawa geli mendengar perkataan Kyla.
“Nggak ah,Regan nggak mungkin beliin aku kalung semahal itu.”
Kyla menghembuskan nafas nya lelah,lalu mengambil handphone nya dia mengetik sesuatu dan memperlihatkan nya kepada Thalia.
“Nih kamu lihat sendiri berapa harga kalung nya!” Thalia mengambil handphone Kyla melihat harga kalung nya.
“Serius harga kalung nya semahal ini?” Mata Thalia membulat sempurna saat mengetahui harga nya,gila harga kalung yang dia pakai sekarang bisa menanggung hidup Thalia selama 2 tahun.
“Kalau nggak mahal aku juga nggak bakal histeris seperti ini.” Kyla mencebikkan bibir nya,”gila ya memang nya Regan itu sekaya apa sih,jadi beli kalung semahal ini tidak masalah.” Kyla masih tidak habis pikir sekaya apa pacar sahabat nya itu,well Regan memang terlihat seperti anak orang kaya.Kuliah di kedokteran dan selalu memakai mobil sport setiap pergi ke kampus,tapi Kyla benar benar tidak habis pikir dengan ini.
Sedangkan Thalia hanya terdiam,dia juga tidak habis pikir dengan Regan yang rela membelikan kalung semahal ini untuk diri nya.