Regan melepas jas dokter nya,dia menyandarkan badan nya di dinding sudah 2 hari ini dia harus bergadang karena banyak nya pasien yang datang bahkan sekedar bertemu Thalia pun dia sempat kecuali Wanita itu yang mengunjungi sekedar membawakan sarapan atau makan malam.
“Sudah berapa lama nggak pulang?” Regan membuka mata nya langsung dan menatap Bella yang berjalan mendekati nya dengan angkuh.
“Untuk apa kamu ke sini?” Desis Regan tajam,bagaimana Wanita ini bisa tahu jika diri nya berada di sini?
Bella tersenyum sinis menatap Regan lalu mendekati pria itu,”Tidak sulit untuk menemukan diri mu,untuk kota kecil seperti ini aku hanya butuh waktu 1 jam untuk mencari keberadaan mu.” Ucap nya angkuh,Regan memalingkan wajah nya lalu berdecak kesal.
“Mau apa kamu ke sini? Aku sedang sibuk.”
Bella menyandarkan badan nya di dinding sambil bersedekap,”ibu kamu meminta kita untuk memilih Gedung hari ini.”
Dengan cepat Regan menoleh menatap Bella,memandang tajam Bella yang masih terlihat santai.”Sudah ku katakan aku tidak menerima pernikahan ini!”
“Oh benarkah? Tapi seperti nya ibu kamu tidak peduli tentang hal ini.Dia tetap saja meminta orang tua ku untuk mempercepat pernikahan kita.” Ucap nya remeh,jujur saja Bella juga terkejut saat mendapat kabar dari orang tua nya jika pernikahan nya dengan Regan di percepat dari perkiraan nya tapi itu tidak akan dia perlihatkan kepada Regan begitu saja.
“Aku tidak akan pergi,terserah kamu saja.” Regan ingin pergi tapi tangan nya lebih dulu di cegat Bella.
“Kamu harus ikut,bagaimana pun juga.” Ucap nya tajam,Regan menoleh ke Bella lalu menghentak tangan nya keras.
Regan membalikkan badan nya menatap Bella tajam,”Jangan pernah paksa aku!” tapi bukan nya takut Bella justru memperlihatkan smirk nya,dia mengambil handphone dari dalam tas nya.
“Baiklah,aku akan menghubungi ibu kamu tentang ini,tapi aku tidak akan jamin setelah ini kekasih kamu akan baik baik saja.”
Regan menatap Bella panik,”Maksud kamu?”
“Thalia,aku tahu jika kalian sudah bersama sejak lama.”
Regan terdiam,sial Bella benar benar mengancam nya dengan Thalia sama seperti yang ibu nya lakukan akhir akhir ini.
Seperti pagi tadi sebenarnya Regan tahu jika hari ini dia harus memilih Gedung untuk pernikahan dari ibu nya,tapi dengan keras dia tolak,tidak lama ibu nya mengancam jika dia akan menyakiti Thalia.
Satu satu nya hal yang tidak bisa Regan lawan adalah ancaman dari ibu nya tidak pernah main main,Regan tidak ingin jika Thalia harus menerima semua ini akibat ulah nya.
*
Thalia tersenyum lebar saat mendapat video call dari ibu nya,beberapa hari ini dia merasa ketakutan saat berada di tempat sepi entah lah apakah ini perasaan Thalia saja.Setiap kali dia berada di tempat sepi seperti ada sepasang mata yang mengintai tapi saat Thalia mencari orang itu tidak tidak menemukan siapapun di sini.
Thalia ingin menceritakan hal ini kepada orang tua nya tapi Thalia tidak ingin memberi beban kepada orang tua nya terlebih ayah nya sudah mendapat pekerjaan baru dengan jabatan lebih tinggi dari tempat kerja nya dulu,sedangkan dengan Regan,pria itu terlalu sibuk Thalia tidak ingin merepotkan Regan hingga menganggu pekerjaan nya.
Thalia menghela nafas nya,sekarang dia harus menyusun skripisi untuk bisa lulus tahun ini.
Ting
Badan Thalia terlonjak dengan cepat dia mengambil handphone nya,dahi nya berkerut saat melihat nomor tidak di kenal masuk.
“Jauhi dia!”
Hanya itu yang tertulis di pesan nya,tapi Thalia tidak ingin mengambil pusing mungkin saja orang salah kirim.
Ting
Kembali handphone nya berbunyi,Thalia mengambil handphone nya lagi dan tersenyum melihat pesan dari Regan.
“Lia,maaf seperti nya malam ini aku tidak bisa menemani kamu ke acara kampus karena pasien yang datang banyak banget.”
Thalia menghela nafas nya lagi,seperti biasa Regan sibuk dengan pekerjaan nya,seperti nya di sini dia harus banyak memberi pengertian kepada Regan.
Thalia mengambil tas tangan nya seperti nya malam ini dia hanya pergi sendiri.
*
Regan tidak henti mengamati handphone nya dia berharap Thalia akan membalas pesan nya,dia merasa sangat bersalah karena harus membatalkan janji mereka.
“Re kamu pilih pernikahan nya yang outdor atau indoor?” Bella datang menghampiri Regan,dia membawa beberapa katalog pilihan tema pernikahan.
“Terserah kamu saja,aku tidak peduli dengan pernikahan ini.” Jawab nya malas,Regan Kembali mengamati handphone nya tapi Thalia belum membalas pesan nya,apa Wanita itu marah kepada nya?
Ting
Regan langsung mengambil handphone nya tersenyum lega melihat pesan dari Thalia.
“tidak apa Re,aku pergi sendiri dulu.” Tulis nya,sungguh Regan ingin memeluk Thalia sekarang dan meminta maaf kepada Wanita itu karena melanggar janji nya.
Di lain sisi Bella memperhatikan Regan yang nampak tersenyum senang mendapat sebuah pesan,sudah bisa tertebak jika pesan itu dari Thalia.
“Waktu SMA kamu sudah menolak dia,tidak ku sangka selama ku di luar negeri dia kembali mendekati kamu.” Sindir Bella,Regan menoleh marah kepada Bella.
“Jangan lupa jika aku menolak Thalia dulu karena paksaan dari kamu.”
Bella tertawa sinis mendengar nya,”Ah benar,kamu harus menolak nya karena paksaan ku.” Ucap nya acuh lalu Kembali memperhatikan katalog nya.
“Saya ingin tema pernikahan seperti ini,untuk outdoor nya seperti ini dan indoor nya seperti ini.” Tunjuk Bella,masing masing tema yang dia pilih adalah garden dan vintage.
*
Kyla mengusap kepala nya dengan kasar,dia sangat benci suasana seperti ini.
“Ky ku mohon,beri aku kesempatan terakhir.”
Di depan nya sudah ada Michel yang berjongkok menatap nya penuh harapan.
“Aku gila Chel? Kamu sudah melakukan itu berulang kali,dan berulang kali juga aku memaafkan nya.”
Kyla menarik tas nya dan menyampirkan nya di bahu,”Jika kamu bukan sepupu dari Thalia aku sudah menganggap kamu mati sejak lama.” Desis nya marah,setelah mengatakan itu Kyla langsung keluar dari Apartemen Michel.
Michel memandang kepergiaan Kyla dengan perasaan yang kacau,malam tadi dia benar benar tidak sadar.Kesekian kali nya juga dia menyakiti hati Kyla.
*
“Aku akan pergi ke rumah sakit sekarang.” Regan mencoba melepaskan tautan tangan Bella di lengan nya,setelah selesai memilih Gedung Bella merengek untuk makan,tapi setelah selesai makan Bella justru Kembali merengek menemani nya untuk pergi berbelanja.
“Sebentar saja Re,pakaian aku habis aku nggak bawa banyak pakaian.” Rengek nya,tapi Regan Kembali menggeleng dia menghentak tangan Bella dengan Kasar dan berjalan menjauh.
Bella tersentak saat tangan nya di paksa lepas dari Regan,dia memandang pria itu dengan marah lalu ingin membalikkan badan nya tapi pandangan nya tertuju kepada seorang Wanita yang sedang duduk sendiri menikmati makanan nya.
“Jika Thalia tahu kita sedang berada di sini berdua,seperti nya akan seru.” Ucap nya,Langkah Regan terhenti dengan cepat dia membalikkan badan nya dan membulatkan mata nya saat melihat Bella yang berjalan mendekati Thalia yang sedang duduk makan sendiri.
“hai Thalia.”
Thalia mengangkat kepala nya dan terkejut saat melihat Bella yang berada di depan nya,Thalia melirik ke samping dan melihat Regan yang bersama nya.
“Sudah lama kita tidak bertemu.” Ucap nya dengan santai,Bella menarik kursi di depan Thalia dan duduk di depan nya,Thalia melirik ke depan yang terlihat gelisah,pria itu hanya diam saat Bella mendekati nya.
Thalia menolehkan pandangan nya Kembali menatap Bella lalu tersenyum,”iya.” Jawab nya singkat,Bella tersenyum mendengar jabawan Thalia.Thalia itu nampak tenang bahkan saat melihat kedatangan nya bersama Regan.
“Re seperti nya aku ingin makan lagi,kamu mau pergi pesan kan aku?” ucap nya Bella menoleh Ke Regan,sedangkan pria itu hanya berdiri kaku.
Thalia menatap Regan yang hanya diam,”Kamu pasti penasaran kan Thalia kenapa kami bisa pergi bersama?” Ucap Bella lagi.
“Bella jangan mulai!” Desis Regan,tapi Bella hanya menaikkan satu sudut bibir nya.
“Aku tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan sekarang.” Jawab Thalia,tapi sebenarnya dia benar benar penasaran sekarang,bukan kah Regan bilang jika dia memiliki banyak pasien malam ini? Tapi kenapa pria itu pergi bersama Bella.
“Oh ya? Tapi seperti nya kamu akan menyesal jika tidak tahu akan hal ini.” Lanjut nya,Bella mengambil minuman Thalia dan meminum nya dengan pelan.
“Hari ini kami pergi ke-“
“Bella cukup!” Bentak Regan,dia langsung menarik tangan Thalia hingga membuat Wanita itu berdiri dari kursi nya.
“Re,sakit.” Ringis nya Regan benar benar kuat mencengkram tangan nya.
“Lia,ikut aku pulang.” Regan Kembali ingin menarik tangan Thalia tapi di tahan oleh Thalia.
“Bella bagaimana?”
Regan melirik Bella yang hanya duduk diam dengan santai nya,”Lupakan dia.” Lalu Kembali menarik tangan Thalia untuk pergi ke luar restoran.
*
Sepanjang perjalanan Thalia hanya diam bahkan saat Regan membawa nya pergi ke Apartemen pria itu.Thalia masuk dan duduk di sofa tidak lama Regan berjongkok di depan nya dan menarik tangan Thalia dengan lembut.
“Lia,maaf aku tidak maksud bermaksud berbohong.” Ucap Regan menyesal,Thalia terdiam ah seperti nya Regan meminta maaf karena kejadian tadi.
Regan Kembali menarik tangan Thalia dan mencium nya dengan pelan,” Sejak kapan Bella datang Re?” hanya itu yang bisa terucap dari mulut Thalia bahkan Regan sempat tercengang tidak percaya dengan pertanyaan Thalia.
“Beberapa hari lalu.” Jawab Regan,Thalia menarik nafas nya lau mengangguk paham.Dia Kembali menarik tangan nya tapi di tahan oleh Regan.
“Kamu marah?”
Thalia terdiam,jika di bandingkan marah karena Regan yang membohongi nya Thalia lebih merasa terkejut apalagi saat melihat Bella yang sudah berdiri di hadapan nya.
Regan menunggu jawaban dari Thalia dengan harap harap cemas,Wanita itu tidak berekspresi sama sekali.”Lia.” tegur Regan,Thalia menoleh lalu menggeleng.
“Aku tidak marah.” Jawab nya dan membuat Regan merasa lega,1 jam yang lalu dia sangat panik karena Bella yang menghampiri Thalia terlebih Wanita itu ingin mengatakan apa yang mereka lakukan,tetap sekarang dia merasa lebih tenang karena Thalia yang tidak marah.
Regan tersenyum lebar lalu merebahkan kepala nya di paha Thalia,”malam ini nginap di Apartemen ya,aku kangen kamu.” Ucap nya manja,Thalia tersenyum lalu mengangguk.Walau Thalia sering menginap di Apartemen Regan tapi Regan sama sekali tidak pernah melakukan suatu hal yang merusak Thalia,pria itu benar benar menjaga Thalia.
*
Setelah pembicaraan tadi Thalia langsung pergi ke dapur,dia belum sempat makan tapi Bella sudah menghampiri meja nya.
“Kamu lapar?” Regan datang dari belakang dan memeluk Thalia,dia meletakkan kepala nya di bahu Thalia.
“Aku belum sempat makan saat Bella datang ke meja ku tadi.” Thalia mengerucutkan bibir nya,padahal dia sudah sangat kelaparan saat itu tapi Regan malah menarik tangan nya dengan paksa.
Regan tersenyum geli mendengar nya,”Maaf,seharus nya aku membawa kamu pergi makan lebih dulu.”
Thalia hanya diam dan Kembali fokus memasak makanan nya,”
“Kamu mau makan juga?”
Regan mengangguk perlahan,”biar aku bantu.” Regan melepas pelukan nya dan mengambil pisau,dia memotong beberapa sosis menjadi kecil kecil.Makanan yang ingin di buat Thalia tidak sulit hanya nasi goreng karena sudah terlalu malam Thalia malas untuk membuat masakan yang terlalu susah.
*
“Kamu sakit Ky?” Thalia memperhatikan wajah Kyla yang nampak pucat,bahkan saat kelas tadi pun Kyla tertidur.
Kyla mengangkat wajah nya menatap Thalia lalu menggeleng pelan,”Aku hanya pusing saja.” Lanjut nya lalu Kembali menundukkan kepala nya.
Beberapa hari ini badan nya tidak enak,pagi dia akan muntah muntah belum lagi nafsu makan nya yang menghilang.
“uwek” Kyla langsung menutup mulut nya dan pergi keluar,Thalia yang melihat itu pergi mengikuti Kyla.Dia memijit punggung Kyla saat Wanita itu muntah.
“Maag kamu kambuh?”
Kyla mengagguk ragu,”Seperti nya,beberapa hari ini aku selalu muntah belum lagi nafsu makan yang menghilang.”
Kyla Kembali berjalan ke dalam kelas dengan keadaan lemah,Thalia bahkan harus memegangi bahu Kyla.
“Kalau kamu nggak enak badan,kamu istrirahat saja nanti aku minta izin sama sipen.”
Kyla menggeleng,mereka memiliki praktikum setelah ini dia tidak ingin harus bolos praktikum kali ini.Thalia mendesah pasrah dia mengedarkan pandangan nya mencari seseorang yang bisa di minta bantuan untuk membeli obat.
“Michel.” Teriak Thalia,Kyla melebarkan mata nya terkejut,dia semakin menundukkan kepala nya.
“Ada apa?”
“Kyla sakit,kamu bisa pergi membeli obat untuk Kyla di apotek?”
“Tidak usah Thalia,aku sudah baikan.” Kyla langsung memotong pembicaraan Thalia,wajah nya hanya menatap lurus Thalia tanpa menghiraukan Michel.
Thalia mengerutkan kening nya,”Tidak apa apa,lagipula Michel tidak keberatan.”
“Tidak u-“
“Aku akan pergi membeli nya.” Potong Michel langsung pria itu melirik ke arah Kyla yang masih enggan menatap wajah nya,Thalia mengangguk.Dia memperhatikan Kyla yang nampak gelisah di samping nya bahkan Wanita itu tidak menatap Michel sama sekali saat Michel berbicara.
Interaksi Michel dan Kyla seperti orang yang sedang musuhan,tapi seingat Thalia Michel dan Kyla tidak seperti itu.Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?