“Re,aku bawakan kamu makan malam ya?”
Thalia memasukkan beberapa makanan yang dia buat untuk Regan ke dalam tas,malam ini pria itu harus berada di rumah sakit lagi.
“Ah,seperti nya tidak perlu Lia.Sore tadi aku sudah makan dengan teman teman jadi masih kenyang.” Tangan Thalia terhenti memasukkan bekal ke dalam tas,”Tapi aku sudah memasak makanan untuk kamu.”
“Maaf,tapi malam ini aku benar benar sibuk jadi tidak bisa untuk bertemu dengan kamu.”
Thalia menghela nafas nya kesal,seperti biasa Regan akan sibuk dan tidak ada waktu untuk mereka bertemu.
“Baiklah,hati hati Re,good night.” Tutup Thalia,dia memandang makanan yang sudah dia masak,tidak mungkin dia habiskan ini semua sendirian.
Thalia mengatup kedua bibir nya lalu mengambil handphone nya untuk menghubungi Michel,pria itu pasti akan senang jika dia membawakan makan malam.Setelah menghubungi Michel memastikan pria itu di Apartemen Thalia langsung bersiap pergi ke Apartemen Michel.
*
Regan menutup telpon nya setelah Thalia memutuskan sambungan nya.
“Bagaimana? Ayo semua orang sudah menunggu.” Bella memandang Regan sambil bersedekap,malam ini mereka ada pertemuan keluarga untuk membahas pernikahan.Orang tua nya sudah menunggu lama tapi Regan malah memperlambat nya.
Regan berjalan memasuki restoran yang sudah di booking untuk pertemuan ini,dia mengedarkan pandangan nya dan melihat kedua orang tua nya bersama orang tua Bella sedang berbincang ringan.
“bersikap normal lah,aku tidak ingin orang tua ku marah melihat wajah cemberut kamu.” Bella berbisik,tangan nya dia kalungkan di lengan Regan.
“Selamat malam ma pa,tante dan om.” Sapa Bella sambil tersenyum lebar,Bella menarik tangan Regan untuk duduk di samping nya.
“sudah lama ya tidak melihat Regan sejak terakhir kali.” Regan menoleh,itu suara ibu Bella.Regan tersenyum ringan sebagai tanda sopan,semua orang di ruangan ini sangat mencintai uang dan kekusaaan.
Regan tahu jika pernikahan mereka ini hanya untuk memperluas bisnis dari kedua belah pihak,jika tidak menguntungkan tidak mungkin mereka akan membiarkan Regan menikah sekarang.
“Bagaimana kuliah kedokteran nya Re?” Ibu Bella menarik gelas wine dan meminum nya,dia berbasa basi kepada Regan tapi justru membuat Regan muak mendengar nya.
“Ipk Regan tidak pernah mengecewakan,dia selalu menjadi mahasiswa dengan nilai Ipk terbaik sampai sekarang.” Bukan diri nya yang menjawab tapi ibu nya lah.
“Benarkah? Pasti Regan memiliki banyak penggemar Wanita.Apakah Regan punya pacar?”
Regan memandang ibu Bella tidak percaya.”Aku sudah punya pacar.” Jawab nya datar.
Suasana nya menjadi canggung seketika setelah Regan mengatakan nya,”Aku tidak tahu kenapa pernikahan ini tetap di adakan saat aku sudah menolak nya berkali kali,aku tidak mencintai Bella dan itu sudah jelas.” Jawab Regan tegas.
“Regan jaga ucapan kamu!” ibu Regan memandang putra nya dengan marah,berani nya Regan mengatakan itu di depan orang tua Bella.
“Kenapa bu? Aku Cuma mengatakan yang sebenarnya,aku memiliki pacar yang aku cintai.” Tantang Regan dia menoleh ke samping nya,sama seperti ibu nya Bella juga menampakkan wajah tegang nya.
“Pacar? Orang tua kamu tidak bilang jika kamu memiliki pacar sebelum nya.” Kali ini ayah Bella yang berbicara,Regan tercengang jadi orang tua nya tidak mengatakan ini?
“Ehem,aku izin pergi lebih dulu.” Regan bangkit dari duduk nya,Bella menoleh dan ikut berdiri.
“ma pa,aku akan ikut Regan.” Setelah mengatakan itu Bella pergi mengejar Regan,dia menarik keras tangan pria itu.
“Tunggu.”
Regan berhenti lalu memandang Bella yang memandang nya dengan amarah,”Sudah ku katakan untuk bersikap normal di depan orang tua ku,tapi kamu malah membuat nya marah!” Bentak Bella.
“Kenapa? Bukan kah yang ku katakan itu benar? Aku tidak mencintai kamu dan aku tidak ingin pernikahan ini berlanjut.” Regan Kembali membalik badan nya tapi tangan nya Kembali di tahan oleh Bella.
“Kamu tidak mengerti,kamu terlalu egois!”
Regan terdiam,di bagian mana diri nya egois? Dia hanya mengatakan yang sebenarnya.
“Selama ini semua yang ku lakukan di atur dan di putuskan oleh orang tua ku,bahkan pernikahan ku pun di putuskan oleh mereka lalu bagaimana aku yang ingin memperjuangkan orang yang ku cintai,apakah itu juga salah?” Regan menatap kedua bola mata Bella tajam tapi Bella tidak takut sedikit pun.
“Kamu akan menyesal Re,orang yang kamu cintai itu akan menjadi alasan terbesar kesedihan kamu.” Bella menatap Regan tajam lalu membalikkan badan nya,kali ini daripada berseteru dengan Regan lebih baik dia memberikan penjelasan kepada kedua orang tua nya.
*
“Gimana suka?” Thalia memandang Michel penuh harap,walau sudah berulang kali dia memasak makanan ini tapi tetap saja dia merasa khawatir dengan rasa nya.
“hm no bad lah tapi ini bukan makanan kesukaan ku.” Michel menatap makanan yang tersaji,ini bukan makanan kesukaan nya.
“Iya,ini makanan kesukaan Regan tapi ternyata dia sibuk,daripada mubazir lebih baik aku kasih kamu.”
Michel mengambil tissue makan dan melempar nya ke wajah Thalia dengan kesal,”Sial,pantas saja.Dari awal aku memang curiga kamu tiba tiba membawa makan malam tanpa aku minta.”
Thalia tertawa lebar melihat wajah kesal Michel,walau merasa kesal Michel tetap memakan habis masakan Thalia.
“Eh Chel,menurut kamu ada yang aneh nggak sih dengan Kyla?”
Badan Michel menegang seketika,dia memandang Thalia dengan kikuk.”Aneh? aku rasa tidak.”
Thalia mengerucutkan bibir nya,”Aneh,sekarang Kyla terlihat menjauhi aku bahkan saat aku mengajak ketemuan dia tolak dengan alasan sibuk skripsi.Iya sih dia sibuk ngurusin skripsi tapi masa nggak bisa jalan sama sekali?”
“Kamu sudah jarang bertemu dengan dia?”
Thalia mengangguk,”Beberapa minggu lalu saat aku minta kamu untuk membeli obat Kyla,kamu berikan?”
Michel mengigit bibir bawah nya,pertanyaan Thalia membuat nya menjadi gugup.”i-ya aku beri,memang nya kenapa?”
Thalia menyandarkan badan nya,”Tidak apa apa,aku hanya merasa hubungan kalian terlihat aneh.Tidak biasa nya Kyla tidak menatap wajah lawan bicara nya kecuali mereka memiliki masalah.”
Jantung Michel berdetak sangat kencang sekarang,jika dia memperlihatkan wajah panik atau gugup Thalia akan mencurigai nya.
“Kamu beneran nggak punya masalah sama Kyla?” Thalia menolehkan pandangan nya menatap Michel yang terlihat gugup.
Perlahan Michel mengangguk,”kami tidak terlalu kenal satu sama lain.” Kilah nya,Thalia memandang wajah Michel lagi lalu mengangguk.Ya mungkin saja Kyla memang stress memikirkan skripsi nya hingga tidak memiliki waktu untuk pergi jalan jalan dengan diri nya.
*
Thalia pergi menuju café yang biasa dia datangi saat ingin mengerjakan skripsi nya,suasana yang tenang dan nyaman menjadi pilihan Thalia ke cefe ini.
“Pesan seperti biasa ya mbak.”
Hot cholate dan cake red velvet adalah kesukaan Thalia saat ke cafe ini,dia membuka laptop nya dan melihat progress skripsi nya tidak terlihat sama sekali.Sudah hampir 2 minggu dari Acc judul tapi Thalia masih bingung harus melakukan apa.
Dia masih bimbang dengan judul yang dia pilih sekarang,tapi Thalia juga tidak bisa membatalkan judul yang telah dia ajukan sekarang.
“Ahh bingung banget.” Thalia menelungkupkan kepala nya ke meja.
“Mau ku bantu?”
Thalia mengangkat kepala nya cepat,di depan nya sudah ada Regan yang tersenyum lebar.
“Re? Bagaimana kamu bisa tahu aku di sini?”
Regan tersenyum lalu menarik kursi di depan Thalia,”Tentu saja aku tahu,cafe ini tidak jauh dari rumah sakit aku.” Thalia menoleh ke samping,ah benar dia baru sadar jika cafe ini berada di tidak jauh dari rumah sakit Regan co ass.
“Lagi ngerjain skripsi?”
Thalia mengangguk pelan,”Aku benar benar bingung mau mulai nya bagaimana.”
“Mau aku temani?”
Thalia melebarkan bola mata nya senang,”Serius? Tapi kamu tidak sibuk?”
Regan tersenyum,”Hari ini aku Cuma check keadaan pasien setelah itu aku bebas.”
Thalia tersenyum senang,dia mulai mengeluarkan beberapa buku dan mengerjakan skripsi nya.Sesekali Rega akan membantu Thalia jika Wanita itu kesusahan dan yang terpenting Regan tidak pernah melepaskan tautan tangan mereka sejak datang dan itu yang membuat Thalia merasa nyaman.
“Mau ke club malam ini?”
Thalia menoleh heran menatap Regan,”Teman ku mengundang aku untuk pergi,tapi jika kamu mau ikut aku bakal datang.”
Thalia berpikir sebentar lalu mengangguk,tidak salah nya dia melupakan kemumetan skripsi nya dengan bersenang senang.
*
Setelah Thalia selesai mengerjakan Skripsi nya Regan langsung mengajak nya pergi makan malam.
“Mau makan apa?”
Thalia mengetuk jari telunjuk di dagu nya berulang kali berpikir makanan apa yang cocok untuk di makan.
“Mau sate padang Re.”
“Oke” Regan membelokkan mobil nya dan pergi ke penjual sate padang.
Regan memperhatikan Thalia yang sedang makan dengan lahap sambil tersenyum,melihat Thalia makan seperti ini sangat menyenangkan untuk nya.
“eh kamu nggak makan Re?” Tanya Thalia bingung saat Regan hanya diam sambil menatap nya.
“Menatap kamu makan saja sudah membuat aku kenyang.”
Thalia menolehkan kepala nya karena malu,bisa bisa nya Regan menggombal seperti ini.
“Oh ya Re aku besok mau ke m-“
Drt..Drt..Drt..
Pembicaraan Thalia terpotong saat mendengar dering telpon dari Regan,Regan mengambil handphone nya lalu mengkerut heran saat dokter di rumah sakit nya co ass menghubungi nya.
“Iya dok?”
“Regan bisa kamu ke rumah sakit sekarang? Di UGD banyak pasien kecelakaan tapi kami kekurangan dokter untuk menangani nya.”
Regan menatap Thalia yang sedang menatap nya juga dengan bingung.
“Baiklah saya akan segera ke sana dok.”
Regan menutup telpon nya lalu menoleh ke Thalia yang menatap nya penasaran.
“Ada apa?”
“Baru saja terjadi kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit.Di UGD sedang kekurangan dokter,jadi mereka meminta aku untuk pergi ke rumah sakit sekarang.”
Thalia memandang Regan lalu mengangguk,”Baiklah,kamu bisa pergi ke rumah sakit sekarang,aku bisa pulang sendiri.”
Regan menggeleng,”Tidak,kamu ikut aku ke rumah sakit.”
“Tapi Re-“
“Tidak ada tapi tapian Lia,ini terlalu malam untuk pulang sendiri dan aku tidak bisa mengantar kamu pulang sekarang.” Potong Regan,butuh waktu 20 menit untuk nya mengantar pulang Thalia ke koss.
Thalia diam lalu mengangguk,dia mengikuti Regan masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit.
*
“Tunggu aku sebentar ya,setelah selesai aku akan segera datang.” Regan mendekatkan wajah nya ke Thalia dan mencium pipi Wanita itu cepat,setelah sampai Regan langsung mengajak Thalia ke ruangan di mana co ass biasa nya istirahat dan untung nya saat ini teman teman Regan juga sedang sibuk jadi hanya ada diri nya di sini.
Thalia mengangguk,dia mengamati punggung Regan yang menjauh,perlahan senyum Thalia mengembang,dia terpukau dengan kesigapan Regan.
3 jam berlalu tapi Regan belum datang juga,bahkan jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi.Thalia merebahkan badan nya di sofa dan mulai tertidur seperti Regan masih lama selesai nya.
*
Regan menggulung jas nya dia mengamati jam yang sudah menunjukkan pukul 5 pagi,semalaman dia tidak tidur karena harus mengurus pasien kecelakaan massal.
“Bella?” Regan mengerutkan kening nya saat melihat Bella yang baru keluar dari ruangan nya,bola mata nya melebar saat mengingat di dalam ruangan itu ada Thalia,dengan cepat Regan berlari masuk ruangan nya dan melihat Thalia yang tertidur di atas sofa dengan lelap nya.
Regan Bernafas lega seperti Bella masuk ke dalam ruangan nya ingin mencari diri nya saja,Regan berjalan mendekati Thalia lalu berjongkok di depan Wanita itu.
Tangan nya terulur menyentuh pipi Thalia,”Sayang,aku sudah Kembali.” Bisik Regan,tapi Thalia tetap tidak membuka mata nya.
“Sayang,sudah pagi.” Kali ini Regan mengelus rambut Thalia dan berhasil membangunkan Wanita itu.
“Regan? Jam berapa sekarang?” tanya nya serak,thalia bangkit untuk duduk lalu mengambil handphone nya.
“Kenapa?” Tanya Regan bingung,Thalia terus mengotak atik handphone nya.
“Handphone tidak bisa di buka kunci depan nya.” Thalia terus memasukkan kode yang biasa dia gunakan tapi hasil nya tetap gagal.
Regan mengerutkan kening nya lalu mengambil handphone Thalia,kunci handphone Thalia terblokir otomatis kemungkinan ada seseorang yang mencoba membuka handphone nya tapi tidak berhasil,tiba tiba bayangan Bella yang masuk ke dalam ruangan tadi membuat Regan curiga,apakah Bella berusaha membuka kunci handphone Thalia saat Wanita itu tidur?